<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Okupansi Sektor Perkantoran Diproyeksi Capai 77% di 2022</title><description>Okupansi sektor perkantoran diproyeksi mencapai 77% tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/470/2575531/okupansi-sektor-perkantoran-diproyeksi-capai-77-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/470/2575531/okupansi-sektor-perkantoran-diproyeksi-capai-77-di-2022"/><item><title>Okupansi Sektor Perkantoran Diproyeksi Capai 77% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/470/2575531/okupansi-sektor-perkantoran-diproyeksi-capai-77-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/470/2575531/okupansi-sektor-perkantoran-diproyeksi-capai-77-di-2022</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/470/2575531/okupansi-sektor-perkantoran-diproyeksi-capai-77-di-2022-1fLf9Qpphn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Okupansi sektor perkantoran capai 77% tahun ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/470/2575531/okupansi-sektor-perkantoran-diproyeksi-capai-77-di-2022-1fLf9Qpphn.jpg</image><title>Okupansi sektor perkantoran capai 77% tahun ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Okupansi sektor perkantoran diproyeksi mencapai 77% tahun ini. Namun Konsultan Properti Coillers International Indonesia menilai peningkatan okupansi sektor perkantoran menghadapi tantangan.
Senior Director Office Service Colliers Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan angka tersebut dapat dicapai dengan diiringi oleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
BACA JUGA:Imbas WFH, Sektor Perkantoran Dinilai Paling Berat Pulih dari Pandemi Covid-19

&quot;Secara hitungannya kalau pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonominya 5,6%, atau 5% saja itu akan sangat membantu kenaikan tingkat okupansi,&quot; ujar Bagus dalam Market Review IDX Channel, Jumat (8/4/2022).
Oleh sebab itu menurutnya pelaku industri khususnya di sektor properti menantikan target pertumbuhan ekonomi yang sudah di proyeksikan oleh pemerintah, yang berada di atas angka 5%.
BACA JUGA:Menko Luhut Sulap Area Perkantoran Jadi Pusat Produk UMKM

&quot;Kalau meleset ya mungkin tidak sampai pada 77% lagi, malah bisa kurang dari 75% (okupansinya),&quot; tutur Bagus.Menurutnya pertumbuhan okupansi tersebut juga sudah terlihat pada  kuartal I Transaksi yang sempat mengalami pending pada tahun sebelumnya,  80% eksekusi relocation dari kuartal I 2021.
&quot;Itu kan tanda-tanda bahwa confident level perusahaan ini untuk  eksekusi atau pindah dari gedung yang baru itu dilakukan,&quot; kata Bagus.
Menurutnya selama 2 tahun ini jamannya pandemi rata-rata perusahaan  melakukan perpanjangan sewa, hal tersebut dikarenakan ketidakpastian  global dan ekonomi.
&quot;Perpanjangan saja deh (selama pandemi), sekarang mulai banyak  cenderung eksekusi relocation, itu memberikan positif science,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Okupansi sektor perkantoran diproyeksi mencapai 77% tahun ini. Namun Konsultan Properti Coillers International Indonesia menilai peningkatan okupansi sektor perkantoran menghadapi tantangan.
Senior Director Office Service Colliers Indonesia Bagus Adikusumo mengatakan angka tersebut dapat dicapai dengan diiringi oleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
BACA JUGA:Imbas WFH, Sektor Perkantoran Dinilai Paling Berat Pulih dari Pandemi Covid-19

&quot;Secara hitungannya kalau pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonominya 5,6%, atau 5% saja itu akan sangat membantu kenaikan tingkat okupansi,&quot; ujar Bagus dalam Market Review IDX Channel, Jumat (8/4/2022).
Oleh sebab itu menurutnya pelaku industri khususnya di sektor properti menantikan target pertumbuhan ekonomi yang sudah di proyeksikan oleh pemerintah, yang berada di atas angka 5%.
BACA JUGA:Menko Luhut Sulap Area Perkantoran Jadi Pusat Produk UMKM

&quot;Kalau meleset ya mungkin tidak sampai pada 77% lagi, malah bisa kurang dari 75% (okupansinya),&quot; tutur Bagus.Menurutnya pertumbuhan okupansi tersebut juga sudah terlihat pada  kuartal I Transaksi yang sempat mengalami pending pada tahun sebelumnya,  80% eksekusi relocation dari kuartal I 2021.
&quot;Itu kan tanda-tanda bahwa confident level perusahaan ini untuk  eksekusi atau pindah dari gedung yang baru itu dilakukan,&quot; kata Bagus.
Menurutnya selama 2 tahun ini jamannya pandemi rata-rata perusahaan  melakukan perpanjangan sewa, hal tersebut dikarenakan ketidakpastian  global dan ekonomi.
&quot;Perpanjangan saja deh (selama pandemi), sekarang mulai banyak  cenderung eksekusi relocation, itu memberikan positif science,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
