<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Inflasi Efek Kenaikan Harga Komoditas</title><description>Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak inflasi dari kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575653/sri-mulyani-waspadai-inflasi-efek-kenaikan-harga-komoditas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575653/sri-mulyani-waspadai-inflasi-efek-kenaikan-harga-komoditas"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Inflasi Efek Kenaikan Harga Komoditas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575653/sri-mulyani-waspadai-inflasi-efek-kenaikan-harga-komoditas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575653/sri-mulyani-waspadai-inflasi-efek-kenaikan-harga-komoditas</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/320/2575653/sri-mulyani-waspadai-inflasi-efek-kenaikan-harga-komoditas-jw3HDtJduh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani waspadai kenaikan inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/320/2575653/sri-mulyani-waspadai-inflasi-efek-kenaikan-harga-komoditas-jw3HDtJduh.jpeg</image><title>Menkeu Sri Mulyani waspadai kenaikan inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak inflasi dari kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina. Apalagi saat ini tensi geopolitik perang di Ukraina tengah meningkat
Hal ini dikatakan Sri saat berbicara pada ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM) Session with International Financial Institutions secara daring pada Jumat (8/4/2022).
BACA JUGA:Cara Sri Mulyani Selamatkan Ekonomi RI dari Krisis akibat Covid-19

&amp;ldquo;Efek limpahan kenaikan harga komoditas yang sangat ekstrim yang kemudian membuat inflasi ini menciptakan tantangan pada pilihan kebijakan yang sangat kompleks di masing-masing negara baik itu melalui pengetatan kebijakan fiskal-moneter untuk menstabilkan inflasi atau akan terus mendukung pemulihan ekonomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang selama dua tahun ini menderita akibat pandemi. Ini benar-benar suatu tantangan yang sangat serius bagi semua pembuat kebijakan termasuk di ASEAN,&amp;rdquo; jelas Sri.
BACA JUGA:Lantik Direksi Baru Geo Dipa Energi, Sri Mulyani Soroti EBT

Bagi Indonesia yang merupakan negara penghasil komoditas, Sri mengatakan bahwa peningkatan harga komoditas ini di satu sisi secara implisit akan mendorong peningkatan pendapatan negara sehingga akan lebih mudah bagi Indonesia untuk secara gradual menurunkan defisitnya dari tahun ke tahun, namun di sisi lain juga menciptakan pilihan kebijakan untuk memberikan tambahan subsidi bagi masyarakat untuk melindungi mereka dari dampak inflasi.&amp;ldquo;Pilihan kebijakan bagi kita (Indonesia) yang pasti pertama adalah  kita harus melindungi masyarakat dari guncangan lainnya pasca pandemi,  yang kedua terus mendukung pemulihan ekonomi terutama dari sisi bisnis  dan produksi, namun yang ketiga kita harus terus menjaga kesehatan  fiscal tools kita agar berkelanjutan dan terus menciptakan stabilitas,&amp;rdquo;  lanjut dia.
Sri juga menekankan pentingnya memperkuat kerjasama regional terlebih  lagi dalam situasi global yang menantang seperti saat ini. Menurutnya,  ASEAN harus menunjukkan sebagai role model bahwa kerjasama dapat terus  dilanjutkan untuk melindungi kinerja ekonomi regional yang relatif baik  saat ini, dan melindungi masyarakat serta dunia usaha dari guncangan  akibat pandemi dan kenaikan harga komoditas.
&amp;ldquo;Saya sangat menghargai kerjasama yang kuat dan berkelanjutan dari  ASEAN, dan kami berharap semangat kerjasama seperti ini akan terus  berlanjut dan menjadi simbol yang sangat penting dari organisasi ASEAN,&amp;rdquo;  terang Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak inflasi dari kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia-Ukraina. Apalagi saat ini tensi geopolitik perang di Ukraina tengah meningkat
Hal ini dikatakan Sri saat berbicara pada ASEAN Finance Minister and Central Bank Governor Meeting (AFMGM) Session with International Financial Institutions secara daring pada Jumat (8/4/2022).
BACA JUGA:Cara Sri Mulyani Selamatkan Ekonomi RI dari Krisis akibat Covid-19

&amp;ldquo;Efek limpahan kenaikan harga komoditas yang sangat ekstrim yang kemudian membuat inflasi ini menciptakan tantangan pada pilihan kebijakan yang sangat kompleks di masing-masing negara baik itu melalui pengetatan kebijakan fiskal-moneter untuk menstabilkan inflasi atau akan terus mendukung pemulihan ekonomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang selama dua tahun ini menderita akibat pandemi. Ini benar-benar suatu tantangan yang sangat serius bagi semua pembuat kebijakan termasuk di ASEAN,&amp;rdquo; jelas Sri.
BACA JUGA:Lantik Direksi Baru Geo Dipa Energi, Sri Mulyani Soroti EBT

Bagi Indonesia yang merupakan negara penghasil komoditas, Sri mengatakan bahwa peningkatan harga komoditas ini di satu sisi secara implisit akan mendorong peningkatan pendapatan negara sehingga akan lebih mudah bagi Indonesia untuk secara gradual menurunkan defisitnya dari tahun ke tahun, namun di sisi lain juga menciptakan pilihan kebijakan untuk memberikan tambahan subsidi bagi masyarakat untuk melindungi mereka dari dampak inflasi.&amp;ldquo;Pilihan kebijakan bagi kita (Indonesia) yang pasti pertama adalah  kita harus melindungi masyarakat dari guncangan lainnya pasca pandemi,  yang kedua terus mendukung pemulihan ekonomi terutama dari sisi bisnis  dan produksi, namun yang ketiga kita harus terus menjaga kesehatan  fiscal tools kita agar berkelanjutan dan terus menciptakan stabilitas,&amp;rdquo;  lanjut dia.
Sri juga menekankan pentingnya memperkuat kerjasama regional terlebih  lagi dalam situasi global yang menantang seperti saat ini. Menurutnya,  ASEAN harus menunjukkan sebagai role model bahwa kerjasama dapat terus  dilanjutkan untuk melindungi kinerja ekonomi regional yang relatif baik  saat ini, dan melindungi masyarakat serta dunia usaha dari guncangan  akibat pandemi dan kenaikan harga komoditas.
&amp;ldquo;Saya sangat menghargai kerjasama yang kuat dan berkelanjutan dari  ASEAN, dan kami berharap semangat kerjasama seperti ini akan terus  berlanjut dan menjadi simbol yang sangat penting dari organisasi ASEAN,&amp;rdquo;  terang Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
