<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tantangan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577908/ojk-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577908/ojk-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah"/><item><title>OJK Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577908/ojk-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577908/ojk-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah</guid><pubDate>Selasa 12 April 2022 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577908/ojk-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah-B7tHjXiZqY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan pengembangan ekonomi syariah (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577908/ojk-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-syariah-B7tHjXiZqY.jpg</image><title>Tantangan pengembangan ekonomi syariah (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tantangan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. OJK menilai market share yang masih rendah serta pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal menjadi tantangannya.
&amp;ldquo;Terdapat beberapa hal yang menjadi tantangan khususnya ketika kita berbicara pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,&amp;rdquo; kata Kepala Bagian Edukasi Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Primandanu Febriyan Aziz, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA:Wapres Tekankan Pentingnya Literasi Kehalalan Pasar Modal Syariah

Market share pengembangan ekonomi dan keuangan syariah rendah karena hingga Desember 2021 hanya memiliki porsi 10,16% sedangkan pemenuhan SDM belum optimal karena tingginya kebutuhan ahli keuangan syariah.
Selain market share dan SDM, Danu menuturkan tingkat literasi keuangan yang masih rendah juga menjadi tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
BACA JUGA:Erick Thohir: Ekonomi Syariah RI Semakin Buktikan Perannya

Indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masing-masing adalah 8,93% dan 9,1% sedangkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing adalah 38,03% dan 76,19%.
&amp;ldquo;Masih terdapat ruang yang cukup besar bagi upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang produk dan jasa layanan keuangan syariah Indonesia,&amp;rdquo; ujar Danu.Danu melanjutkan, diferensiasi model bisnis atau produk syariah yang  masih terbatas turut menjadi tantangan bagi pihaknya melakukan kegiatan  dalam rangka pengembangan keuangan syariah.
Sejauh ini, model bisnis atau produk syariah meliputi saham, sukuk  korporasi, reksa dana syariah, surat berharga negara, asuransi syariah  dan pembiayaan syariah.
Tantangan terakhir adalah adopsi teknologi yang belum memadai karena  diperlukan integrasi teknologi keuangan syariah yang mutakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tantangan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. OJK menilai market share yang masih rendah serta pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal menjadi tantangannya.
&amp;ldquo;Terdapat beberapa hal yang menjadi tantangan khususnya ketika kita berbicara pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,&amp;rdquo; kata Kepala Bagian Edukasi Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Primandanu Febriyan Aziz, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA:Wapres Tekankan Pentingnya Literasi Kehalalan Pasar Modal Syariah

Market share pengembangan ekonomi dan keuangan syariah rendah karena hingga Desember 2021 hanya memiliki porsi 10,16% sedangkan pemenuhan SDM belum optimal karena tingginya kebutuhan ahli keuangan syariah.
Selain market share dan SDM, Danu menuturkan tingkat literasi keuangan yang masih rendah juga menjadi tantangan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
BACA JUGA:Erick Thohir: Ekonomi Syariah RI Semakin Buktikan Perannya

Indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masing-masing adalah 8,93% dan 9,1% sedangkan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing adalah 38,03% dan 76,19%.
&amp;ldquo;Masih terdapat ruang yang cukup besar bagi upaya peningkatan pemahaman masyarakat tentang produk dan jasa layanan keuangan syariah Indonesia,&amp;rdquo; ujar Danu.Danu melanjutkan, diferensiasi model bisnis atau produk syariah yang  masih terbatas turut menjadi tantangan bagi pihaknya melakukan kegiatan  dalam rangka pengembangan keuangan syariah.
Sejauh ini, model bisnis atau produk syariah meliputi saham, sukuk  korporasi, reksa dana syariah, surat berharga negara, asuransi syariah  dan pembiayaan syariah.
Tantangan terakhir adalah adopsi teknologi yang belum memadai karena  diperlukan integrasi teknologi keuangan syariah yang mutakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
