<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Archi Indonesia Turun 39% Jadi USD75,1 Juta, Ini Biang Keroknya</title><description>Laba bersih PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 39% dari USD123,3 juta menjadi USD75,1 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/278/2572947/laba-bersih-archi-indonesia-turun-39-jadi-usd75-1-juta-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/278/2572947/laba-bersih-archi-indonesia-turun-39-jadi-usd75-1-juta-ini-biang-keroknya"/><item><title>Laba Bersih Archi Indonesia Turun 39% Jadi USD75,1 Juta, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/278/2572947/laba-bersih-archi-indonesia-turun-39-jadi-usd75-1-juta-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/278/2572947/laba-bersih-archi-indonesia-turun-39-jadi-usd75-1-juta-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Senin 04 April 2022 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/04/278/2572947/laba-bersih-archi-indonesia-turun-39-jadi-usd75-1-juta-ini-biang-keroknya-d9bhm04wkF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Archi menyusut pada 2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/04/278/2572947/laba-bersih-archi-indonesia-turun-39-jadi-usd75-1-juta-ini-biang-keroknya-d9bhm04wkF.jpg</image><title>Laba Archi menyusut pada 2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Laba bersih PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 39% dari USD123,3 juta menjadi USD75,1 juta. Pasalnya, EBITDA Archi pada tahun 2021 sebesar USD163,7 juta, lebih rendah 32% dibandingkan dengan USD240,4 juta pada tahun sebelumnya.


Direktur Utama Archi Indonesia Ken Crichton mengatakan, penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan biaya penambangan akibat dari meningkatnya jumlah material yang ditambang, kenaikan stripping ratio akibat dari penambangan bijih tahap awal di pit Araren tahap 5 dan pembukaan pit Araren yang baru, serta kenaikan biaya pengolahan seiring dengan jumlah bijih yang diproses yang lebih tinggi selama tahun 2021.
BACA JUGA:Archi Suntik Anak Usaha dari Dana IPO Rp440,9 Miliar

Namun, biaya penambangan per unit lebih rendah 11% menjadi AS$2,90 per ton. Di sisi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan konsolidasian Archi pada tahun 2021 juga hanya USD345,9 juta, lebih rendah 12% dibandingkan dengan USD393,3 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah dari 213,8 kilo ons menjadi 188,1 kilo ons.
Disampikan Ken, meskipun kinerja tahunan perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, perseroan percaya jika langkah-langkah strategis yang telah dilakukan selama tahun 2021 akan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Meski begitu, secara keseluruhan, ARCI telah melakukan beberapa langkah positif selama tahun 2021, di mana perseroan berhasil membuka pit Alaskar yang baru, mengembangkan pit Araren tahap 5 serta meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan kami menjadi sebesar 4,0 juta ton per tahun.Lebih jauh, perseroan juga telah berhasil mencapai tonggak sejarah  baru dengan merampungkan penawaran umum perdana (initial public  offering/IPO) saham dan secara resmi menjadi perusahaan  terbuka.
&amp;ldquo;Pencapaian-pencapaian tersebut bukan tanpa tantangan, dimana  selama sembilan bulan pertama kami harus mengalami stripping ratio yang  lebih tinggi akibat dari meningkatnya waste yang ditambang selama  transisi pit Araren tahap 3 ke tahap 5 serta pembukaan pit Alaskar yang  baru, sedikit tertundanya utilisasi penuh dari alat scats crusher yang  baru, serta penyesuaian peningkatan produksi oleh kontraktor penambangan  yang baru seiring dengan tibanya tambahan mesin-mesin yang baru,&amp;rdquo;  katanya Ken.
Adapun, arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan sebesar USD33,9  juta pada tahun 2021, terutamanya mencerminkan pembayaran utang bank  jangka panjang sebesar USD127,3 juta, sebagian diimbangi oleh hasil  bersih IPO sebesar USD62,6 juta. Perseroan juga mengutilisasi fasilitas  Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar USD32,0 juta selama tahun 2021.
Sementara itu, jumlah utang bersih ARCI pada periode ini lebih rendah  dari USD389,7 juta per akhir 2020 menjadi sebesar USD296,9 juta per  akhir 2021, mencerminkan kinerja rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang  secara signifikan lebih baik dari sebesar 4,1x menjadi sebesar 1,3x.</description><content:encoded>JAKARTA - Laba bersih PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 39% dari USD123,3 juta menjadi USD75,1 juta. Pasalnya, EBITDA Archi pada tahun 2021 sebesar USD163,7 juta, lebih rendah 32% dibandingkan dengan USD240,4 juta pada tahun sebelumnya.


Direktur Utama Archi Indonesia Ken Crichton mengatakan, penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan biaya penambangan akibat dari meningkatnya jumlah material yang ditambang, kenaikan stripping ratio akibat dari penambangan bijih tahap awal di pit Araren tahap 5 dan pembukaan pit Araren yang baru, serta kenaikan biaya pengolahan seiring dengan jumlah bijih yang diproses yang lebih tinggi selama tahun 2021.
BACA JUGA:Archi Suntik Anak Usaha dari Dana IPO Rp440,9 Miliar

Namun, biaya penambangan per unit lebih rendah 11% menjadi AS$2,90 per ton. Di sisi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan konsolidasian Archi pada tahun 2021 juga hanya USD345,9 juta, lebih rendah 12% dibandingkan dengan USD393,3 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah dari 213,8 kilo ons menjadi 188,1 kilo ons.
Disampikan Ken, meskipun kinerja tahunan perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, perseroan percaya jika langkah-langkah strategis yang telah dilakukan selama tahun 2021 akan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Meski begitu, secara keseluruhan, ARCI telah melakukan beberapa langkah positif selama tahun 2021, di mana perseroan berhasil membuka pit Alaskar yang baru, mengembangkan pit Araren tahap 5 serta meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan kami menjadi sebesar 4,0 juta ton per tahun.Lebih jauh, perseroan juga telah berhasil mencapai tonggak sejarah  baru dengan merampungkan penawaran umum perdana (initial public  offering/IPO) saham dan secara resmi menjadi perusahaan  terbuka.
&amp;ldquo;Pencapaian-pencapaian tersebut bukan tanpa tantangan, dimana  selama sembilan bulan pertama kami harus mengalami stripping ratio yang  lebih tinggi akibat dari meningkatnya waste yang ditambang selama  transisi pit Araren tahap 3 ke tahap 5 serta pembukaan pit Alaskar yang  baru, sedikit tertundanya utilisasi penuh dari alat scats crusher yang  baru, serta penyesuaian peningkatan produksi oleh kontraktor penambangan  yang baru seiring dengan tibanya tambahan mesin-mesin yang baru,&amp;rdquo;  katanya Ken.
Adapun, arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan sebesar USD33,9  juta pada tahun 2021, terutamanya mencerminkan pembayaran utang bank  jangka panjang sebesar USD127,3 juta, sebagian diimbangi oleh hasil  bersih IPO sebesar USD62,6 juta. Perseroan juga mengutilisasi fasilitas  Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar USD32,0 juta selama tahun 2021.
Sementara itu, jumlah utang bersih ARCI pada periode ini lebih rendah  dari USD389,7 juta per akhir 2020 menjadi sebesar USD296,9 juta per  akhir 2021, mencerminkan kinerja rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang  secara signifikan lebih baik dari sebesar 4,1x menjadi sebesar 1,3x.</content:encoded></item></channel></rss>
