<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Isu Kenaikan Harga Pertalite hingga Gas 3 Kg Bikin Orang RI Panik</title><description>Fahmy Radhi menyebut isu kenaikan harga Pertalite dan gas melon atau elpiji ukuran 3 kg berpotensi menyulut kepanikan berbelanja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2575004/duh-isu-kenaikan-harga-pertalite-hingga-gas-3-kg-bikin-orang-ri-panik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2575004/duh-isu-kenaikan-harga-pertalite-hingga-gas-3-kg-bikin-orang-ri-panik"/><item><title>Duh! Isu Kenaikan Harga Pertalite hingga Gas 3 Kg Bikin Orang RI Panik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2575004/duh-isu-kenaikan-harga-pertalite-hingga-gas-3-kg-bikin-orang-ri-panik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/07/320/2575004/duh-isu-kenaikan-harga-pertalite-hingga-gas-3-kg-bikin-orang-ri-panik</guid><pubDate>Kamis 07 April 2022 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2575004/duh-isu-kenaikan-harga-pertalite-hingga-gas-3-kg-bikin-orang-ri-panik-lhAHY6SIfo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM Pertalite (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/07/320/2575004/duh-isu-kenaikan-harga-pertalite-hingga-gas-3-kg-bikin-orang-ri-panik-lhAHY6SIfo.jpg</image><title>BBM Pertalite (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyebut isu kenaikan harga Pertalite dan gas melon atau elpiji ukuran 3 kg berpotensi menyulut kepanikan berbelanja, yang beresiko menyebabkan kelangkaan di masyarakat.&amp;nbsp;
&quot;Isu itu berpotensi menyulut panic buying. Kelangkaan Pertalite di berbagai SPBU barangkali merupakan panic buying setelah mengetahui isu tersebut,&quot; kata Fahmi dikutip Antara di Jakarta, Kamis (7/4/2022).
BACA JUGA:Beli Pertalite dengan Jeriken Dilarang! Pertamina: Untuk Pengecer Tidak Dibenarkan Itu Ilegal
Saat ini isu kenaikan harga Pertalite dan elpiji tiga kilogram kian nyaring terdengar, meski pemerintah secara resmi belum memutuskan apakah harga dua komoditas energi itu benar-benar jadi naik.
Fahmy meminta supaya harga Pertalite dan gas melon tidak dinaikkan dalam waktu dekat. Pemerintah perlu menunggu sampai harga minyak dunia sudah mencapai keseimbangan pasar.
&quot;Kenaikan Pertalite dan gas melon akan menaikkan inflasi dan makin memperburuk daya beli masyarakat serta memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:BPKN Minta Sanksi Tegas Oknum Pengusaha Minyak Goreng Nakal
Hal senada juga disampaikan ekonom dari Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet.Ia mengatakan tanpa memasukkan faktor kenaikan harga Pertalite dan elpiji, tekanan inflasi sudah relatif tinggi karena dipengaruhi oleh beragam hal, termasuk di dalamnya kenaikan harga energi global, kebijakan tarif PPN, harga Pertamax yang sudah naik terlebih dahulu dan pola musiman ketika bulan Ramadhan.
&quot;Sekarang ditambah wacana kenaikan Pertalite dan elpiji tentu tekanan terhadap inflasi di tahun ini berpeluang semakin lebih tinggi. Tentu yang perlu diwaspadai apakah kenaikan inflasi ini masih bisa dikompensasi oleh daya beli masyarakat,&quot; jelas Yusuf.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menyebut isu kenaikan harga Pertalite dan gas melon atau elpiji ukuran 3 kg berpotensi menyulut kepanikan berbelanja, yang beresiko menyebabkan kelangkaan di masyarakat.&amp;nbsp;
&quot;Isu itu berpotensi menyulut panic buying. Kelangkaan Pertalite di berbagai SPBU barangkali merupakan panic buying setelah mengetahui isu tersebut,&quot; kata Fahmi dikutip Antara di Jakarta, Kamis (7/4/2022).
BACA JUGA:Beli Pertalite dengan Jeriken Dilarang! Pertamina: Untuk Pengecer Tidak Dibenarkan Itu Ilegal
Saat ini isu kenaikan harga Pertalite dan elpiji tiga kilogram kian nyaring terdengar, meski pemerintah secara resmi belum memutuskan apakah harga dua komoditas energi itu benar-benar jadi naik.
Fahmy meminta supaya harga Pertalite dan gas melon tidak dinaikkan dalam waktu dekat. Pemerintah perlu menunggu sampai harga minyak dunia sudah mencapai keseimbangan pasar.
&quot;Kenaikan Pertalite dan gas melon akan menaikkan inflasi dan makin memperburuk daya beli masyarakat serta memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:BPKN Minta Sanksi Tegas Oknum Pengusaha Minyak Goreng Nakal
Hal senada juga disampaikan ekonom dari Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet.Ia mengatakan tanpa memasukkan faktor kenaikan harga Pertalite dan elpiji, tekanan inflasi sudah relatif tinggi karena dipengaruhi oleh beragam hal, termasuk di dalamnya kenaikan harga energi global, kebijakan tarif PPN, harga Pertamax yang sudah naik terlebih dahulu dan pola musiman ketika bulan Ramadhan.
&quot;Sekarang ditambah wacana kenaikan Pertalite dan elpiji tentu tekanan terhadap inflasi di tahun ini berpeluang semakin lebih tinggi. Tentu yang perlu diwaspadai apakah kenaikan inflasi ini masih bisa dikompensasi oleh daya beli masyarakat,&quot; jelas Yusuf.</content:encoded></item></channel></rss>
