<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Ekonomi, Gubernur Bank Sentral Sri Lanka Mengundurkan Diri</title><description>Gubernur Bank Sentral Sri Lanka Ajith Nivard Cabraal mengajukan pengunduran diri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577870/krisis-ekonomi-gubernur-bank-sentral-sri-lanka-mengundurkan-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577870/krisis-ekonomi-gubernur-bank-sentral-sri-lanka-mengundurkan-diri"/><item><title>Krisis Ekonomi, Gubernur Bank Sentral Sri Lanka Mengundurkan Diri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577870/krisis-ekonomi-gubernur-bank-sentral-sri-lanka-mengundurkan-diri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577870/krisis-ekonomi-gubernur-bank-sentral-sri-lanka-mengundurkan-diri</guid><pubDate>Selasa 12 April 2022 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577870/krisis-ekonomi-gubernur-bank-sentral-sri-lanka-mengundurkan-diri-Ot5HtHWqlm.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Lanka alami krisis ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577870/krisis-ekonomi-gubernur-bank-sentral-sri-lanka-mengundurkan-diri-Ot5HtHWqlm.jpeg</image><title>Sri Lanka alami krisis ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Sentral Sri Lanka Ajith Nivard Cabraal mengajukan pengunduran diri. Sri Lanka kini tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dasawarsa.
Sebelum Ajith, para menteri di kabinet Sri Lanka juga telah mengundurkan diri. Sementara itu, para pengunjuk rasa menyerukan agar perdana menteri dan presiden Sri Lanka juga mundur dari jabatannya.
BACA JUGA:Krisis Utang dan Inflasi, Sri Lanka di Ambang Kehancuran Ekonomi

Kekurangan mata uang asing yang parah telah membuat pemerintah Sri Lanka tidak mampu membayar impor yang penting, termasuk bahan bakar. Negara kepulauan dengan penduduk sekitar 22 juta jiwa itu menderita krisis ekonomi paling parah sejak meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1948.
Bank sentral dijadwalkan mengumumkan suku bunga pada Selasa (5/4/2022) tetapi menunda pengumuman tersebut malam tadi tanpa memberikan kepastian kapan akan mengumumkannya.
BACA JUGA:Protes Krisis Ekonomi Terburuk, 26 Menteri Sri Lanka Mengundurkan Diri

Lakshini Fernando, dari Asia Securities memperkirakan, bank sentral akan menaikkan suku bunga setidaknya dua poin untuk menstabilkan rupee Sri Lanka. Mata uang tersebut telah kehilangan lebih dari 30 persen nilainya terhadap dolar AS sejak terdevaluasi bulan lalu. Fernando memperkirakan, pasar kemungkinan akan bereaksi positif terhadap pengunduran diri Cabraal.
&quot;Kuncinya adalah siapa yang mengambil alih pada saat ini. Kami jelas membutuhkan lebih banyak kejelasan tentang kebijakan untuk momentum yang lebih kuat,&quot; kata Fernando, dikutip dari BBC, Selasa (5/4/2022).Adapun para demonstran turun ke jalan-jalan di ibu kota Kolombo  ketika rumah dan bisnis mengalami pemadaman listrik hingga 13 jam. Sri  Lanka juga menghadapi krisis dan inflasi yang melonjak, setelah negara  itu secara tajam mendevaluasi mata uangnya bulan lalu menjelang  pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout.
Itu terjadi ketika 26 menteri Sri Lanka telah mengajukan surat  pengunduran diri. Sementara itu, mantan pengacara Presiden Gotabaya  Rajapaksa dan mantan menteri kehakiman negara itu Ali Sabry, dilantik  sebagai menteri keuangan baru pada Senin (4/4/2022).
Sementara dengan terganggunya dewan kebijakan moneter, diskusi  mendatang dengan IMF akhir bulan ini juga bisa berdampak. Adapun Cabraal  diangkat sebagai gubernur bank sentral ke-16 pada September tahun lalu.  Dia sebelumnya juga pernah menjabat gubernur bank sentral Sri Lanka  selama hampir satu dekade, sejak Juli 2006 hingga Januari 2015.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Sentral Sri Lanka Ajith Nivard Cabraal mengajukan pengunduran diri. Sri Lanka kini tengah menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dasawarsa.
Sebelum Ajith, para menteri di kabinet Sri Lanka juga telah mengundurkan diri. Sementara itu, para pengunjuk rasa menyerukan agar perdana menteri dan presiden Sri Lanka juga mundur dari jabatannya.
BACA JUGA:Krisis Utang dan Inflasi, Sri Lanka di Ambang Kehancuran Ekonomi

Kekurangan mata uang asing yang parah telah membuat pemerintah Sri Lanka tidak mampu membayar impor yang penting, termasuk bahan bakar. Negara kepulauan dengan penduduk sekitar 22 juta jiwa itu menderita krisis ekonomi paling parah sejak meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1948.
Bank sentral dijadwalkan mengumumkan suku bunga pada Selasa (5/4/2022) tetapi menunda pengumuman tersebut malam tadi tanpa memberikan kepastian kapan akan mengumumkannya.
BACA JUGA:Protes Krisis Ekonomi Terburuk, 26 Menteri Sri Lanka Mengundurkan Diri

Lakshini Fernando, dari Asia Securities memperkirakan, bank sentral akan menaikkan suku bunga setidaknya dua poin untuk menstabilkan rupee Sri Lanka. Mata uang tersebut telah kehilangan lebih dari 30 persen nilainya terhadap dolar AS sejak terdevaluasi bulan lalu. Fernando memperkirakan, pasar kemungkinan akan bereaksi positif terhadap pengunduran diri Cabraal.
&quot;Kuncinya adalah siapa yang mengambil alih pada saat ini. Kami jelas membutuhkan lebih banyak kejelasan tentang kebijakan untuk momentum yang lebih kuat,&quot; kata Fernando, dikutip dari BBC, Selasa (5/4/2022).Adapun para demonstran turun ke jalan-jalan di ibu kota Kolombo  ketika rumah dan bisnis mengalami pemadaman listrik hingga 13 jam. Sri  Lanka juga menghadapi krisis dan inflasi yang melonjak, setelah negara  itu secara tajam mendevaluasi mata uangnya bulan lalu menjelang  pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout.
Itu terjadi ketika 26 menteri Sri Lanka telah mengajukan surat  pengunduran diri. Sementara itu, mantan pengacara Presiden Gotabaya  Rajapaksa dan mantan menteri kehakiman negara itu Ali Sabry, dilantik  sebagai menteri keuangan baru pada Senin (4/4/2022).
Sementara dengan terganggunya dewan kebijakan moneter, diskusi  mendatang dengan IMF akhir bulan ini juga bisa berdampak. Adapun Cabraal  diangkat sebagai gubernur bank sentral ke-16 pada September tahun lalu.  Dia sebelumnya juga pernah menjabat gubernur bank sentral Sri Lanka  selama hampir satu dekade, sejak Juli 2006 hingga Januari 2015.</content:encoded></item></channel></rss>
