<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus Level USD113,5/Barel di Maret</title><description>Harga minyak mentah Indonesia (ICP) tembus level USD113,5 per barel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574649/harga-minyak-mentah-indonesia-tembus-level-usd113-5-barel-di-maret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574649/harga-minyak-mentah-indonesia-tembus-level-usd113-5-barel-di-maret"/><item><title>Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus Level USD113,5/Barel di Maret</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574649/harga-minyak-mentah-indonesia-tembus-level-usd113-5-barel-di-maret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574649/harga-minyak-mentah-indonesia-tembus-level-usd113-5-barel-di-maret</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2574649/harga-minyak-mentah-indonesia-tembus-level-usd113-5-barel-di-maret-rnYQUpZXfS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak mentah Indonesia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2574649/harga-minyak-mentah-indonesia-tembus-level-usd113-5-barel-di-maret-rnYQUpZXfS.jpg</image><title>Harga minyak mentah Indonesia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak mentah Indonesia (ICP) tembus level USD113,5 per barel. Harga minyak mentah Indonesia naik akibat konflik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut sehingga mengerek harga minyak mentah di pasar internasional.
Pasokan minyak mentah dunia yang terganggu dampak dari perang di Eropa Timur itu membuat ICP Maret naik sebesar USD17,78 per barel dari sebelumnya USD95,72 per barel pada Februari 2022. Penetapan harga rata-rata minyak mentah itu tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 33.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2022 tanggal 1 April 2022.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi USD95,7/Barel akibat Perang Rusia-Ukraina

&quot;Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2022 ditetapkan sebesar USD113,5 per barel,&quot; demikian bunyi diktum keempat keputusan tersebut yang dikutip di Jakarta, Kamis (7/4/2022).
Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, selain terganggunya pasokan minyak mentah global seiring terjadinya konflik Rusia-Ukraina, juga pengenaan sanksi dan kegagalan infrastruktur produksi di negara-negara penghasil minyak mentah.
Tim Harga Minyak Indonesia menyampaikan bahwa pengenaan sanksi negara-negara barat atas ekspor minyak mentah Rusia berpotensi menambah defisit pasokan minyak mentah global di saat permintaan minyak mentah global mulai mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Invasi Rusia Dorong Harga Minyak Mentah Indonesia Jadi USD95,7/Barel

Kemudian, konflik yang terjadi di anggota OPEC+ hingga sabotase di negara-negara Afrika Barat dan perang sipil di Libya menyebabkan berkurangnya produksi dan kegagalan dalam pemenuhan kuota produksi.
Selain itu, kegagalan infrastruktur akibat serangan badai juga melumpuhkan fasilitas ekspor di Kazakhstan.
Tim Harga Minyak Indonesia juga mengatakan bahwa kenaikan harga minyak itu juga dipicu pasokan minyak minyak dunia terhadap pengenaan sanksi atas ekspor minyak mentah Rusia berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global sebesar 1,2 juta sampai 4,5 juta barel per hari.Saat ini, OPEC+ tetap pada kesepakatan awal untuk meningkatkan  pasokan hanya sebesar 400 ribu barel per hari. Arab Saudi dan UEA  sebagai produsen dengan kapasitas cadangan yang besar dan mampu untuk  meningkatkan produksi secara instan, sejauh ini tidak menunjukkan  kesediaan untuk melakukan peningkatan produksi.
Selanjutnya, terganggunya fasilitas ekspor Caspian Pipeline  Consortium (CPC) di Kazakhstan akibat serangan badai berpotensi  mengganggu penyaluran minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari. Badan  Energi Internasional memprediksikan defisit pada neraca kesetimbangan  pasokan dan permintaan minyak mentah global sebesar 700 ribu barel per  hari pada kuartal kedua tahun 2022.
Adapun dalam laporan OPEC terdapat revisi penurunan proyeksi produksi  minyak mentah negara-negara Non-OPEC tahun ini sebesar 12 ribu barel  per hari menjadi 66,59 juta barel per hari dibandingkan proyeksi laporan  Februari 2022.
Sementara itu, kesimpulan Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan ada  peningkatan proyeksi permintaan minyak dunia pada tahun ini sebesar 100  ribu barel per hari menjadi 100,9 juta barel per hari dibandingkan  proyeksi laporan Februari 2022.
Sedangkan peningkatan harga terkait stok minyak dipengaruhi oleh  penurunan stok industri negara-negara OECD pada Februari 2022 hingga  29,8 juta barel dibandingkan Januari 2022. Pada akhir Januari 2022, stok  industri negara-negara OECD mencapai 335 juta barel di bawah rata-rata  lima tahun terakhir dan berada pada posisi terendah selama delapan tahun  terakhir.Berdasarkan laporan mingguan Badan Administrasi Informasi Energi   Amerika Serikat (EIA) penurunan stok Amerika Serikat pada Maret 2022   dibandingkan bulan sebelumnya, sebagai berikut:
&amp;bull; Stok minyak mentah komersial turun 3,5 juta barel menjadi 409,9 juta barel.
&amp;bull; Stok gasoline turun 7,2 juta barel menjadi 238,8 juta barel.
&amp;bull; Stok distillate turun 5,6 juta barel menjadi 113,5 juta barel.
Tim Harga Minyak Indonesia juga menyampaikan bahwa untuk kawasan Asia   Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh   faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh pernyataan pemerintah   China yang akan meluncurkan lebih banyak kebijakan untuk mendukung   peningkatan ekonomi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak mentah Indonesia (ICP) tembus level USD113,5 per barel. Harga minyak mentah Indonesia naik akibat konflik Rusia-Ukraina yang masih berlanjut sehingga mengerek harga minyak mentah di pasar internasional.
Pasokan minyak mentah dunia yang terganggu dampak dari perang di Eropa Timur itu membuat ICP Maret naik sebesar USD17,78 per barel dari sebelumnya USD95,72 per barel pada Februari 2022. Penetapan harga rata-rata minyak mentah itu tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 33.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2022 tanggal 1 April 2022.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi USD95,7/Barel akibat Perang Rusia-Ukraina

