<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi AS Tembus 8,5% pada Maret 2022, Tertinggi sejak 1981</title><description>Inflasi Amerika Serikat bulan Maret 2022 mencapai 8,5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577959/inflasi-as-tembus-8-5-pada-maret-2022-tertinggi-sejak-1981</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577959/inflasi-as-tembus-8-5-pada-maret-2022-tertinggi-sejak-1981"/><item><title>Inflasi AS Tembus 8,5% pada Maret 2022, Tertinggi sejak 1981</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577959/inflasi-as-tembus-8-5-pada-maret-2022-tertinggi-sejak-1981</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/12/320/2577959/inflasi-as-tembus-8-5-pada-maret-2022-tertinggi-sejak-1981</guid><pubDate>Selasa 12 April 2022 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577959/inflasi-as-tembus-8-5-pada-maret-2022-tertinggi-sejak-1981-d2WyfIpkz9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi AS pada Maret 2022 tertinggi sejak 1981 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/12/320/2577959/inflasi-as-tembus-8-5-pada-maret-2022-tertinggi-sejak-1981-d2WyfIpkz9.jpg</image><title>Inflasi AS pada Maret 2022 tertinggi sejak 1981 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Amerika Serikat bulan Maret 2022 mencapai 8,5%. Indeks harga konsumen (CPI) AS naik dari posisi Februari yang sebesar 7,9%.
Inflasi AS mencetak rekor tertinggi sejak 1981 sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga pada bulan depan, dilansir Reuters, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Mulai Pulih, LPS Waspadai Lonjakan Inflasi
Inflasi AS tercatat selalu berada di atas 6% selama enam bulan berturut-turut.
Angka inflasi yang tinggi sejak pandemi bertambah kuat seiring peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, di mana Amerika Serikat melibatkan diri dengan aneka sanksinya. Kebijakan ini semakin mendongkrak harga-harga komoditas energi, pangan, dan logam.
BACA JUGA:Krisis Utang dan Inflasi, Sri Lanka di Ambang Kehancuran Ekonomi
Pembacaan inflasi yang kuat mengikuti data bulan lalu yang menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah baru dua tahun di 3,6% pada bulan Maret.Inflasi yang tinggi dan sikap hawkish The Fed telah membuat pasar obligasi AS semakin khawatir bakal terjadi resesi.
Sebelumnya pada awal April lalu, yield curve / kurva imbal hasil  pasar obligasi AS sempat mengalami kondisi terbalik atau inverted di  mana US treasury 2 tahun lebih tinggi dari imbal hasil US treasury 10  tahun, sebuah sinyal yang banyak ekonom menilai 'tak pernah salah'  memprediksi resesi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Amerika Serikat bulan Maret 2022 mencapai 8,5%. Indeks harga konsumen (CPI) AS naik dari posisi Februari yang sebesar 7,9%.
Inflasi AS mencetak rekor tertinggi sejak 1981 sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga pada bulan depan, dilansir Reuters, Selasa (12/4/2022).
BACA JUGA:Ekonomi RI Mulai Pulih, LPS Waspadai Lonjakan Inflasi
Inflasi AS tercatat selalu berada di atas 6% selama enam bulan berturut-turut.
Angka inflasi yang tinggi sejak pandemi bertambah kuat seiring peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, di mana Amerika Serikat melibatkan diri dengan aneka sanksinya. Kebijakan ini semakin mendongkrak harga-harga komoditas energi, pangan, dan logam.
BACA JUGA:Krisis Utang dan Inflasi, Sri Lanka di Ambang Kehancuran Ekonomi
Pembacaan inflasi yang kuat mengikuti data bulan lalu yang menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah baru dua tahun di 3,6% pada bulan Maret.Inflasi yang tinggi dan sikap hawkish The Fed telah membuat pasar obligasi AS semakin khawatir bakal terjadi resesi.
Sebelumnya pada awal April lalu, yield curve / kurva imbal hasil  pasar obligasi AS sempat mengalami kondisi terbalik atau inverted di  mana US treasury 2 tahun lebih tinggi dari imbal hasil US treasury 10  tahun, sebuah sinyal yang banyak ekonom menilai 'tak pernah salah'  memprediksi resesi.</content:encoded></item></channel></rss>
