<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Peningkatan Sanksi Rusia</title><description>Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573297/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-peningkatan-sanksi-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573297/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-peningkatan-sanksi-rusia"/><item><title>Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Peningkatan Sanksi Rusia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573297/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-peningkatan-sanksi-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573297/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-peningkatan-sanksi-rusia</guid><pubDate>Selasa 05 April 2022 07:56 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/05/320/2573297/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-peningkatan-sanksi-rusia-Ma7eSdP00F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/05/320/2573297/indeks-dolar-as-menguat-di-tengah-peningkatan-sanksi-rusia-Ma7eSdP00F.jpg</image><title>Indeks Dolar AS menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar naik selama tiga sesi berturut-turut, karena pembunuhan warga sipil di utara Ukraina dan prospek peningkatan sanksi terhadap Rusia mendorong investor untuk mencari tempat aman di greenback.
Dalam perdagangan sore, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya naik 0,4% menjadi 98,986.
BACA JUGA:Indeks Dolar Menguat Berkat Data Tenaga Kerja AS

&quot;Banyak investor menjadi lebih pesimis bahwa kita akan memiliki resolusi tentang pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
&quot;Sebagian besar, harapannya adalah bahwa Uni Eropa mungkin harus meningkatkan sanksi terhadap Rusia. Itu akan memperlambat pemulihan untuk bagian dunia itu, yang mendorong banyak aliran dana ke dolar AS,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Berotot, Tekuk Dolar AS ke Rp14.347/USD

Kemarahan global menyebar pada Senin (4/4/2022) atas pembunuhan warga sipil di Ukraina utara, di mana kuburan massal dan mayat orang terikat yang ditembak dari jarak dekat ditemukan di sebuah kota yang diambil kembali dari pasukan Rusia. Namun Rusia membantah tuduhan itu.
Kematian di Bucha, di luar Kyiv, kemungkinan akan menggembleng Amerika Serikat dan Eropa ke dalam sanksi tambahan terhadap Moskow, mungkin termasuk beberapa pembatasan miliaran dolar dalam energi yang masih diimpor Eropa dari Rusia.Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan Uni Eropa  harus membahas penghentian impor gas Rusia. Rusia memasok sekitar 40%  kebutuhan gas Eropa.
Data pada Jumat (1/4/2022) menunjukkan pengangguran AS mencapai level  terendah dua tahun di 3,6% bulan lalu, membuat investor menilai apakah  angka tersebut akan memperkuat tekad Fed untuk mengatasi inflasi dengan  menaikkan suku bunga secara tajam.
&quot;Laporan ketenagakerjaan itu menandakan cerita yang berbeda tentang  apa yang terjadi dengan AS dan sebagian besar negara maju,&quot; kata Moya  dari OANDA. &quot;Ekonomi AS masih dalam pijakan yang kokoh dan laporan  pekerjaan yang kuat ini membuka jalan bagi jalur pendakian Fed yang jauh  lebih agresif.&quot;
Dana Fed berjangka pada Jumat (1/4/2022) telah memperkirakan peluang  81% untuk kenaikan 50 basis poin bulan depan, sementara imbal hasil  surat utang dua tahun AS mencapai 2,4950%, level tertinggi sejak Maret  2019.
Euro, yang telah berada di bawah tekanan karena kekhawatiran tentang  kerusakan ekonomi dari perang di Ukraina, turun 0,8% terhadap dolar  menjadi 1,0970 dolar. Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 122,805 yen.</description><content:encoded>JAKARTA -  Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar naik selama tiga sesi berturut-turut, karena pembunuhan warga sipil di utara Ukraina dan prospek peningkatan sanksi terhadap Rusia mendorong investor untuk mencari tempat aman di greenback.
Dalam perdagangan sore, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya naik 0,4% menjadi 98,986.
BACA JUGA:Indeks Dolar Menguat Berkat Data Tenaga Kerja AS

&quot;Banyak investor menjadi lebih pesimis bahwa kita akan memiliki resolusi tentang pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
&quot;Sebagian besar, harapannya adalah bahwa Uni Eropa mungkin harus meningkatkan sanksi terhadap Rusia. Itu akan memperlambat pemulihan untuk bagian dunia itu, yang mendorong banyak aliran dana ke dolar AS,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Berotot, Tekuk Dolar AS ke Rp14.347/USD

Kemarahan global menyebar pada Senin (4/4/2022) atas pembunuhan warga sipil di Ukraina utara, di mana kuburan massal dan mayat orang terikat yang ditembak dari jarak dekat ditemukan di sebuah kota yang diambil kembali dari pasukan Rusia. Namun Rusia membantah tuduhan itu.
Kematian di Bucha, di luar Kyiv, kemungkinan akan menggembleng Amerika Serikat dan Eropa ke dalam sanksi tambahan terhadap Moskow, mungkin termasuk beberapa pembatasan miliaran dolar dalam energi yang masih diimpor Eropa dari Rusia.Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan Uni Eropa  harus membahas penghentian impor gas Rusia. Rusia memasok sekitar 40%  kebutuhan gas Eropa.
Data pada Jumat (1/4/2022) menunjukkan pengangguran AS mencapai level  terendah dua tahun di 3,6% bulan lalu, membuat investor menilai apakah  angka tersebut akan memperkuat tekad Fed untuk mengatasi inflasi dengan  menaikkan suku bunga secara tajam.
&quot;Laporan ketenagakerjaan itu menandakan cerita yang berbeda tentang  apa yang terjadi dengan AS dan sebagian besar negara maju,&quot; kata Moya  dari OANDA. &quot;Ekonomi AS masih dalam pijakan yang kokoh dan laporan  pekerjaan yang kuat ini membuka jalan bagi jalur pendakian Fed yang jauh  lebih agresif.&quot;
Dana Fed berjangka pada Jumat (1/4/2022) telah memperkirakan peluang  81% untuk kenaikan 50 basis poin bulan depan, sementara imbal hasil  surat utang dua tahun AS mencapai 2,4950%, level tertinggi sejak Maret  2019.
Euro, yang telah berada di bawah tekanan karena kekhawatiran tentang  kerusakan ekonomi dari perang di Ukraina, turun 0,8% terhadap dolar  menjadi 1,0970 dolar. Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 122,805 yen.</content:encoded></item></channel></rss>
