<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jualan Properti Laris Manis, Emiten DUTI Milik Konglomerat Eka Tjipta Raih Laba Rp659 Miliar</title><description>Anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan laba sebesar Rp659,89 miliar di 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/278/2574047/jualan-properti-laris-manis-emiten-duti-milik-konglomerat-eka-tjipta-raih-laba-rp659-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/278/2574047/jualan-properti-laris-manis-emiten-duti-milik-konglomerat-eka-tjipta-raih-laba-rp659-miliar"/><item><title>Jualan Properti Laris Manis, Emiten DUTI Milik Konglomerat Eka Tjipta Raih Laba Rp659 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/278/2574047/jualan-properti-laris-manis-emiten-duti-milik-konglomerat-eka-tjipta-raih-laba-rp659-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/278/2574047/jualan-properti-laris-manis-emiten-duti-milik-konglomerat-eka-tjipta-raih-laba-rp659-miliar</guid><pubDate>Rabu 06 April 2022 09:39 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/06/278/2574047/jualan-properti-laris-manis-emiten-duti-milik-konglomerat-eka-tjipta-raih-laba-rp659-miliar-PJRA8d3GDH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anak usaha BSDE alami kenaikan laba (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/06/278/2574047/jualan-properti-laris-manis-emiten-duti-milik-konglomerat-eka-tjipta-raih-laba-rp659-miliar-PJRA8d3GDH.jpg</image><title>Anak usaha BSDE alami kenaikan laba (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan laba sebesar Rp659,89 miliar di 2021. Direktur Utama DUTI Teky Mailoa mengatakan, pencapaian tersebut setara pertumbuhan 23,64% jika disandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp533,73 miliar.
&amp;ldquo;Pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja Pendapatan Usaha yang tumbuh 26,26%. Solidnya kinerja penjualan bersumber dari tingginya permintaan atas unit-unit properti yang kami pasarkan,&quot; ujar Teky dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi BEI, Rabu (5/4/2022).
BACA JUGA:Bumi Serpong Damai (BSDE) Kantongi Laba Rp1,35 Triliun di 2021, Naik 378%

Entitas Anak dari BSDE tersebut memiliki empat segmen pendapatan yakni Penjualan Tanah, Rumah Tinggal, Ruko dan Bangunan Strata Title, Sewa, Hotel dan lain-lain.
Segmen Penjualan Tanah, Rumah Tinggal, Ruko dan Bangunan Strata Title pada akhir tahun 2021 berhasil mendapatkan Rp1,60 triliun tumbuh 47,84% dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp1,08 triliun. Segmen ini berkontribusi terbesar terhadap total Pendapatan Usaha, yakni sebesar 73,63%.
Segmen Sewa dengan perolehan Rp444,85 miliar menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua dengan porsi 20,43% terhadap total Pendapatan Usaha.
BACA JUGA:MNC Group Investor Forum 2022 Hari Ini: WEGE, PTBA, DSNG &amp;amp; BSDE Cemerlang, Link untuk Besok Cek Di Sini!

&amp;ldquo;Kami meyakini segmen penjualan residensial akan memberikan kontribusi positif di tahun-tahun mendatang. Baik rumah tapak maupun apartemen,&amp;rdquo; ungkap Teky.
Adapun saat ini DUTI memiliki landbank/ cadangan lahan yang belum dikembangkan seluas 1.280 ha lebih, yang tersebar di Jabodetabek dan Surabaya Pertumbuhan Laba Kotor tercatat 4,05% menjadi Rp1,35 triliun. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha yang secara nominal lebih besar ketimbang akun Beban Pokok Penjualan.
Pada akhir 2021, akun Beban Pokok Penjualan tumbuh 94,43% menjadi Rp826,18 miliar. Kinerja positif laba berlanjut di akun Laba Usaha yang tumbuh 7,23% menjadi Rp622,71 miliar dibandingkan tahun lalu Rp580,71 miliar.Laba Sebelum Pajak naik 14,12% dari Rp640,83 miliar di tahun 2020  menjadi Rp731,32 miliar pada akhir tahun 2021. Pertumbuhan tersebut  ditopang salah-satunya oleh pencatatan Keuntungan dari Akuisisi Saham  Entitas Anak sebesar Rp153,99 miliar.
&amp;ldquo;Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, pada 2021 lalu. DUTI  mengakuisisi PT Itomas Kembangan Perdana yang merupakan pengembang  Aerium Apartemen yang berlokasi di Taman Permata Buana, Jakarta Barat,&amp;rdquo;  papar Teky.
Pada akhir tahun 2021, DUTI mencetak Laba Tahun Berjalan yang Dapat  Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp659,89 miliar.  Setara pertumbuhan 23,64% jika dibandingkan pencapaian akhir tahun 2020  sebesar Rp533,73 miliar.
&amp;ldquo;Kami optimis kinerja positif DUTI akan terus berlanjut di 2022.  Dukungan pemerintah dalam memberikan insentif dan kondisi perekonomian  yang semakin membaik paska pandemi menjadi faktor positif,&amp;rdquo; ungkap Teky.
DUTI saat ini memiliki cadangan real estat (proyek yang sedang  dikerjakan) senilai Rp3,75 triliun. Melalui penciptaan nilai yang  berkelanjutan akan menopang kinerja DUTI di masa mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) membukukan laba sebesar Rp659,89 miliar di 2021. Direktur Utama DUTI Teky Mailoa mengatakan, pencapaian tersebut setara pertumbuhan 23,64% jika disandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp533,73 miliar.
&amp;ldquo;Pencapaian tersebut ditopang oleh kinerja Pendapatan Usaha yang tumbuh 26,26%. Solidnya kinerja penjualan bersumber dari tingginya permintaan atas unit-unit properti yang kami pasarkan,&quot; ujar Teky dalam keterangan resmi di keterbukaan informasi BEI, Rabu (5/4/2022).
BACA JUGA:Bumi Serpong Damai (BSDE) Kantongi Laba Rp1,35 Triliun di 2021, Naik 378%

