<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Investor Khawatir Pasokan Menipis</title><description>Harga minyak dunia naik tajam lebih dari tiga% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573287/harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573287/harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Investor Khawatir Pasokan Menipis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573287/harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573287/harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis</guid><pubDate>Selasa 05 April 2022 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/05/320/2573287/harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis-qk3pzQBvo4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/05/320/2573287/harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis-qk3pzQBvo4.jpeg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik tajam lebih dari tiga% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak dunia naik karena investor khawatir tentang pasokan yang lebih ketat karena meningkatnya kematian warga sipil di Ukraina.
Kekhawatiran itu menyusul meningkatnya tekanan terhadap negara-negara Eropa untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi pada sektor energi Rusia.
BACA JUGA:Cadangan AS Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni melonjak USD3,14 atau 3%, menjadi menetap di USD107,53 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah USD4,01 atau 4%, menjadi ditutup di USD103,28 per barel.
Perdagangan bergejolak dengan kedua kontrak acuan menguat setelah turun lebih dari satu dolar AS.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pendukungnya akan &quot;merasakan konsekuensi&quot; dari peristiwa di Bucha, di luar ibu kota Kyiv, di mana kuburan massal dan mayat terikat ditembak dari jarak dekat ditemukan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD120/Barel Usai Kilang Minyak Aramco Diserang Rudal

Sekutu Barat akan menyetujui sanksi lebih lanjut terhadap Moskow dalam beberapa hari mendatang, katanya, meskipun waktu dan jangkauan paket baru itu belum jelas.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan sanksi terhadap minyak dan batu bara, menambahkan ada &quot;petunjuk yang sangat jelas yang menunjukkan kejahatan perang&quot; oleh pasukan Rusia.
Sejak invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, sanksi dan penghindaran pembeli terhadap minyak Rusia telah mengurangi produksi dan meningkatkan kekhawatiran pasokan yang lebih ketat.&quot;Ketika AS dan Uni Eropa mengurangi pembelian minyak Rusia, itu  membuat China dan India sebagai pelanggan utama yang tersisa dan banyak  kilang di negara-negara itu mungkin enggan membeli minyak Rusia, karena  hubungan masyarakat negatif yang terkait,&quot; kata Andrew Lipow, Presiden  Lipow Oil Associates di Houston.
Minyak mentah anjlok sekitar 13% minggu lalu, setelah Presiden Joe  Biden mengumumkan rekor pelepasan cadangan minyak AS, dan ketika anggota  Badan Energi Internasional berkomitmen untuk lebih lanjut memanfaatkan  cadangan. Minyak mentah Brent mencapai 139 dolar AS bulan lalu,  tertinggi sejak 2008.
Sementara itu, produsen minyak negara Arab Saudi Aramco menaikkan  harga jual resmi Mei ke Asia untuk minyak mentah Arab Light andalannya,  menurut dokumen harga yang dilihat oleh Reuters.
&quot;Itu menunjukkan permintaan minyak masih sangat kuat, dan dengan  melakukan itu akan menguras pasokan minyak dari Amerika Serikat dan  membuat pasokan lebih ketat,&quot; kata Phil Flynn, seorang analis di Price  Futures Group.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik tajam lebih dari tiga% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak dunia naik karena investor khawatir tentang pasokan yang lebih ketat karena meningkatnya kematian warga sipil di Ukraina.
Kekhawatiran itu menyusul meningkatnya tekanan terhadap negara-negara Eropa untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi pada sektor energi Rusia.
BACA JUGA:Cadangan AS Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni melonjak USD3,14 atau 3%, menjadi menetap di USD107,53 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah USD4,01 atau 4%, menjadi ditutup di USD103,28 per barel.
Perdagangan bergejolak dengan kedua kontrak acuan menguat setelah turun lebih dari satu dolar AS.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pendukungnya akan &quot;merasakan konsekuensi&quot; dari peristiwa di Bucha, di luar ibu kota Kyiv, di mana kuburan massal dan mayat terikat ditembak dari jarak dekat ditemukan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD120/Barel Usai Kilang Minyak Aramco Diserang Rudal

Sekutu Barat akan menyetujui sanksi lebih lanjut terhadap Moskow dalam beberapa hari mendatang, katanya, meskipun waktu dan jangkauan paket baru itu belum jelas.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan sanksi terhadap minyak dan batu bara, menambahkan ada &quot;petunjuk yang sangat jelas yang menunjukkan kejahatan perang&quot; oleh pasukan Rusia.
Sejak invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, sanksi dan penghindaran pembeli terhadap minyak Rusia telah mengurangi produksi dan meningkatkan kekhawatiran pasokan yang lebih ketat.&quot;Ketika AS dan Uni Eropa mengurangi pembelian minyak Rusia, itu  membuat China dan India sebagai pelanggan utama yang tersisa dan banyak  kilang di negara-negara itu mungkin enggan membeli minyak Rusia, karena  hubungan masyarakat negatif yang terkait,&quot; kata Andrew Lipow, Presiden  Lipow Oil Associates di Houston.
Minyak mentah anjlok sekitar 13% minggu lalu, setelah Presiden Joe  Biden mengumumkan rekor pelepasan cadangan minyak AS, dan ketika anggota  Badan Energi Internasional berkomitmen untuk lebih lanjut memanfaatkan  cadangan. Minyak mentah Brent mencapai 139 dolar AS bulan lalu,  tertinggi sejak 2008.
Sementara itu, produsen minyak negara Arab Saudi Aramco menaikkan  harga jual resmi Mei ke Asia untuk minyak mentah Arab Light andalannya,  menurut dokumen harga yang dilihat oleh Reuters.
&quot;Itu menunjukkan permintaan minyak masih sangat kuat, dan dengan  melakukan itu akan menguras pasokan minyak dari Amerika Serikat dan  membuat pasokan lebih ketat,&quot; kata Phil Flynn, seorang analis di Price  Futures Group.</content:encoded></item></channel></rss>
