<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Diproduksi, Siap Tancap Gas 350 Km/Jam</title><description>Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mencatat kemajuan, dengan seluruh rangkaian Electric Multiple Unit (EMU).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575867/rangkaian-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-diproduksi-siap-tancap-gas-350-km-jam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575867/rangkaian-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-diproduksi-siap-tancap-gas-350-km-jam"/><item><title>Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai Diproduksi, Siap Tancap Gas 350 Km/Jam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575867/rangkaian-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-diproduksi-siap-tancap-gas-350-km-jam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/320/2575867/rangkaian-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-diproduksi-siap-tancap-gas-350-km-jam</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/320/2575867/rangkaian-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-diproduksi-siap-tancap-gas-350-km-jam-hMNcC1WJxj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: KCIC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/320/2575867/rangkaian-kereta-cepat-jakarta-bandung-selesai-diproduksi-siap-tancap-gas-350-km-jam-hMNcC1WJxj.jpg</image><title>Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: KCIC)</title></images><description>JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mencatat kemajuan, dengan seluruh rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berjumlah 11 unit sudah selesai diproduksi di CRRC Sifang, Qingdao, provinsi Shandong, Tiongkok.
&quot;Di tengah persiapan untuk uji coba KCJB pada November nanti, bisa kami sampaikan jika seluruh EMU dan 1 CIT untuk KCJB telah selesai produksi dan sekarang sedang memasuki tahap static commissioning dan dynamic test,&amp;rdquo; papar Presiden Direktur KCJB, Dwiyana Slamet Riyadi, dikutip dari Antara, Jumat (8/4/2022).
BACA JUGA:Luhut Ajak Kepala Negara G20 Lihat Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Putin Ikut?

Rangkaian EMU dan CIT ditargetkan tiba di Indonesia pada semester II-2022. EMU merupakan rangkaian kereta cepat dengan spesifikasi canggih dan mampu memonitor bahaya seperti bencana gempa bumi, banjir, hingga serangan objek asing, serta tahan api.
&amp;ldquo;Seperti rancangan konstruksinya, rangkaian EMU dan CIT KCJB juga dirancang sesuai dengan kondisi geologis di pulau Jawa. Di dalamnya terdapat teknologi canggih berupa disaster monitoring sehingga kereta ini bukan hanya mampu melesat dengan cepat, namun juga memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan yang sangat tinggi,&amp;rdquo; jelas Dwiyana.
BACA JUGA:Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kecepatan 420 Km/Jam dan Anti Petir

Sistem keamanan yang terpasang dalam rangkaian EMU KCJB akan ditopang oleh berbagai instrument keamanan seperti Dispatching Monitoring Center, sensor pendeteksi ancaman di sepanjang trase KCJB, dan Disaster Monitoring Terminal di Tegalluar sebagai pusat pengelolaan data kebencanaan. Selain itu, ada juga instrumen pengamatan langsung di lapangan dengan CCTV yang tersambung ke command center KCJB untuk mengirim informasi visual.
Ditambahkan Dwiyana, operasional KCJB ditopang dengan teknologi CTSC 3/GSM-R network dan fiber optik yang sudah terbukti secara global dalam hal keselamatan perkeretaapian, khususnya kereta cepat. Lalu, terdapat juga Internal dan Eksternal Lighting Protection System pada konstruksi KCJB.
&amp;ldquo;Sistem keamanan KCJB tidak hanya terpasang pada rangkaian EMU. Mulai dari Tegalluar, dan di sepanjang trase KCJB, Kami sudah siapkan berbagai sistem keamanan tingkat tinggi agar KCJB dapat melesat dengan baik dan optimal,&amp;rdquo; kata Dwiyana.Dengan kecepatan operasional yang mencapai 350 km/jam, rangkaian EMU  KCJB juga memiliki kemampuan untuk meminimalisasi getaran dan  kebisingan. Baik itu yang berasal dari akselerasi kereta maupun yang  bersumber dari luar sehingga penumpang bisa merasakan pengalaman  bepergian dengan kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan kenyamanan  yang tinggi.
