<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada Investasi Bodong Pakai Robot Trading! Banyak Telan Korban dengan Janji Manis</title><description>Waspada modus robot trading yang memakai skema Ponzi atau MLM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/622/2575659/waspada-investasi-bodong-pakai-robot-trading-banyak-telan-korban-dengan-janji-manis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/622/2575659/waspada-investasi-bodong-pakai-robot-trading-banyak-telan-korban-dengan-janji-manis"/><item><title>Waspada Investasi Bodong Pakai Robot Trading! Banyak Telan Korban dengan Janji Manis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/622/2575659/waspada-investasi-bodong-pakai-robot-trading-banyak-telan-korban-dengan-janji-manis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/08/622/2575659/waspada-investasi-bodong-pakai-robot-trading-banyak-telan-korban-dengan-janji-manis</guid><pubDate>Jum'at 08 April 2022 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/08/622/2575659/waspada-investasi-bodong-pakai-robot-trading-banyak-telan-korban-dengan-janji-manis-5nx6OVECsI.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada modus investasi bodong robot trading (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/08/622/2575659/waspada-investasi-bodong-pakai-robot-trading-banyak-telan-korban-dengan-janji-manis-5nx6OVECsI.jpeg</image><title>Waspada modus investasi bodong robot trading (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Waspada modus robot trading yang memakai skema Ponzi atau MLM. Robot trading memakan banyak korban yang mengikuti investasi jenis ini kerugiannya mencapai triliunan rupiah.
Dalam unggahan Instagram milik Pengamat TI dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, @sutadiheru, robot trading yang sudah memakan korban di antaranya Net89 dengan 2.126 korban, Fahrenheit sebanyak 20.000 korban, dan Evotrade sebanyak 5.000-6.000 korban.
BACA JUGA:Polri Tetapkan 12 Tersangka Kasus Robot Trading DNA Pro, 7 Orang DPO 

Adapun jenis robot trading lainnya yang memakan korban dan mencatatkan kerugian miliaran hingga triliunan yakni Viral Blast Global (VB), Fin888, Binomo, DNA Pro Akademi, EA Copet, Mark AI, dan FBS Binary Option.
Berkaca dari data tersebut, Heru mengatakan, investasi digital kekinian perlu diwaspadai karena merugikan pengguna dalam jumlah banyak dan nilai besar.
BACA JUGA:Polri Ungkap Ratusan Korban Robot Trading Fahrenheit Rugi Rp480 Miliar

&quot;Kalau dari jumlah pengguna yang menjadi korban dan nilainya banyak, artinya ini ada persoalan. Baik dari sisi regulator, pengawas, pelaku usaha dan pengertian masyarakat terhadap investasi digital baru ini,&quot; kata Heru saat dihubungi MNC Portal, Jumat (8/4/2022).
Diterangkannya, bahkan walaupun sudah berizin,  masyarakat juga harus berhati-hati. Sebab, potensi uang hilang dengan berbagai sebab bisa terjadi begitu saja.
&quot;Termasuk yang melayani jasa bursa aset kripto. Kasus kalah bayar, owner meninggal, serangan siber, semua berpotensi terjadi,&quot; jelas Heru.Ia pun memberikan contoh kasus melalui film di Netflix berjudul  &quot;Trust No One: The Hunt for the Crypto King&quot;. Di mana dalam film  tersebut menceritakan kejadian yang saat ini banyak dilakukan, yaitu  sebagian orang percaya dan memilih berinvestasi melalui trading atau  crypto.
&quot;Jadi jangan percaya pada siapa pun,&quot; cetusnya.
Heru berharap, pihak-pihak terkait bisa mengusut tuntas perkara  semacam ini dan terbuka seterang-terangnya, serta masyarakat yang  dirugikan bisa dikembalikan uangnya. Dan para pelaku bisa dihukum  maksimal.
&quot;Pengawasan juga harus diperkuat. Negara harus hadir,&quot; ucapnya.
Dia kembali menekankan bahwasanya jika ingin berinvestasi jangan  cepat percaya dengan rayuan manis siapa pun. Harus paham betul investasi  tersebut bodong atau tidak, akan menipu atau tidak.
&quot;Kalau mau percaya sedikit, ya yang berizin. Kemudian, harus lihat  dan pelajari secara jelas, itu investasi atau judi online misalnya. Atau  ada skema ponzi,&quot; ujar Heru.
&quot;Kalau gunakan robot, ya robot harus bisa dipakai untuk bursa  berbeda, alat berbeda atau platform berbeda. Kalau robotnya hanya bisa  di satu metode saja, itu pasti penipuan,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Waspada modus robot trading yang memakai skema Ponzi atau MLM. Robot trading memakan banyak korban yang mengikuti investasi jenis ini kerugiannya mencapai triliunan rupiah.
Dalam unggahan Instagram milik Pengamat TI dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, @sutadiheru, robot trading yang sudah memakan korban di antaranya Net89 dengan 2.126 korban, Fahrenheit sebanyak 20.000 korban, dan Evotrade sebanyak 5.000-6.000 korban.
BACA JUGA:Polri Tetapkan 12 Tersangka Kasus Robot Trading DNA Pro, 7 Orang DPO 

