<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>33 Perusahaan Antre IPO, 17 Punya Aset Skala Besar</title><description>BEI melaporkan terdapat 33 perusahaan yang akan melakukan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/10/278/2576346/33-perusahaan-antre-ipo-17-punya-aset-skala-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/10/278/2576346/33-perusahaan-antre-ipo-17-punya-aset-skala-besar"/><item><title>33 Perusahaan Antre IPO, 17 Punya Aset Skala Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/10/278/2576346/33-perusahaan-antre-ipo-17-punya-aset-skala-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/10/278/2576346/33-perusahaan-antre-ipo-17-punya-aset-skala-besar</guid><pubDate>Minggu 10 April 2022 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/10/278/2576346/33-perusahaan-antre-ipo-17-punya-aset-skala-besar-mIJp5iNyoa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/10/278/2576346/33-perusahaan-antre-ipo-17-punya-aset-skala-besar-mIJp5iNyoa.jpg</image><title>IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 33 perusahaan yang akan melakukan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah tersebut telah masuk dalam pipeline bursa
&quot;Hingga saat ini, terdapat 33 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada media, dikutip Minggu (10/4/2022).
Merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, Nyoman mencatat mayoritas pipeline saat ini didominasi oleh perusahaan dengan aset berskala besar yakni di atas Rp250 miliar.
BACA JUGA:IPO, Sigma Energu Compressindo Jadi Tamu Baru ke-14 BEI

Selanjutnya 13 perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan sebanyak 3 perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar.
Sektor consumer goods menyumbang terbanyak, terdiri dari 7 perusahaan sektor siklikal, dan 6 perusahaan sektor non-siklikal.
Selanjutnya 4 perusahaan sektor properti &amp;amp; real estate, 4 sektor infrastruktur, 3 sektor teknologi, 3 sektor energi, 2 sektor kesehatan, 2 sektor industri, 1 sektor transportasi, dan 1 lagi sektor bahan baku / basic materials.
BACA JUGA:BEI Buka Gembok Saham Humpuss Intermoda Transportasi (HITS)

Nyoman menambahkan bahwa sepanjang tahun 2022, sebanyak 14 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di bursa.PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menjadi perusahaan ke-14 yang melantai di bursa per Jumat kemarin (8/4). Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menjadi perusahaan ke-15 pada Senin besok (11/4/2022).
&quot;Dengan tercatatnya SICO maka jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI telah mencapai angka 780 Perusahaan Tercatat saham dari total 891 Perusahaan Tercatat (saham, obligasi, sukuk, dan efek beragun aset),&quot; tutur Nyoman.
Selain pencatatan saham, Nyoman merinci telah terdapat 37 emisi baru Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang dicatatkan di BEI per 8 April 2022. Jumlah tersebut diterbitkan oleh 20 perusahaan dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp40,9 triliun.
&quot;Sedangkan di pipeline Efek Bersifat Utang dan Sukuk juga masih terdapat 16 perusahaan yang berencana untuk menerbitkan 19 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk,&quot; pungkas Nyoman.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 33 perusahaan yang akan melakukan aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Jumlah tersebut telah masuk dalam pipeline bursa
&quot;Hingga saat ini, terdapat 33 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada media, dikutip Minggu (10/4/2022).
Merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, Nyoman mencatat mayoritas pipeline saat ini didominasi oleh perusahaan dengan aset berskala besar yakni di atas Rp250 miliar.
BACA JUGA:IPO, Sigma Energu Compressindo Jadi Tamu Baru ke-14 BEI

Selanjutnya 13 perusahaan memiliki aset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan sebanyak 3 perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar.
Sektor consumer goods menyumbang terbanyak, terdiri dari 7 perusahaan sektor siklikal, dan 6 perusahaan sektor non-siklikal.
Selanjutnya 4 perusahaan sektor properti &amp;amp; real estate, 4 sektor infrastruktur, 3 sektor teknologi, 3 sektor energi, 2 sektor kesehatan, 2 sektor industri, 1 sektor transportasi, dan 1 lagi sektor bahan baku / basic materials.
BACA JUGA:BEI Buka Gembok Saham Humpuss Intermoda Transportasi (HITS)

Nyoman menambahkan bahwa sepanjang tahun 2022, sebanyak 14 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di bursa.PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menjadi perusahaan ke-14 yang melantai di bursa per Jumat kemarin (8/4). Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menjadi perusahaan ke-15 pada Senin besok (11/4/2022).
&quot;Dengan tercatatnya SICO maka jumlah perusahaan yang mencatatkan saham di BEI telah mencapai angka 780 Perusahaan Tercatat saham dari total 891 Perusahaan Tercatat (saham, obligasi, sukuk, dan efek beragun aset),&quot; tutur Nyoman.
Selain pencatatan saham, Nyoman merinci telah terdapat 37 emisi baru Efek Bersifat Utang dan Sukuk yang dicatatkan di BEI per 8 April 2022. Jumlah tersebut diterbitkan oleh 20 perusahaan dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp40,9 triliun.
&quot;Sedangkan di pipeline Efek Bersifat Utang dan Sukuk juga masih terdapat 16 perusahaan yang berencana untuk menerbitkan 19 emisi Efek Bersifat Utang dan Sukuk,&quot; pungkas Nyoman.</content:encoded></item></channel></rss>
