<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Milenial Bergaji Rp8 Juta Bisa Punya Rumah, PUPR Geber Hunian Vertikal Konsep TOD</title><description>Hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD) digemari generasi millenial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/470/2573373/milenial-bergaji-rp8-juta-bisa-punya-rumah-pupr-geber-hunian-vertikal-konsep-tod</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/470/2573373/milenial-bergaji-rp8-juta-bisa-punya-rumah-pupr-geber-hunian-vertikal-konsep-tod"/><item><title>Milenial Bergaji Rp8 Juta Bisa Punya Rumah, PUPR Geber Hunian Vertikal Konsep TOD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/470/2573373/milenial-bergaji-rp8-juta-bisa-punya-rumah-pupr-geber-hunian-vertikal-konsep-tod</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/05/470/2573373/milenial-bergaji-rp8-juta-bisa-punya-rumah-pupr-geber-hunian-vertikal-konsep-tod</guid><pubDate>Selasa 05 April 2022 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/05/470/2573373/milenial-bergaji-rp8-juta-bisa-punya-rumah-pupr-geber-hunian-vertikal-konsep-tod-oiCrBF524W.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hunian TOD digemari milenial (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/05/470/2573373/milenial-bergaji-rp8-juta-bisa-punya-rumah-pupr-geber-hunian-vertikal-konsep-tod-oiCrBF524W.jpeg</image><title>Hunian TOD digemari milenial (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD) digemari generasi millenial. Pembangunan hunian TOD dikebut agar generasi milenial dapat memiliki hunian pertama berkualitas dengan harga yang terjangkau.
&quot;Rusun berkonsep TOD ini juga banyak menjadi pilihan kalangan milenial yang diperkirakan jumlahnya mencapai 60% dari total populasi di Indonesia karena mendukung kemudahan dalam memenuhi pola hidup digital life,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Selasa (5/4/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga Pastikan Pemerintah Dukung Pengembangan Hunian Layak
TOD menuntut adanya keterpaduan antara pola dan struktur ruang wilayah, seperti perumahan, fasilitas komersial, ruang rekreasi dengan sarana transportasi umum yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Fatah juga mengatakan rusun menjadi salah satu solusi penyediaan perumahan di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan terutama di wilayah perkotaan.
BACA JUGA:Hunian Baru untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru Pakai Teknologi RISHA, Apa Itu?
&amp;ldquo;Dalam kesempatan ini, kami mendorong skema pembiayaan baru khususnya untuk satuan rumah susun, seperti Skema KPR Sewa Beli atau Rent-to-own bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta skema KPR Milenial yang terjangkau bagi milenial dengan penghasilan antara Rp8 juta sampai Rp12 juta,&amp;rdquo; katanya.Di samping skema pembiayaan rusun, untuk meningkatkan jumlah rumah  tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% menjadi 70% pada 2020-2024,  Kementerian PUPR memberikan sejumlah bantuan pembiayaan perumahan. Pada  TA 2022, Kementerian PUPR menyediakan tiga program bantuan pembiayaan  perumahan.
Pertama, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar  Rp23 triliun untuk 200.000 unit rumah. Kedua, Bantuan Pembiayaan  Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp888,46 miliar untuk 22.586  unit rumah dan ketiga fasilitasi pembiayaan perumahan melalui BP Tapera  sebesar Rp9,81 triliun untuk 109.000 unit rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Hunian vertikal berkonsep Transit Oriented Development (TOD) digemari generasi millenial. Pembangunan hunian TOD dikebut agar generasi milenial dapat memiliki hunian pertama berkualitas dengan harga yang terjangkau.
&quot;Rusun berkonsep TOD ini juga banyak menjadi pilihan kalangan milenial yang diperkirakan jumlahnya mencapai 60% dari total populasi di Indonesia karena mendukung kemudahan dalam memenuhi pola hidup digital life,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Selasa (5/4/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga Pastikan Pemerintah Dukung Pengembangan Hunian Layak
TOD menuntut adanya keterpaduan antara pola dan struktur ruang wilayah, seperti perumahan, fasilitas komersial, ruang rekreasi dengan sarana transportasi umum yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Fatah juga mengatakan rusun menjadi salah satu solusi penyediaan perumahan di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan terutama di wilayah perkotaan.
BACA JUGA:Hunian Baru untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru Pakai Teknologi RISHA, Apa Itu?
&amp;ldquo;Dalam kesempatan ini, kami mendorong skema pembiayaan baru khususnya untuk satuan rumah susun, seperti Skema KPR Sewa Beli atau Rent-to-own bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta skema KPR Milenial yang terjangkau bagi milenial dengan penghasilan antara Rp8 juta sampai Rp12 juta,&amp;rdquo; katanya.Di samping skema pembiayaan rusun, untuk meningkatkan jumlah rumah  tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% menjadi 70% pada 2020-2024,  Kementerian PUPR memberikan sejumlah bantuan pembiayaan perumahan. Pada  TA 2022, Kementerian PUPR menyediakan tiga program bantuan pembiayaan  perumahan.
Pertama, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar  Rp23 triliun untuk 200.000 unit rumah. Kedua, Bantuan Pembiayaan  Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp888,46 miliar untuk 22.586  unit rumah dan ketiga fasilitasi pembiayaan perumahan melalui BP Tapera  sebesar Rp9,81 triliun untuk 109.000 unit rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
