<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seleksi Bos OJK, Anggota DPR ke Mahendra Siregar: Kalau Tak Terpilih Masih Jabat Wamen?</title><description>Komisi XI mempertanyakan stastus Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574299/seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574299/seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen"/><item><title>Seleksi Bos OJK, Anggota DPR ke Mahendra Siregar: Kalau Tak Terpilih Masih Jabat Wamen?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574299/seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/320/2574299/seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen</guid><pubDate>Rabu 06 April 2022 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/06/320/2574299/seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen-1yiireq9eU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahendra Siregar jalani fit and proper test OJK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/06/320/2574299/seleksi-bos-ojk-anggota-dpr-ke-mahendra-siregar-kalau-tak-terpilih-masih-jabat-wamen-1yiireq9eU.jpg</image><title>Mahendra Siregar jalani fit and proper test OJK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi XI mempertanyakan stastus Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Status Mahendra Siregar yang juga merupakan calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditanyakan dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
Dalam tanya jawab dengan anggota DPR, banyak anggota yang mempertanyakan keputusan Mahendra, karena dirinya masih menjabat sebagai Wamenlu dan justru mengikuti proses seleksi DK OJK untuk jabatan lima tahun ke depan.
BACA JUGA:Calon Bos OJK Darwin Cyril Soroti Aset Perbankan Indonesia yang Rendah

Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun pun menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan bagaimana nasib posisi Wamenlu yang diemban oleh Mahendra andaikan dirinya terpilih maupun tidak terpilih.
&quot;Jadi, bapak ini kan anggota kabinet, nah, saya ingin tahu, karena kalau bapak terpilih ini memiliki implikasi ketatanegaraan, bapak tentunya harus mundur. Lalu, kalau tidak terpilih, apakah bapak masih tetap menjabat sebagai Wamen?,&quot; tanya Misbakhun kepada Mahendra, Rabu (6/4/2022).
BACA JUGA:Mahendra Siregar Jalani Fit and Proper Test Calon DK OJK, Ini Targetnya

Dia juga mengkritisi bahwa Mahendra ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diumumkan ke seluruh rakyat Indonesia. Misbakhun pun mempertanyakan apakah Mahendra sudah mengantongi izin dari Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, baik secara lisan ataupun tertulis dalam mengikuti proses seleksi ini.
&quot;Saya ingin tahu wujud izinnya apa tertulis atau verbal. Proses pembicaraannya bagaimana? Biar publik bisa jelas. Kenapa? Karena kalau bapak memilih untuk mengajukan untuk menjadi Ketua DK OJK, jabatan yang telah ditunjuk Pak Presiden itu sudah tidak penting lagi saat ini,&quot; ucap Misbakhun.Dia juga mempertanyakan alasan atau motif Mahendra di balik  meninggalkan jabatan Wamenlu yang sangat penting dan ditunjuk langsung.
&quot;Sehingga bapak merasa mempunyai kemampuan, kapasitas, knowledge, dan  hal lain, sehingga bapak memilih menjadi ketua dewan komisioner OJK?,&quot;  ungkap Misbakhun.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahendra pun tidak memberikan respons  yang spesifik. Dia mengarahkan jawabannya ke permasalahan sektor jasa  keuangan. &quot;Sekalipun memang persoalan yang dihadapi pada konteks sektor  jasa keuangan dan beberapa kasus yang mengemuka, baik skala besar,  menengah kecil, dan terkait investasi ilegal dan transaksi berbasis  online namun di lain pihak, sebenarnya potensi luar biasa dari sektor  jasa keuangan adalah untuk keseluruhan pembangunan nasional dan  pertumbuhan yang benar-benar berkelanjutan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi XI mempertanyakan stastus Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Luar Negeri. Status Mahendra Siregar yang juga merupakan calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditanyakan dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
Dalam tanya jawab dengan anggota DPR, banyak anggota yang mempertanyakan keputusan Mahendra, karena dirinya masih menjabat sebagai Wamenlu dan justru mengikuti proses seleksi DK OJK untuk jabatan lima tahun ke depan.
BACA JUGA:Calon Bos OJK Darwin Cyril Soroti Aset Perbankan Indonesia yang Rendah

Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun pun menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan bagaimana nasib posisi Wamenlu yang diemban oleh Mahendra andaikan dirinya terpilih maupun tidak terpilih.
&quot;Jadi, bapak ini kan anggota kabinet, nah, saya ingin tahu, karena kalau bapak terpilih ini memiliki implikasi ketatanegaraan, bapak tentunya harus mundur. Lalu, kalau tidak terpilih, apakah bapak masih tetap menjabat sebagai Wamen?,&quot; tanya Misbakhun kepada Mahendra, Rabu (6/4/2022).
BACA JUGA:Mahendra Siregar Jalani Fit and Proper Test Calon DK OJK, Ini Targetnya

Dia juga mengkritisi bahwa Mahendra ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diumumkan ke seluruh rakyat Indonesia. Misbakhun pun mempertanyakan apakah Mahendra sudah mengantongi izin dari Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, baik secara lisan ataupun tertulis dalam mengikuti proses seleksi ini.
&quot;Saya ingin tahu wujud izinnya apa tertulis atau verbal. Proses pembicaraannya bagaimana? Biar publik bisa jelas. Kenapa? Karena kalau bapak memilih untuk mengajukan untuk menjadi Ketua DK OJK, jabatan yang telah ditunjuk Pak Presiden itu sudah tidak penting lagi saat ini,&quot; ucap Misbakhun.Dia juga mempertanyakan alasan atau motif Mahendra di balik  meninggalkan jabatan Wamenlu yang sangat penting dan ditunjuk langsung.
&quot;Sehingga bapak merasa mempunyai kemampuan, kapasitas, knowledge, dan  hal lain, sehingga bapak memilih menjadi ketua dewan komisioner OJK?,&quot;  ungkap Misbakhun.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Mahendra pun tidak memberikan respons  yang spesifik. Dia mengarahkan jawabannya ke permasalahan sektor jasa  keuangan. &quot;Sekalipun memang persoalan yang dihadapi pada konteks sektor  jasa keuangan dan beberapa kasus yang mengemuka, baik skala besar,  menengah kecil, dan terkait investasi ilegal dan transaksi berbasis  online namun di lain pihak, sebenarnya potensi luar biasa dari sektor  jasa keuangan adalah untuk keseluruhan pembangunan nasional dan  pertumbuhan yang benar-benar berkelanjutan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
