<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamax Naik, Jokowi: Tak Mungkin Kita Tak Naikkan Harga BBM</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pihaknya sudah sempat menahan agar harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tidak naik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574219/pertamax-naik-jokowi-tak-mungkin-kita-tak-naikkan-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574219/pertamax-naik-jokowi-tak-mungkin-kita-tak-naikkan-harga-bbm"/><item><title>Pertamax Naik, Jokowi: Tak Mungkin Kita Tak Naikkan Harga BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574219/pertamax-naik-jokowi-tak-mungkin-kita-tak-naikkan-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574219/pertamax-naik-jokowi-tak-mungkin-kita-tak-naikkan-harga-bbm</guid><pubDate>Rabu 06 April 2022 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/06/320/2574219/pertamax-naik-jokowi-tak-mungkin-kita-tak-naikkan-harga-bbm-ZGGyfuGizm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi soal kenaikkan harga BBM. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/06/320/2574219/pertamax-naik-jokowi-tak-mungkin-kita-tak-naikkan-harga-bbm-ZGGyfuGizm.jpg</image><title>Presiden Jokowi soal kenaikkan harga BBM. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pihaknya sudah sempat menahan agar harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tidak naik.

&quot;Gak mungkin kita tidak menaikan yang namanya BBM, oleh sebab itu kemaren naik pertamax,&quot; ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4/2022).

Jokowi mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengalami inflasi diangka 7,9% yang biasanya dibawah 1%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Pertamax Naik Jadi Rp12.500/Liter, Erick Thohir: Sepantasnya Berapa?
Dia mengatakan, di Uni Eropa juga mengalami inflasi hingga 7,5 dan Turki telah masuk diangka 54 persen.
BACA JUGA:25% Masyarakat RI Beralih ke Pertalite Usai Harga Pertamax Naik
&quot;Angka-angka seperti ini akan membawa kita yang saya kira sudah kita tahan-tahan, agar tidak terjadi kenaikan tetapi saya kira situasinya memang tidak memungkinkan,&quot; ungkapnya.
Sehingga, Jokowi meminta kepada menteri kabinet agar selalu waspada dan selalu melakukan perhitungan mengenai kenaikan energi dan juga pangan.

&quot;Dua hal ini yang menjadi sangat sangat penting sekali untuk terus kita waspadai bersama dan harus selalu diraparkan di konsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pihaknya sudah sempat menahan agar harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tidak naik.

&quot;Gak mungkin kita tidak menaikan yang namanya BBM, oleh sebab itu kemaren naik pertamax,&quot; ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4/2022).

Jokowi mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah mengalami inflasi diangka 7,9% yang biasanya dibawah 1%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Harga Pertamax Naik Jadi Rp12.500/Liter, Erick Thohir: Sepantasnya Berapa?
Dia mengatakan, di Uni Eropa juga mengalami inflasi hingga 7,5 dan Turki telah masuk diangka 54 persen.
BACA JUGA:25% Masyarakat RI Beralih ke Pertalite Usai Harga Pertamax Naik
&quot;Angka-angka seperti ini akan membawa kita yang saya kira sudah kita tahan-tahan, agar tidak terjadi kenaikan tetapi saya kira situasinya memang tidak memungkinkan,&quot; ungkapnya.
Sehingga, Jokowi meminta kepada menteri kabinet agar selalu waspada dan selalu melakukan perhitungan mengenai kenaikan energi dan juga pangan.

&quot;Dua hal ini yang menjadi sangat sangat penting sekali untuk terus kita waspadai bersama dan harus selalu diraparkan di konsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