Adapun jenis robot trading lainnya yang memakan korban dan mencatatkan kerugian miliaran hingga triliunan yakni Viral Blast Global (VB), Fin888, Binomo, DNA Pro Akademi, EA Copet, Mark AI, dan FBS Binary Option.
Berkaca dari data tersebut, Heru mengatakan, investasi digital kekinian perlu diwaspadai karena merugikan pengguna dalam jumlah banyak dan nilai besar.
BACA JUGA:Polri Ungkap Ratusan Korban Robot Trading Fahrenheit Rugi Rp480 Miliar

&quot;Kalau dari jumlah pengguna yang menjadi korban dan nilainya banyak, artinya ini ada persoalan. Baik dari sisi regulator, pengawas, pelaku usaha dan pengertian masyarakat terhadap investasi digital baru ini,&quot; kata Heru saat dihubungi MNC Portal, Jumat (8/4/2022).
Diterangkannya, bahkan walaupun sudah berizin,  masyarakat juga harus berhati-hati. Sebab, potensi uang hilang dengan berbagai sebab bisa terjadi begitu saja.
&quot;Termasuk yang melayani jasa bursa aset kripto. Kasus kalah bayar, owner meninggal, serangan siber, semua berpotensi terjadi,&quot; jelas Heru.Ia pun memberikan contoh kasus melalui film di Netflix berjudul  &quot;Trust No One: The Hunt for the Crypto King&quot;. Di mana dalam film  tersebut menceritakan kejadian yang saat ini banyak dilakukan, yaitu  sebagian orang percaya dan memilih berinvestasi melalui trading atau  crypto.
&quot;Jadi jangan percaya pada siapa pun,&quot; cetusnya.
Heru berharap, pihak-pihak terkait bisa mengusut tuntas perkara  semacam ini dan terbuka seterang-terangnya, serta masyarakat yang  dirugikan bisa dikembalikan uangnya. Dan para pelaku bisa dihukum  maksimal.
&quot;Pengawasan juga harus diperkuat. Negara harus hadir,&quot; ucapnya.
Dia kembali menekankan bahwasanya jika ingin berinvestasi jangan  cepat percaya dengan rayuan manis siapa pun. Harus paham betul investasi  tersebut bodong atau tidak, akan menipu atau tidak.
&quot;Kalau mau percaya sedikit, ya yang berizin. Kemudian, harus lihat  dan pelajari secara jelas, itu investasi atau judi online misalnya. Atau  ada skema ponzi,&quot; ujar Heru.
&quot;Kalau gunakan robot, ya robot harus bisa dipakai untuk bursa  berbeda, alat berbeda atau platform berbeda. Kalau robotnya hanya bisa  di satu metode saja, itu pasti penipuan,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