Meskipun di dalamnya tersemat teknologi modern, EMU KCJB juga tetap  memiliki muatan lokal. Hal ini dapat dilihat dari bentuknya yang  terinspirasi dari Komodo sebagai hewan endemik Indonesia. Interiornya  pun dilengkapi motif batik Megamendung sehingga perpaduan  modern-tradisional dalam interior kereta semakin terasa.
Pada rangkaian EMU KCJB, terdapat beberapa kelas yang bisa dipilih  penumpang. Diantaranya VIP Class, First Class, hingga Second Class.  Lalu, terdapat pula fasilitas Dining Car, fasilitas untuk difabel,  Charging Port, sampai Luggage Storage.
Untuk CIT KCJB, Dwiyana mengatakan rangkaian kereta ini dirancang  untuk kebutuhan ujicoba dan maintenance KCJB. CIT atau kereta inspeksi  sudah memiliki kelengkapan untuk memenuhi kebutuhan inspeksi sesuai  dengan kondisi geologis di sepanjang trase KCJB.
Kereta inspeksi ini dirancang agar dapat mendeteksi kondisi lintasan,  pengukuran listrik aliran atas atau Overhead Contact System (OCS),  pengujian dan pemeriksaan jaringan komunikasi, sistem sinyal, serta  dinamika dan integrasi rel-roda dalam kecepatan tinggi hingga 350  km/jam.
Disamping itu, kereta inspeksi ini dilengkapi sistem yang dapat  mengumpulkan, memproses, dan menganalisa data terkait kondisi lintasan  yang dilaluinya secara otomatis, realtime, dan menyeluruh. Dwiyana  menegaskan kemampuan ini sangat dibutuhkan di industri kereta cepat agar  proses pemeliharaan infrastruktur kereta cepat dapat berjalan optimal  dan efisien.
&amp;ldquo;Di samping teknologi yang sama canggihnya dengan EMU, CIT KCJB punya  kemampuan untuk memenuhi semua kebutuhan ujicoba dan maintenance KCJB.  Teknologinya sudah tertanam untuk melakukan tugas tersebut dengan  sebaik-baiknya. Jadi kehadiran CIT KCJB ini sangat penting untuk  operasional dan keselamatan kereta cepat,&amp;rdquo; jelas Dwiyana.</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung mencatat kemajuan, dengan seluruh rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berjumlah 11 unit sudah selesai diproduksi di CRRC Sifang, Qingdao, provinsi Shandong, Tiongkok.
&quot;Di tengah persiapan untuk uji coba KCJB pada November nanti, bisa kami sampaikan jika seluruh EMU dan 1 CIT untuk KCJB telah selesai produksi dan sekarang sedang memasuki tahap static commissioning dan dynamic test,&amp;rdquo; papar Presiden Direktur KCJB, Dwiyana Slamet Riyadi, dikutip dari Antara, Jumat (8/4/2022).
BACA JUGA:Luhut Ajak Kepala Negara G20 Lihat Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Putin Ikut?

Rangkaian EMU dan CIT ditargetkan tiba di Indonesia pada semester II-2022. EMU merupakan rangkaian kereta cepat dengan spesifikasi canggih dan mampu memonitor bahaya seperti bencana gempa bumi, banjir, hingga serangan objek asing, serta tahan api.
&amp;ldquo;Seperti rancangan konstruksinya, rangkaian EMU dan CIT KCJB juga dirancang sesuai dengan kondisi geologis di pulau Jawa. Di dalamnya terdapat teknologi canggih berupa disaster monitoring sehingga kereta ini bukan hanya mampu melesat dengan cepat, namun juga memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan yang sangat tinggi,&amp;rdquo; jelas Dwiyana.
