<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Tantangan Kembangkan Smart City di Indonesia</title><description>Indonesia melakukan penataan adanya kawasan hijau sehingga mewujudkan kota berkelanjutan hidup orang-orang yang tinggal di dalamnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/470/2574320/ini-tantangan-kembangkan-smart-city-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/470/2574320/ini-tantangan-kembangkan-smart-city-di-indonesia"/><item><title>Ini Tantangan Kembangkan Smart City di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/470/2574320/ini-tantangan-kembangkan-smart-city-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/06/470/2574320/ini-tantangan-kembangkan-smart-city-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 06 April 2022 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/06/470/2574320/ini-tantangan-kembangkan-smart-city-di-indonesia-QAWCEDEUiL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Kembangkan Smart City di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/06/470/2574320/ini-tantangan-kembangkan-smart-city-di-indonesia-QAWCEDEUiL.jpg</image><title>Tantangan Kembangkan Smart City di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia melakukan penataan adanya kawasan hijau sehingga mewujudkan kota berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di dalamnya. Salah satu cara merealisasikan hal tersebut adalah smart city.
Chief Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengungkapkan tantangan membangun smart city. Di mana pengembang  harus memperhatikan lingkungan sekitar.
Dia mencontohkan, dalam pembangunan BSD City yang diinisiasi oleh Sinar Mas Land, kawasan yang berada di Tangerang Selatan tersebut hanya memiliki 35% area pembangunan. Sementara, luas kawasan jalan dan hijau mencapai 65%.
BACA JUGA:Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera

Dengan banyaknya kawasan hijau tersebut, diharapkan dapat mewujudkan kota berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Kemudian, lanjut Irawan, untuk mendukung tiga tujuan pembangunan smart city, pengembang juga harus melakukan strategi yang tepat. Mulai dari membangun sumber daya manusia atau menemukan orang-orang berbakat untuk mengembangkan kota pintar, memperkuat sisi infrastruktur seperti fiber optic untuk internet, air dan listrik, hingga konektivitas area pejalan kaki.
BACA JUGA:Perluas Bisnis, Krakatau Steel Bidik Pasar Properti di IKN

&amp;ldquo;Pembangunan suatu kota adalah bagaimana kita mengelola stakeholders, anak sekolah, ibu rumah tangga, pemilik bisnis, pengunjung. Kita harus mengaplikasikan teknologi untuk membantu mereka. Untuk menjembatani kebutuhan dari tiap stakeholder ini,&amp;rdquo; jelas Irawan.Namun demikian, dalam mengembangkan sebuah smart city tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh pengembang swasta, melainkan harus dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, terutama pengembang teknologi.
&amp;ldquo;Untuk membangun infrastruktur smart city itu nggak murah, jadi kita perlu mitra untuk berkolaborasi, bagaimana cara memonetisasinya. Lalu, ketika kita membangun smart city seperti green initiative, kita perlu dukungan pemerintah. Sekarang kan sudah ada obligasi hijau dan insentif pajak. Jadi kami harap ada insentif bagi kami yang melakukan pembangunan kota dan manusianya,&amp;rdquo; ujar Irawan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia melakukan penataan adanya kawasan hijau sehingga mewujudkan kota berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di dalamnya. Salah satu cara merealisasikan hal tersebut adalah smart city.
Chief Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengungkapkan tantangan membangun smart city. Di mana pengembang  harus memperhatikan lingkungan sekitar.
Dia mencontohkan, dalam pembangunan BSD City yang diinisiasi oleh Sinar Mas Land, kawasan yang berada di Tangerang Selatan tersebut hanya memiliki 35% area pembangunan. Sementara, luas kawasan jalan dan hijau mencapai 65%.
BACA JUGA:Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera

Dengan banyaknya kawasan hijau tersebut, diharapkan dapat mewujudkan kota berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Kemudian, lanjut Irawan, untuk mendukung tiga tujuan pembangunan smart city, pengembang juga harus melakukan strategi yang tepat. Mulai dari membangun sumber daya manusia atau menemukan orang-orang berbakat untuk mengembangkan kota pintar, memperkuat sisi infrastruktur seperti fiber optic untuk internet, air dan listrik, hingga konektivitas area pejalan kaki.
BACA JUGA:Perluas Bisnis, Krakatau Steel Bidik Pasar Properti di IKN

&amp;ldquo;Pembangunan suatu kota adalah bagaimana kita mengelola stakeholders, anak sekolah, ibu rumah tangga, pemilik bisnis, pengunjung. Kita harus mengaplikasikan teknologi untuk membantu mereka. Untuk menjembatani kebutuhan dari tiap stakeholder ini,&amp;rdquo; jelas Irawan.Namun demikian, dalam mengembangkan sebuah smart city tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh pengembang swasta, melainkan harus dilakukan bersama-sama dengan berbagai pihak, terutama pengembang teknologi.
&amp;ldquo;Untuk membangun infrastruktur smart city itu nggak murah, jadi kita perlu mitra untuk berkolaborasi, bagaimana cara memonetisasinya. Lalu, ketika kita membangun smart city seperti green initiative, kita perlu dukungan pemerintah. Sekarang kan sudah ada obligasi hijau dan insentif pajak. Jadi kami harap ada insentif bagi kami yang melakukan pembangunan kota dan manusianya,&amp;rdquo; ujar Irawan.</content:encoded></item></channel></rss>
