<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Mulai Pulih, LPS Waspadai Lonjakan Inflasi</title><description>Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan berbagai ketidakpastian kondisi ekonomi global, perekonomian domestik masih berada dalam tren pemulihan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577874/ekonomi-ri-mulai-pulih-lps-waspadai-lonjakan-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577874/ekonomi-ri-mulai-pulih-lps-waspadai-lonjakan-inflasi"/><item><title>Ekonomi RI Mulai Pulih, LPS Waspadai Lonjakan Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577874/ekonomi-ri-mulai-pulih-lps-waspadai-lonjakan-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577874/ekonomi-ri-mulai-pulih-lps-waspadai-lonjakan-inflasi</guid><pubDate>Selasa 12 April 2022 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577874/ekonomi-ri-mulai-pulih-lps-waspadai-lonjakan-inflasi-zZ506zFdVY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577874/ekonomi-ri-mulai-pulih-lps-waspadai-lonjakan-inflasi-zZ506zFdVY.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa di tengah berbagai ketidakpastian kondisi ekonomi global, perekonomian domestik masih berada dalam tren pemulihan.
Hal itu tercermin pada indeks penjualan ritel, persepsi konsumen dan juga penjualan semen.
BACA JUGA:LPS Waspadai 4 Dampak Konflik Rusia-Ukraina ke Ekonomi RI, Apa Saja?

&quot;Meskipun beberapa indikator relatif melambat, namun demikian aktivitas ekonomi nasional yang dilihat dari mobilitas masyarakat mengalami pemulihan seiring penurunan jumlah kasus COVID-19,&quot; ujar Purbaya dalam Silahturahmi LPS dan Perbankan di Jakarta, Selasa(12/4/2022).
Kendati pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut, Purbaya mencatat beberapa potensi risiko tetap perlu diwaspadai. Inflasi nasional diperkirakan akan mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga beberapa komoditas.
BACA JUGA:Cara Sri Mulyani Selamatkan Ekonomi RI dari Krisis akibat Covid-19

&quot;Beberapa penyebab utama yang dapat mendorong kenaikan inflasi diantaranya  kenaikan PPN, kenaikan harga BBM,  kenaikan harga minyak goreng di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta efek musiman Ramadhan dan Idul Fitri,&quot; jelasnya.Di bulan Maret 2022, inflasi nasional relatif terkendali sebesar 2,64% secara year-on-year.
&quot;Ke depan tingkat inflasi ini berpotensi dapat meningkat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa di tengah berbagai ketidakpastian kondisi ekonomi global, perekonomian domestik masih berada dalam tren pemulihan.
Hal itu tercermin pada indeks penjualan ritel, persepsi konsumen dan juga penjualan semen.
BACA JUGA:LPS Waspadai 4 Dampak Konflik Rusia-Ukraina ke Ekonomi RI, Apa Saja?

&quot;Meskipun beberapa indikator relatif melambat, namun demikian aktivitas ekonomi nasional yang dilihat dari mobilitas masyarakat mengalami pemulihan seiring penurunan jumlah kasus COVID-19,&quot; ujar Purbaya dalam Silahturahmi LPS dan Perbankan di Jakarta, Selasa(12/4/2022).
Kendati pemulihan ekonomi nasional terus berlanjut, Purbaya mencatat beberapa potensi risiko tetap perlu diwaspadai. Inflasi nasional diperkirakan akan mengalami kenaikan seiring dengan kenaikan harga beberapa komoditas.
BACA JUGA:Cara Sri Mulyani Selamatkan Ekonomi RI dari Krisis akibat Covid-19

&quot;Beberapa penyebab utama yang dapat mendorong kenaikan inflasi diantaranya  kenaikan PPN, kenaikan harga BBM,  kenaikan harga minyak goreng di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta efek musiman Ramadhan dan Idul Fitri,&quot; jelasnya.Di bulan Maret 2022, inflasi nasional relatif terkendali sebesar 2,64% secara year-on-year.
&quot;Ke depan tingkat inflasi ini berpotensi dapat meningkat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