&quot;Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Maret 2022 ditetapkan sebesar USD113,5 per barel,&quot; demikian bunyi diktum keempat keputusan tersebut yang dikutip di Jakarta, Kamis (7/4/2022).
Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, selain terganggunya pasokan minyak mentah global seiring terjadinya konflik Rusia-Ukraina, juga pengenaan sanksi dan kegagalan infrastruktur produksi di negara-negara penghasil minyak mentah.
Tim Harga Minyak Indonesia menyampaikan bahwa pengenaan sanksi negara-negara barat atas ekspor minyak mentah Rusia berpotensi menambah defisit pasokan minyak mentah global di saat permintaan minyak mentah global mulai mengalami peningkatan.
BACA JUGA:Invasi Rusia Dorong Harga Minyak Mentah Indonesia Jadi USD95,7/Barel

Kemudian, konflik yang terjadi di anggota OPEC+ hingga sabotase di negara-negara Afrika Barat dan perang sipil di Libya menyebabkan berkurangnya produksi dan kegagalan dalam pemenuhan kuota produksi.
Selain itu, kegagalan infrastruktur akibat serangan badai juga melumpuhkan fasilitas ekspor di Kazakhstan.
Tim Harga Minyak Indonesia juga mengatakan bahwa kenaikan harga minyak itu juga dipicu pasokan minyak minyak dunia terhadap pengenaan sanksi atas ekspor minyak mentah Rusia berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah global sebesar 1,2 juta sampai 4,5 juta barel per hari.Saat ini, OPEC+ tetap pada kesepakatan awal untuk meningkatkan  pasokan hanya sebesar 400 ribu barel per hari. Arab Saudi dan UEA  sebagai produsen dengan kapasitas cadangan yang besar dan mampu untuk  meningkatkan produksi secara instan, sejauh ini tidak menunjukkan  kesediaan untuk melakukan peningkatan produksi.
Selanjutnya, terganggunya fasilitas ekspor Caspian Pipeline  Consortium (CPC) di Kazakhstan akibat serangan badai berpotensi  mengganggu penyaluran minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari. Badan  Energi Internasional memprediksikan defisit pada neraca kesetimbangan  pasokan dan permintaan minyak mentah global sebesar 700 ribu barel per  hari pada kuartal kedua tahun 2022.
Adapun dalam laporan OPEC terdapat revisi penurunan proyeksi produksi  minyak mentah negara-negara Non-OPEC tahun ini sebesar 12 ribu barel  per hari menjadi 66,59 juta barel per hari dibandingkan proyeksi laporan  Februari 2022.
Sementara itu, kesimpulan Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan ada  peningkatan proyeksi permintaan minyak dunia pada tahun ini sebesar 100  ribu barel per hari menjadi 100,9 juta barel per hari dibandingkan  proyeksi laporan Februari 2022.
Sedangkan peningkatan harga terkait stok minyak dipengaruhi oleh  penurunan stok industri negara-negara OECD pada Februari 2022 hingga  29,8 juta barel dibandingkan Januari 2022. Pada akhir Januari 2022, stok  industri negara-negara OECD mencapai 335 juta barel di bawah rata-rata  lima tahun terakhir dan berada pada posisi terendah selama delapan tahun  terakhir.Berdasarkan laporan mingguan Badan Administrasi Informasi Energi   Amerika Serikat (EIA) penurunan stok Amerika Serikat pada Maret 2022   dibandingkan bulan sebelumnya, sebagai berikut:
&amp;bull; Stok minyak mentah komersial turun 3,5 juta barel menjadi 409,9 juta barel.
&amp;bull; Stok gasoline turun 7,2 juta barel menjadi 238,8 juta barel.
&amp;bull; Stok distillate turun 5,6 juta barel menjadi 113,5 juta barel.
Tim Harga Minyak Indonesia juga menyampaikan bahwa untuk kawasan Asia   Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh   faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh pernyataan pemerintah   China yang akan meluncurkan lebih banyak kebijakan untuk mendukung   peningkatan ekonomi.</content:encoded></item></channel></rss>
