<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Peredaran Uang Palsu Selama Ramadan hingga Idul Fitri 2022</title><description>Bank Indonesia (BI) melakukan antisipasi untuk peredaran uang palsu selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2022 ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/320/2573055/waspada-peredaran-uang-palsu-selama-ramadan-hingga-idul-fitri-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/320/2573055/waspada-peredaran-uang-palsu-selama-ramadan-hingga-idul-fitri-2022"/><item><title>Waspada! Peredaran Uang Palsu Selama Ramadan hingga Idul Fitri 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/320/2573055/waspada-peredaran-uang-palsu-selama-ramadan-hingga-idul-fitri-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/04/320/2573055/waspada-peredaran-uang-palsu-selama-ramadan-hingga-idul-fitri-2022</guid><pubDate>Senin 04 April 2022 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/04/320/2573055/waspada-peredaran-uang-palsu-selama-ramadan-hingga-idul-fitri-2022-ZPj5dNQBH6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada uang palsu selama Ramadan hingga Idul Fitri 2022. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/04/320/2573055/waspada-peredaran-uang-palsu-selama-ramadan-hingga-idul-fitri-2022-ZPj5dNQBH6.jpg</image><title>Waspada uang palsu selama Ramadan hingga Idul Fitri 2022. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan antisipasi untuk peredaran uang palsu selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2022 ini.

Antisipasi ini akan melalui berbagai cara mulai dari edukasi hingga kerja sama dengan berbagai instansi.

&quot;Terutama edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif peredaran uang palsu di Indonesia,&quot; kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam taklimat media di Jakarta, Senin (4/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Beli Rokok Pakai Uang Palsu, Seorang Remaja Dihajar Warga
Adapun pencegahan peredaran uang palsu juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas uang rupiah agar tak mudah dipalsukan.

Di mana dengan kerja sama bersama berbagai instansi terkait seperti kepolisian, Badan Intelijen Nasional (BIN), dan lain-lain pun turut diperlukan.

Menurutnya, peredaran uang palsu di Tanah Air kian menurun dari tahun ke tahun, seiring dengan kesadaran masyarakat akan keaslian uang rupiah.

Hal ini dilihat dari indikator besaran uang palsu yang ditemukan dalam peredaran satu juta lembar uang rupiah.

Dia menyebutkan pada tiga tahun lalu, rata-rata uang palsu yang ditemukan dalam satu juta lembar uang rupiah adalah sebanyak sembilan lembar.

Tapi, angka tersebut menurun menjadi sebanyak lima lembar pada dua tahun lalu dan sebanyak empat lembar pada tahun lalu.
Dia mengatakan, pada tahun ini hingga triwulan I hanya ditemukan satu lembar uang palsu dalam peredaran satu juta lembar uang rupiah.

&quot;Dengan demikian trennya terus menurun karena upaya preventif dari kami maupun bekerja sama dengan pihak terkait,&quot; jelasnya.

Kemudian, jika menukarkan uang pecahan saat momen Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, masyarakat dianjurkan untuk pergi ke kantor bank maupun mobil kas keliling BI atau perbankan, guna menghindari uang palsu.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Waspada! Uang Palsu Sebesar Rp37,3 Juta Beredar di Sulawesi Utara
Sebagai informasi, bank sentral menyediakan uang tunai sebanyak Rp175,26 triliun untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.

Serta tempat penukaran akan tersebar di 5.013 kantor bank. Disediakan juga mobil kas keliling BI dan milik perbankan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan antisipasi untuk peredaran uang palsu selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2022 ini.

Antisipasi ini akan melalui berbagai cara mulai dari edukasi hingga kerja sama dengan berbagai instansi.

&quot;Terutama edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif peredaran uang palsu di Indonesia,&quot; kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim dalam taklimat media di Jakarta, Senin (4/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Beli Rokok Pakai Uang Palsu, Seorang Remaja Dihajar Warga
Adapun pencegahan peredaran uang palsu juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas uang rupiah agar tak mudah dipalsukan.

Di mana dengan kerja sama bersama berbagai instansi terkait seperti kepolisian, Badan Intelijen Nasional (BIN), dan lain-lain pun turut diperlukan.

Menurutnya, peredaran uang palsu di Tanah Air kian menurun dari tahun ke tahun, seiring dengan kesadaran masyarakat akan keaslian uang rupiah.

Hal ini dilihat dari indikator besaran uang palsu yang ditemukan dalam peredaran satu juta lembar uang rupiah.

Dia menyebutkan pada tiga tahun lalu, rata-rata uang palsu yang ditemukan dalam satu juta lembar uang rupiah adalah sebanyak sembilan lembar.

Tapi, angka tersebut menurun menjadi sebanyak lima lembar pada dua tahun lalu dan sebanyak empat lembar pada tahun lalu.
Dia mengatakan, pada tahun ini hingga triwulan I hanya ditemukan satu lembar uang palsu dalam peredaran satu juta lembar uang rupiah.

&quot;Dengan demikian trennya terus menurun karena upaya preventif dari kami maupun bekerja sama dengan pihak terkait,&quot; jelasnya.

Kemudian, jika menukarkan uang pecahan saat momen Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, masyarakat dianjurkan untuk pergi ke kantor bank maupun mobil kas keliling BI atau perbankan, guna menghindari uang palsu.
&amp;nbsp;BACA JUGA: Waspada! Uang Palsu Sebesar Rp37,3 Juta Beredar di Sulawesi Utara
Sebagai informasi, bank sentral menyediakan uang tunai sebanyak Rp175,26 triliun untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.

Serta tempat penukaran akan tersebar di 5.013 kantor bank. Disediakan juga mobil kas keliling BI dan milik perbankan.</content:encoded></item></channel></rss>
