<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wahana Interfood Kantongi Laba Bersih Rp8,53 Miliar, Naik 211%</title><description>PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengantongi laba bersih sebesar Rp8,53 miliar sepanjang 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/11/278/2577039/wahana-interfood-kantongi-laba-bersih-rp8-53-miliar-naik-211</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/11/278/2577039/wahana-interfood-kantongi-laba-bersih-rp8-53-miliar-naik-211"/><item><title>Wahana Interfood Kantongi Laba Bersih Rp8,53 Miliar, Naik 211%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/11/278/2577039/wahana-interfood-kantongi-laba-bersih-rp8-53-miliar-naik-211</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/11/278/2577039/wahana-interfood-kantongi-laba-bersih-rp8-53-miliar-naik-211</guid><pubDate>Senin 11 April 2022 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/11/278/2577039/wahana-interfood-kantongi-laba-bersih-rp8-53-miliar-naik-211-oQS2svMeRL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wahana Interfood Nusantara mengalami kenaikan laba bersih (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/11/278/2577039/wahana-interfood-kantongi-laba-bersih-rp8-53-miliar-naik-211-oQS2svMeRL.jpg</image><title>Wahana Interfood Nusantara mengalami kenaikan laba bersih (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengantongi laba bersih sebesar Rp8,53 miliar sepanjang 2021. Laba bersih emiten produsen kakao dan cokelat ini melonjak 211,62% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,73 miliar.
Sekretaris Perusahaan COCO Gendra Fachrurozi mengatakan, perusahaan akan terus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik termasuk pada tahun ini memanfaatkan penjualan selama Ramadhan sembari menyelesaikan pembangunan pabrik baru dan melakukan penetrasi pasar.
BACA JUGA:Wahana Interfood (COCO) Rights Issue, Investor Singapura Jadi Pembeli Siaga

&quot;Kami melihat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kinerja COCO ikut menjadi membaik. Bulan Ramadhan tahun ini, kira-kira akan menyumbang 25% dari pendapatan perseroan tahun ini,&quot; ujar Gendra, Senin (11/4/2022).
Sepanjang tahun lalu, perseroan menunjukkan kinerja bisnis yang solid. Kendati pasar belum pulih akibat pandemi COVID-19, namun produsen cokelat SCHOKO itu mampu menjalankan strategi bisnisnya dengan baik dan mencatatkan pertumbuhan penjualan serta laba bersih.
Penjualan bersih COCO tercatat naik 31,21% dari Rp171,04 miliar menjadi Rp224,43 miliar, didominasi oleh penjualan compound chocolate sebesar Rp148,06 miliar disusul produk real chocolate sebesar Rp60,16 miliar dan cocoa powder sebesar Rp16,2 miliar.
Peningkatan penjualan tersebut juga membuat laba bersih COCO tumbuh 211,62% dari Rp2,73 miliar menjadi Rp8,53 miliar.
Dari sisi total aset, perusahaan juga mencatatkan peningkatan 40,54% dari Rp263,75 miliar menjadi Rp370,68 miliar. Jumlah tersebut dikontribusikan dari peningkatan aset lancar sebesar 69,06% dari Rp161,99 miliar menjadi Rp273,85 miliar, sedangkan aset tidak lancar mengalami penurunan 4,85% dari Rp101,77 miliar menjadi Rp96,84 miliar.Gendra menyampaikan, perusahaan juga terus melakukan penetrasi pasar  domestik dan ekspor untuk mempertahankan kinerja pada tahun ini.  Harapannya penanganan pandemi baik domestik dan global terus membaik  sehingga berimbas positif bagi perusahaan.
Sebagai produsen cokelat bercitarasa khas Indonesia, lanjut Gendra,  produk Schoko tidak hanya digemari di dalam negeri tetapi juga luar  negeri.
