<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Rusia-Ukraina Bikin Batu Bara RI Laris Manis di Eropa   </title><description>Konflik Rusia-Ukraina tak kunjung selesai. Kondisi ini memberi peluang ekspor batu bara yang besar untuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574918/perang-rusia-ukraina-bikin-batu-bara-ri-laris-manis-di-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574918/perang-rusia-ukraina-bikin-batu-bara-ri-laris-manis-di-eropa"/><item><title>Perang Rusia-Ukraina Bikin Batu Bara RI Laris Manis di Eropa   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574918/perang-rusia-ukraina-bikin-batu-bara-ri-laris-manis-di-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2574918/perang-rusia-ukraina-bikin-batu-bara-ri-laris-manis-di-eropa</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2574918/perang-rusia-ukraina-bikin-batu-bara-ri-laris-manis-di-eropa-Rkq7jutIgp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu Bara RI Diminati Pasar Eropa. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2574918/perang-rusia-ukraina-bikin-batu-bara-ri-laris-manis-di-eropa-Rkq7jutIgp.jpg</image><title>Batu Bara RI Diminati Pasar Eropa. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina tak kunjung selesai. Kondisi ini memberi peluang ekspor batu bara yang besar untuk Indonesia.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan, beberapa negara di Eropa tengah melakukan penjajakan untuk mencari batu bara yang kualitasnya sesuai dengan yang mereka butuhkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Debu Batu Bara di Marunda, Kemenhub Turun Tangan
&quot;Sejak pecah perang, beberapa potential buyer dari negara Eropa sudah menjajaki ke Indonesia. Kami juga dikontak oleh Kedubes masing-masing untuk membantu memfasilitasi potential buyers dan supplier tersebut,&quot; ujar Hendra dalam Market Review IDX Channel, Kamis (7/4/2022).
Menurutnya, negara Eropa mengalami kesulitan mendapat pasokan batu bara karena selama ini kebutuhannya dipenuhi Rusia. Namun seperti yang kita tahu, Eropa tidak mengimpor komoditas energi dari Rusia berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Batu Bara Murah, Vietnam Incar Produksi Indonesia
Rusia sendiri adalah eksportir batu bara terbesar ke-3 dunia dengan jumlah sekitar 200 juta ton. Sebanyak 120-130 juta ton diekspor ke negara-negara di Asia Timur dan India.
&quot;Dan sisanya 60-70 juta ton diekspor ke Eropa. Nah ini yang menjadi peluang,&quot; ungkapnya.Hendra mengaku, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan batu bara Indonesia karena selama ini Indonesia mengekspor batu bara ke negara-negara Asia.
&quot;Selama ini Eropa bukan jadi market tradisional kita. Eropa itu kecil sekali (porsi ekspor), tapi karen ada kondisi ini, ada peluang. Tapi tetap ada keterbatasan,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina tak kunjung selesai. Kondisi ini memberi peluang ekspor batu bara yang besar untuk Indonesia.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengungkapkan, beberapa negara di Eropa tengah melakukan penjajakan untuk mencari batu bara yang kualitasnya sesuai dengan yang mereka butuhkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Atasi Debu Batu Bara di Marunda, Kemenhub Turun Tangan
&quot;Sejak pecah perang, beberapa potential buyer dari negara Eropa sudah menjajaki ke Indonesia. Kami juga dikontak oleh Kedubes masing-masing untuk membantu memfasilitasi potential buyers dan supplier tersebut,&quot; ujar Hendra dalam Market Review IDX Channel, Kamis (7/4/2022).
Menurutnya, negara Eropa mengalami kesulitan mendapat pasokan batu bara karena selama ini kebutuhannya dipenuhi Rusia. Namun seperti yang kita tahu, Eropa tidak mengimpor komoditas energi dari Rusia berkaitan dengan perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Batu Bara Murah, Vietnam Incar Produksi Indonesia
Rusia sendiri adalah eksportir batu bara terbesar ke-3 dunia dengan jumlah sekitar 200 juta ton. Sebanyak 120-130 juta ton diekspor ke negara-negara di Asia Timur dan India.
&quot;Dan sisanya 60-70 juta ton diekspor ke Eropa. Nah ini yang menjadi peluang,&quot; ungkapnya.Hendra mengaku, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan batu bara Indonesia karena selama ini Indonesia mengekspor batu bara ke negara-negara Asia.
&quot;Selama ini Eropa bukan jadi market tradisional kita. Eropa itu kecil sekali (porsi ekspor), tapi karen ada kondisi ini, ada peluang. Tapi tetap ada keterbatasan,&quot; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
