<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp14.342/USD, Pasar Asia Pantau Kondisi Konflik Rusia-Ukraina</title><description>Nilai mata uang rupiah di pasar spot hari ini tumbuh atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (5/4/2022). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.20 WIB, mata uang Garuda naik 14 poin atau 0,09% di Rp14.342 per 1 dolar Amerika Serikat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573355/rupiah-hari-ini-menguat-ke-rp14-342-usd-pasar-asia-pantau-kondisi-konflik-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573355/rupiah-hari-ini-menguat-ke-rp14-342-usd-pasar-asia-pantau-kondisi-konflik-rusia-ukraina"/><item><title>Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp14.342/USD, Pasar Asia Pantau Kondisi Konflik Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573355/rupiah-hari-ini-menguat-ke-rp14-342-usd-pasar-asia-pantau-kondisi-konflik-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/320/2573355/rupiah-hari-ini-menguat-ke-rp14-342-usd-pasar-asia-pantau-kondisi-konflik-rusia-ukraina</guid><pubDate>Selasa 05 April 2022 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/05/320/2573355/rupiah-hari-ini-menguat-ke-rp14-342-usd-pasar-asia-pantau-kondisi-konflik-rusia-ukraina-n4NgouYgCN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah hari ini menguat. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/05/320/2573355/rupiah-hari-ini-menguat-ke-rp14-342-usd-pasar-asia-pantau-kondisi-konflik-rusia-ukraina-n4NgouYgCN.jpg</image><title>Rupiah hari ini menguat. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai mata uang rupiah di pasar spot hari ini tumbuh atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (5/4/2022). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.20 WIB, mata uang Garuda naik 14 poin atau 0,09% di Rp14.342 per 1 dolar Amerika Serikat.

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik bergerak mixed atas dolar AS. Data Investing menunjukkan Dolar Hong Kong turun -0,01% di 7,8353, Won Korea Selatan naik 0,06% di 1.213,80, dan Ringgit Malaysia tertekan -0,06% di 4,2175.

Dolar Taiwan koreksi -0,09% di 28,646, Baht Thailand turun -0,22% di 33,515, Dolar Singapura anjlok -0,01% di 1,3566, dan Yuan China tertekan -0,01% di 6,3638.

Adapun Yen Jepang naik 0,22% di 122,50, Dolar Australia koreksi -0,01% di 0,7541, dan Peso Filipina menjulang 0,12% di 51,280.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 15 Poin di Rp14.370/USD
Indeks dolar yang mengukur kinerja sejumlah mata uang lainnya koreksi di level 98,95, setelah menguat selama tiga sesi berturut-turut merespons kabar terbaru perang Rusia dan Ukraina.

Hal ini mendorong investor mencari aset safe-haven di greenback.
Dolar sebelumnya sempat diuntungkan dari data pekerjaan non-pertanian AS pada Maret 2022 yang mendukung ekspektasi tambahan pengetatan setengah poin oleh Federal Reserve pada bulan depan.

&quot;Dolar melambung lebih tinggi karena perkembangan geopolitik terbaru,&quot; kata Analis Pasar Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dilansir Reuters, Selasa (5/4/2022).

Data pada Jumat lalu (1/4/2022) menunjukkan angka pengangguran AS pada Maret 2022 mencapai level terendah selama dua tahun sebesar 3,6%.
Hal ini membuat pasar menilai apakah angka tersebut akan memperkuat langkah Fed dengan menaikkan suku bunga agresif untuk mengatasi inflasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tak Bertenaga, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Rp14.360/USD
Sementara itu sanksi embargo terhadap Rusia juga terus menjadi perhatian pasar mengingat pasokan minyak dan gas Kremlin dinilai sangat dibutuhkan.

&quot;Sanksi yang lebih banyak tentu menunjukkan bahwa risiko gangguan energi di Eropa meningkat,&quot; kata Analis Mata Uang Commerzbank, Ulrich Leuchtmann.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai mata uang rupiah di pasar spot hari ini tumbuh atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (5/4/2022). Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 09.20 WIB, mata uang Garuda naik 14 poin atau 0,09% di Rp14.342 per 1 dolar Amerika Serikat.

Pasar uang di kawasan Asia Pasifik bergerak mixed atas dolar AS. Data Investing menunjukkan Dolar Hong Kong turun -0,01% di 7,8353, Won Korea Selatan naik 0,06% di 1.213,80, dan Ringgit Malaysia tertekan -0,06% di 4,2175.

Dolar Taiwan koreksi -0,09% di 28,646, Baht Thailand turun -0,22% di 33,515, Dolar Singapura anjlok -0,01% di 1,3566, dan Yuan China tertekan -0,01% di 6,3638.

Adapun Yen Jepang naik 0,22% di 122,50, Dolar Australia koreksi -0,01% di 0,7541, dan Peso Filipina menjulang 0,12% di 51,280.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat 15 Poin di Rp14.370/USD
Indeks dolar yang mengukur kinerja sejumlah mata uang lainnya koreksi di level 98,95, setelah menguat selama tiga sesi berturut-turut merespons kabar terbaru perang Rusia dan Ukraina.

Hal ini mendorong investor mencari aset safe-haven di greenback.
Dolar sebelumnya sempat diuntungkan dari data pekerjaan non-pertanian AS pada Maret 2022 yang mendukung ekspektasi tambahan pengetatan setengah poin oleh Federal Reserve pada bulan depan.

&quot;Dolar melambung lebih tinggi karena perkembangan geopolitik terbaru,&quot; kata Analis Pasar Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dilansir Reuters, Selasa (5/4/2022).

Data pada Jumat lalu (1/4/2022) menunjukkan angka pengangguran AS pada Maret 2022 mencapai level terendah selama dua tahun sebesar 3,6%.
Hal ini membuat pasar menilai apakah angka tersebut akan memperkuat langkah Fed dengan menaikkan suku bunga agresif untuk mengatasi inflasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tak Bertenaga, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Rp14.360/USD
Sementara itu sanksi embargo terhadap Rusia juga terus menjadi perhatian pasar mengingat pasokan minyak dan gas Kremlin dinilai sangat dibutuhkan.

&quot;Sanksi yang lebih banyak tentu menunjukkan bahwa risiko gangguan energi di Eropa meningkat,&quot; kata Analis Mata Uang Commerzbank, Ulrich Leuchtmann.</content:encoded></item></channel></rss>
