<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Bank Victoria (BVIC) Penuhi Modal Inti Minimum Rp3 Triliun di 2022</title><description>PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) menyiapkan strategi untuk  memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun di akhir tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/278/2573350/strategi-bank-victoria-bvic-penuhi-modal-inti-minimum-rp3-triliun-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/278/2573350/strategi-bank-victoria-bvic-penuhi-modal-inti-minimum-rp3-triliun-di-2022"/><item><title>Strategi Bank Victoria (BVIC) Penuhi Modal Inti Minimum Rp3 Triliun di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/278/2573350/strategi-bank-victoria-bvic-penuhi-modal-inti-minimum-rp3-triliun-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/278/2573350/strategi-bank-victoria-bvic-penuhi-modal-inti-minimum-rp3-triliun-di-2022</guid><pubDate>Selasa 05 April 2022 09:50 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/05/278/2573350/strategi-bank-victoria-bvic-penuhi-modal-inti-minimum-rp3-triliun-di-2022-FdUGIZYUbI.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Strategi Bank Victoria penuhi modal inti (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/05/278/2573350/strategi-bank-victoria-bvic-penuhi-modal-inti-minimum-rp3-triliun-di-2022-FdUGIZYUbI.jpeg</image><title>Strategi Bank Victoria penuhi modal inti (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) menyiapkan strategi untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun di akhir tahun 2022. Sejauh ini, Bank Victoria telah menyiapkan beberapa strategi.
Berdasarkan penjelasan di keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (5/4/2022), Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar dan Direktur Bank Victoria Lembing menjelaskan bahwa BVIC berkomitmen melakukan peningkatan modal dengan beberapa langkah.
BACA JUGA:Tambah Modal, Bank Victoria Bakal Rights Issue

&quot;Secara organik membukukan laba bersih, maupun anorganik yakni melalui divestasi anak perusahaan serta melalui penambahan modal (right issue) serta pencarian strategic partner,&quot; ungkap dia.
Adapun terkait rencana divestasi, saat ini Bank Victoria sedang dalam proses penjajakan dengan beberapa calon investor.
&quot;Namun demikian informasi sehubungan dengan investor-investor dimaksud belum dapat diungkapkan kepada publik,&quot; imbuhnya.
Bank Victoria menegaskan tidak terdapat informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan yang belum diungkap ke publik.Sampai saat ini Bank Victoria masih optimistis bisa mengantongi laba  bersih, dibanding tahun 2020 yang mencatatkan rugi bersih Rp252,2  miliar.
Pada kuartal II 2021 bahkan sudah menunjukkan laba bersih Rp32,3  miliar. Harapannya laba bersih tahun ini bisa tercapai positif lebih  baik dari 2020.
Dalam pengembangan digitalisasi, Bank Victoria mengalokasikan belanja  modal (capex) sebesar Rp100 miliar untuk jangka waktu 3-5 tahun ke  depan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Victoria International Tbk (BVIC) menyiapkan strategi untuk memenuhi modal inti minimum Rp3 triliun di akhir tahun 2022. Sejauh ini, Bank Victoria telah menyiapkan beberapa strategi.
Berdasarkan penjelasan di keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (5/4/2022), Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar dan Direktur Bank Victoria Lembing menjelaskan bahwa BVIC berkomitmen melakukan peningkatan modal dengan beberapa langkah.
BACA JUGA:Tambah Modal, Bank Victoria Bakal Rights Issue

&quot;Secara organik membukukan laba bersih, maupun anorganik yakni melalui divestasi anak perusahaan serta melalui penambahan modal (right issue) serta pencarian strategic partner,&quot; ungkap dia.
Adapun terkait rencana divestasi, saat ini Bank Victoria sedang dalam proses penjajakan dengan beberapa calon investor.
&quot;Namun demikian informasi sehubungan dengan investor-investor dimaksud belum dapat diungkapkan kepada publik,&quot; imbuhnya.
Bank Victoria menegaskan tidak terdapat informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan yang belum diungkap ke publik.Sampai saat ini Bank Victoria masih optimistis bisa mengantongi laba  bersih, dibanding tahun 2020 yang mencatatkan rugi bersih Rp252,2  miliar.
Pada kuartal II 2021 bahkan sudah menunjukkan laba bersih Rp32,3  miliar. Harapannya laba bersih tahun ini bisa tercapai positif lebih  baik dari 2020.
Dalam pengembangan digitalisasi, Bank Victoria mengalokasikan belanja  modal (capex) sebesar Rp100 miliar untuk jangka waktu 3-5 tahun ke  depan.</content:encoded></item></channel></rss>
