<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inarno Djajadi Sebut Tantangan OJK dalam Pasar Modal</title><description>Inarno Djajadi mengungkap tantangan pengembangan pasar modal yang akan dihadapi oleh OJK ke depannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/278/2574834/inarno-djajadi-sebut-tantangan-ojk-dalam-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/278/2574834/inarno-djajadi-sebut-tantangan-ojk-dalam-pasar-modal"/><item><title>Inarno Djajadi Sebut Tantangan OJK dalam Pasar Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/278/2574834/inarno-djajadi-sebut-tantangan-ojk-dalam-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/278/2574834/inarno-djajadi-sebut-tantangan-ojk-dalam-pasar-modal</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/278/2574834/inarno-djajadi-sebut-tantangan-ojk-dalam-pasar-modal-FTQN3c4aV7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inarno Djajadi beberkan tantangan OJK di sektor pasar modal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/278/2574834/inarno-djajadi-sebut-tantangan-ojk-dalam-pasar-modal-FTQN3c4aV7.jpg</image><title>Inarno Djajadi beberkan tantangan OJK di sektor pasar modal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Inarno Djajadi mengungkap tantangan pengembangan pasar modal yang akan dihadapi oleh OJK ke depannya. Calon Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjabarkan tantangan terdiri dari tantangan jangka pendek, menengah, dan panjang.
BACA JUGA:Ikut Seleksi Calon Bos OJK, Mahendra Siregar: Saya Sudah Dapat Izin Presiden Jokowi

&quot;Untuk jangka pendek, tantangannya adalah upaya exit policy sebagai rangkaian pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19,&quot; ujar Inarno dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di hadapan anggota-anggota Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis(7/4/2022).
BACA JUGA:Seleksi Bos OJK, Anggota DPR ke Mahendra Siregar: Kalau Tak Terpilih Masih Jabat Wamen?

Dia mengatakan bahwa untuk tantangan jangka menengah dan panjang OJK, adalah masih rendahnya literasi keuangan nasional. Khususnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan jasa di bidang pasar modal.
&quot;Juga rendahnya tingkat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan, di mana per Oktober 2021 hanya 3,21% secara yoy yang tidak diimbangi dengan cepatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang 9,4% di periode yang sama,&quot; ungkap Inarno.Tantangan lainnya, sambung dia, adalah belum optimalnya peran  pembiayaan dari pasar modal dalam membangun perekonomian nasional yang  tercermin pada tingkat kapitalisasi pasar saham.
&quot;Ditambah kurangnya jangkauan produk dan layanan sektor jasa keuangan  untuk mendukung pertumbuhan sektor riil ekonomi daerah, khususnya UKM,&quot;  pungkas Inarno.</description><content:encoded>JAKARTA - Inarno Djajadi mengungkap tantangan pengembangan pasar modal yang akan dihadapi oleh OJK ke depannya. Calon Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini menjabarkan tantangan terdiri dari tantangan jangka pendek, menengah, dan panjang.
BACA JUGA:Ikut Seleksi Calon Bos OJK, Mahendra Siregar: Saya Sudah Dapat Izin Presiden Jokowi

&quot;Untuk jangka pendek, tantangannya adalah upaya exit policy sebagai rangkaian pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19,&quot; ujar Inarno dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di hadapan anggota-anggota Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis(7/4/2022).
BACA JUGA:Seleksi Bos OJK, Anggota DPR ke Mahendra Siregar: Kalau Tak Terpilih Masih Jabat Wamen?

Dia mengatakan bahwa untuk tantangan jangka menengah dan panjang OJK, adalah masih rendahnya literasi keuangan nasional. Khususnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan jasa di bidang pasar modal.
&quot;Juga rendahnya tingkat pertumbuhan penyaluran kredit perbankan, di mana per Oktober 2021 hanya 3,21% secara yoy yang tidak diimbangi dengan cepatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang 9,4% di periode yang sama,&quot; ungkap Inarno.Tantangan lainnya, sambung dia, adalah belum optimalnya peran  pembiayaan dari pasar modal dalam membangun perekonomian nasional yang  tercermin pada tingkat kapitalisasi pasar saham.
&quot;Ditambah kurangnya jangkauan produk dan layanan sektor jasa keuangan  untuk mendukung pertumbuhan sektor riil ekonomi daerah, khususnya UKM,&quot;  pungkas Inarno.</content:encoded></item></channel></rss>