Entitas Anak dari BSDE tersebut memiliki empat segmen pendapatan yakni Penjualan Tanah, Rumah Tinggal, Ruko dan Bangunan Strata Title, Sewa, Hotel dan lain-lain.
Segmen Penjualan Tanah, Rumah Tinggal, Ruko dan Bangunan Strata Title pada akhir tahun 2021 berhasil mendapatkan Rp1,60 triliun tumbuh 47,84% dibandingkan pencapaian tahun lalu senilai Rp1,08 triliun. Segmen ini berkontribusi terbesar terhadap total Pendapatan Usaha, yakni sebesar 73,63%.
Segmen Sewa dengan perolehan Rp444,85 miliar menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua dengan porsi 20,43% terhadap total Pendapatan Usaha.
BACA JUGA:MNC Group Investor Forum 2022 Hari Ini: WEGE, PTBA, DSNG &amp;amp; BSDE Cemerlang, Link untuk Besok Cek Di Sini!

&amp;ldquo;Kami meyakini segmen penjualan residensial akan memberikan kontribusi positif di tahun-tahun mendatang. Baik rumah tapak maupun apartemen,&amp;rdquo; ungkap Teky.
Adapun saat ini DUTI memiliki landbank/ cadangan lahan yang belum dikembangkan seluas 1.280 ha lebih, yang tersebar di Jabodetabek dan Surabaya Pertumbuhan Laba Kotor tercatat 4,05% menjadi Rp1,35 triliun. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha yang secara nominal lebih besar ketimbang akun Beban Pokok Penjualan.
Pada akhir 2021, akun Beban Pokok Penjualan tumbuh 94,43% menjadi Rp826,18 miliar. Kinerja positif laba berlanjut di akun Laba Usaha yang tumbuh 7,23% menjadi Rp622,71 miliar dibandingkan tahun lalu Rp580,71 miliar.Laba Sebelum Pajak naik 14,12% dari Rp640,83 miliar di tahun 2020  menjadi Rp731,32 miliar pada akhir tahun 2021. Pertumbuhan tersebut  ditopang salah-satunya oleh pencatatan Keuntungan dari Akuisisi Saham  Entitas Anak sebesar Rp153,99 miliar.
&amp;ldquo;Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, pada 2021 lalu. DUTI  mengakuisisi PT Itomas Kembangan Perdana yang merupakan pengembang  Aerium Apartemen yang berlokasi di Taman Permata Buana, Jakarta Barat,&amp;rdquo;  papar Teky.
Pada akhir tahun 2021, DUTI mencetak Laba Tahun Berjalan yang Dapat  Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp659,89 miliar.  Setara pertumbuhan 23,64% jika dibandingkan pencapaian akhir tahun 2020  sebesar Rp533,73 miliar.
&amp;ldquo;Kami optimis kinerja positif DUTI akan terus berlanjut di 2022.  Dukungan pemerintah dalam memberikan insentif dan kondisi perekonomian  yang semakin membaik paska pandemi menjadi faktor positif,&amp;rdquo; ungkap Teky.
DUTI saat ini memiliki cadangan real estat (proyek yang sedang  dikerjakan) senilai Rp3,75 triliun. Melalui penciptaan nilai yang  berkelanjutan akan menopang kinerja DUTI di masa mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