BACA JUGA:Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kecepatan 420 Km/Jam dan Anti Petir

Sistem keamanan yang terpasang dalam rangkaian EMU KCJB akan ditopang oleh berbagai instrument keamanan seperti Dispatching Monitoring Center, sensor pendeteksi ancaman di sepanjang trase KCJB, dan Disaster Monitoring Terminal di Tegalluar sebagai pusat pengelolaan data kebencanaan. Selain itu, ada juga instrumen pengamatan langsung di lapangan dengan CCTV yang tersambung ke command center KCJB untuk mengirim informasi visual.
Ditambahkan Dwiyana, operasional KCJB ditopang dengan teknologi CTSC 3/GSM-R network dan fiber optik yang sudah terbukti secara global dalam hal keselamatan perkeretaapian, khususnya kereta cepat. Lalu, terdapat juga Internal dan Eksternal Lighting Protection System pada konstruksi KCJB.
&amp;ldquo;Sistem keamanan KCJB tidak hanya terpasang pada rangkaian EMU. Mulai dari Tegalluar, dan di sepanjang trase KCJB, Kami sudah siapkan berbagai sistem keamanan tingkat tinggi agar KCJB dapat melesat dengan baik dan optimal,&amp;rdquo; kata Dwiyana.Dengan kecepatan operasional yang mencapai 350 km/jam, rangkaian EMU  KCJB juga memiliki kemampuan untuk meminimalisasi getaran dan  kebisingan. Baik itu yang berasal dari akselerasi kereta maupun yang  bersumber dari luar sehingga penumpang bisa merasakan pengalaman  bepergian dengan kereta cepat pertama di Asia Tenggara dengan kenyamanan  yang tinggi.
Meskipun di dalamnya tersemat teknologi modern, EMU KCJB juga tetap  memiliki muatan lokal. Hal ini dapat dilihat dari bentuknya yang  terinspirasi dari Komodo sebagai hewan endemik Indonesia. Interiornya  pun dilengkapi motif batik Megamendung sehingga perpaduan  modern-tradisional dalam interior kereta semakin terasa.
Pada rangkaian EMU KCJB, terdapat beberapa kelas yang bisa dipilih  penumpang. Diantaranya VIP Class, First Class, hingga Second Class.  Lalu, terdapat pula fasilitas Dining Car, fasilitas untuk difabel,  Charging Port, sampai Luggage Storage.
Untuk CIT KCJB, Dwiyana mengatakan rangkaian kereta ini dirancang  untuk kebutuhan ujicoba dan maintenance KCJB. CIT atau kereta inspeksi  sudah memiliki kelengkapan untuk memenuhi kebutuhan inspeksi sesuai  dengan kondisi geologis di sepanjang trase KCJB.
Kereta inspeksi ini dirancang agar dapat mendeteksi kondisi lintasan,  pengukuran listrik aliran atas atau Overhead Contact System (OCS),  pengujian dan pemeriksaan jaringan komunikasi, sistem sinyal, serta  dinamika dan integrasi rel-roda dalam kecepatan tinggi hingga 350  km/jam.
Disamping itu, kereta inspeksi ini dilengkapi sistem yang dapat  mengumpulkan, memproses, dan menganalisa data terkait kondisi lintasan  yang dilaluinya secara otomatis, realtime, dan menyeluruh. Dwiyana  menegaskan kemampuan ini sangat dibutuhkan di industri kereta cepat agar  proses pemeliharaan infrastruktur kereta cepat dapat berjalan optimal  dan efisien.
&amp;ldquo;Di samping teknologi yang sama canggihnya dengan EMU, CIT KCJB punya  kemampuan untuk memenuhi semua kebutuhan ujicoba dan maintenance KCJB.  Teknologinya sudah tertanam untuk melakukan tugas tersebut dengan  sebaik-baiknya. Jadi kehadiran CIT KCJB ini sangat penting untuk  operasional dan keselamatan kereta cepat,&amp;rdquo; jelas Dwiyana.</content:encoded></item></channel></rss>
