<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diminta Tambah Cadangan BBM Jadi 30 Hari, Dirut Pertamina: Kami Tak Sanggup</title><description>PT Pertamina (Persero) diminta menambah cadangan BBM dari 21 hari menjadi 30 hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574803/diminta-tambah-cadangan-bbm-jadi-30-hari-dirut-pertamina-kami-tak-sanggup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574803/diminta-tambah-cadangan-bbm-jadi-30-hari-dirut-pertamina-kami-tak-sanggup"/><item><title>Diminta Tambah Cadangan BBM Jadi 30 Hari, Dirut Pertamina: Kami Tak Sanggup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574803/diminta-tambah-cadangan-bbm-jadi-30-hari-dirut-pertamina-kami-tak-sanggup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574803/diminta-tambah-cadangan-bbm-jadi-30-hari-dirut-pertamina-kami-tak-sanggup</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2574803/diminta-tambah-cadangan-bbm-jadi-30-hari-dirut-pertamina-kami-tak-sanggup-njznod1tKG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina tak sanggup menambah cadangan BBM dari 21 hari menjadi 30 hari (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2574803/diminta-tambah-cadangan-bbm-jadi-30-hari-dirut-pertamina-kami-tak-sanggup-njznod1tKG.jpg</image><title>Pertamina tak sanggup menambah cadangan BBM dari 21 hari menjadi 30 hari (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) diminta menambah cadangan BBM dari 21 hari menjadi 30 hari. Menanggapi hal tersebut, perseroan mengaku tak sanggup karena keterbatasan anggaran.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan pemenuhan stok energi nasional selama 21 hari saja menelan anggaran sebesar USD6,7 miliar atau setara Rp96,2 triliun. Jumlah ini didasarkan pada harga pasar saat ini.
BACA JUGA:Beli Pertalite dengan Jeriken Dilarang! Pertamina: Untuk Pengecer Tidak Dibenarkan Itu Ilegal

Manajemen akan merogoh atau menambah dana sebesar USD3 miliar, bila perseroan dituntut memenuhi energi dalam jangka waktu 30 hari. Nicke pun mengakui pihaknya tidak menyanggupi dana tersebut.
&quot;Kalau kami sekarang 21 hari saja dengan harga sekarang ini (pasar), bebannya senilai USD6,7 miliar untuk memaintain (biaya) cadangan 21 hari operasi pertamina dan itu harus ideal USD6,7 miliar. Jadi kalau ini harus ditambahkan lagi dihitung saja ke 30 hari saja, nambah USD3 miliar, kami gak sanggup,&quot; ungkap Nicke saat RDP bersama Komisi VII DPR RI, dikutip  Kamis (7/4/2022).
BACA JUGA:Dirut Pertamina soal Subsidi LPG 3 Kg hingga Pertalite, Tanda-Tanda Harga Mau Naik Lagi?

Ketahanan energi yang dimaksud meliputi produk avtur, biosolar, dexlite, fame, ido, lero, MFO 180, MFO 380, pertalite, pertamax, pertamax turbo, Pertamina dex, premium, hingga solar.Dia mencatat, cadangan yang ada di Pertamina saat ini sudah cukup  aman untuk pasokan energi 21 hari. &quot;Yang di Pertamina adalah cadangan  operasi dan menurut kami dengan sistem distribusi yang ada cadangan 21  hari sudah cukup,&quot; ungkap dia.
Di lain sisi, Nicke mencatat produsen migas yang menjual Bahan Bakar  Minyak (BBM) tidak hanya Pertamina. Karena itu, diperlukan kebijakan  yang mengatur ihwal strategic fuel reserve. Dia pun meminta Komisi VII  menjadikan hal ini sebagai agenda legislatif.
&quot;Kalau berbicara mengenai badan usaha yang menjual BBM bukan hanya  Pertamina saja. Jadi kalau bicara strategic fuel reserve  ini memang  dikelola oleh negara ini yang harus menjadi agenda komisi VII,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) diminta menambah cadangan BBM dari 21 hari menjadi 30 hari. Menanggapi hal tersebut, perseroan mengaku tak sanggup karena keterbatasan anggaran.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan pemenuhan stok energi nasional selama 21 hari saja menelan anggaran sebesar USD6,7 miliar atau setara Rp96,2 triliun. Jumlah ini didasarkan pada harga pasar saat ini.
BACA JUGA:Beli Pertalite dengan Jeriken Dilarang! Pertamina: Untuk Pengecer Tidak Dibenarkan Itu Ilegal

Manajemen akan merogoh atau menambah dana sebesar USD3 miliar, bila perseroan dituntut memenuhi energi dalam jangka waktu 30 hari. Nicke pun mengakui pihaknya tidak menyanggupi dana tersebut.
&quot;Kalau kami sekarang 21 hari saja dengan harga sekarang ini (pasar), bebannya senilai USD6,7 miliar untuk memaintain (biaya) cadangan 21 hari operasi pertamina dan itu harus ideal USD6,7 miliar. Jadi kalau ini harus ditambahkan lagi dihitung saja ke 30 hari saja, nambah USD3 miliar, kami gak sanggup,&quot; ungkap Nicke saat RDP bersama Komisi VII DPR RI, dikutip  Kamis (7/4/2022).
BACA JUGA:Dirut Pertamina soal Subsidi LPG 3 Kg hingga Pertalite, Tanda-Tanda Harga Mau Naik Lagi?

Ketahanan energi yang dimaksud meliputi produk avtur, biosolar, dexlite, fame, ido, lero, MFO 180, MFO 380, pertalite, pertamax, pertamax turbo, Pertamina dex, premium, hingga solar.Dia mencatat, cadangan yang ada di Pertamina saat ini sudah cukup  aman untuk pasokan energi 21 hari. &quot;Yang di Pertamina adalah cadangan  operasi dan menurut kami dengan sistem distribusi yang ada cadangan 21  hari sudah cukup,&quot; ungkap dia.
Di lain sisi, Nicke mencatat produsen migas yang menjual Bahan Bakar  Minyak (BBM) tidak hanya Pertamina. Karena itu, diperlukan kebijakan  yang mengatur ihwal strategic fuel reserve. Dia pun meminta Komisi VII  menjadikan hal ini sebagai agenda legislatif.
&quot;Kalau berbicara mengenai badan usaha yang menjual BBM bukan hanya  Pertamina saja. Jadi kalau bicara strategic fuel reserve  ini memang  dikelola oleh negara ini yang harus menjadi agenda komisi VII,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