&quot;Harapannya kinerja sepanjang tahun ini, secara konsolidasian  perusahaan bisa mencatat pendapatan Rp268 miliar. Jumlah tersebut lebih  tinggi dibandingkan kinerja tahun lalu yang mencapai Rp224 miliar,&quot; kata  Gendra.
COCO baru saja mendapatkan pinjaman modal dari Bank BCA untuk modal  kerja, pembangunan pabrik dan pembelian mesin produksi dengan total  pinjaman sebesar Rp139,1 miliar. Harapannya dengan suntikan dana segar  yang didapatkan pada 4 Maret 2022 lalu itu, COCO bisa memacu kinerja  bisnisnya lebih baik lagi ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mengantongi laba bersih sebesar Rp8,53 miliar sepanjang 2021. Laba bersih emiten produsen kakao dan cokelat ini melonjak 211,62% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,73 miliar.
Sekretaris Perusahaan COCO Gendra Fachrurozi mengatakan, perusahaan akan terus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik termasuk pada tahun ini memanfaatkan penjualan selama Ramadhan sembari menyelesaikan pembangunan pabrik baru dan melakukan penetrasi pasar.
BACA JUGA:Wahana Interfood (COCO) Rights Issue, Investor Singapura Jadi Pembeli Siaga

&quot;Kami melihat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kinerja COCO ikut menjadi membaik. Bulan Ramadhan tahun ini, kira-kira akan menyumbang 25% dari pendapatan perseroan tahun ini,&quot; ujar Gendra, Senin (11/4/2022).
Sepanjang tahun lalu, perseroan menunjukkan kinerja bisnis yang solid. Kendati pasar belum pulih akibat pandemi COVID-19, namun produsen cokelat SCHOKO itu mampu menjalankan strategi bisnisnya dengan baik dan mencatatkan pertumbuhan penjualan serta laba bersih.
Penjualan bersih COCO tercatat naik 31,21% dari Rp171,04 miliar menjadi Rp224,43 miliar, didominasi oleh penjualan compound chocolate sebesar Rp148,06 miliar disusul produk real chocolate sebesar Rp60,16 miliar dan cocoa powder sebesar Rp16,2 miliar.
Peningkatan penjualan tersebut juga membuat laba bersih COCO tumbuh 211,62% dari Rp2,73 miliar menjadi Rp8,53 miliar.
Dari sisi total aset, perusahaan juga mencatatkan peningkatan 40,54% dari Rp263,75 miliar menjadi Rp370,68 miliar. Jumlah tersebut dikontribusikan dari peningkatan aset lancar sebesar 69,06% dari Rp161,99 miliar menjadi Rp273,85 miliar, sedangkan aset tidak lancar mengalami penurunan 4,85% dari Rp101,77 miliar menjadi Rp96,84 miliar.Gendra menyampaikan, perusahaan juga terus melakukan penetrasi pasar  domestik dan ekspor untuk mempertahankan kinerja pada tahun ini.  Harapannya penanganan pandemi baik domestik dan global terus membaik  sehingga berimbas positif bagi perusahaan.
Sebagai produsen cokelat bercitarasa khas Indonesia, lanjut Gendra,  produk Schoko tidak hanya digemari di dalam negeri tetapi juga luar  negeri.
&quot;Harapannya kinerja sepanjang tahun ini, secara konsolidasian  perusahaan bisa mencatat pendapatan Rp268 miliar. Jumlah tersebut lebih  tinggi dibandingkan kinerja tahun lalu yang mencapai Rp224 miliar,&quot; kata  Gendra.
COCO baru saja mendapatkan pinjaman modal dari Bank BCA untuk modal  kerja, pembangunan pabrik dan pembelian mesin produksi dengan total  pinjaman sebesar Rp139,1 miliar. Harapannya dengan suntikan dana segar  yang didapatkan pada 4 Maret 2022 lalu itu, COCO bisa memacu kinerja  bisnisnya lebih baik lagi ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
