<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Disebut Ngatur-Ngatur Indonesia, Menko Luhut: Jangan Asal Ngomong!</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait tudingan miring terkait kerja sama Indonesia dengan negara China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578108/china-disebut-ngatur-ngatur-indonesia-menko-luhut-jangan-asal-ngomong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578108/china-disebut-ngatur-ngatur-indonesia-menko-luhut-jangan-asal-ngomong"/><item><title>China Disebut Ngatur-Ngatur Indonesia, Menko Luhut: Jangan Asal Ngomong!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578108/china-disebut-ngatur-ngatur-indonesia-menko-luhut-jangan-asal-ngomong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578108/china-disebut-ngatur-ngatur-indonesia-menko-luhut-jangan-asal-ngomong</guid><pubDate>Rabu 13 April 2022 08:59 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578108/china-disebut-ngatur-ngatur-indonesia-menko-luhut-jangan-asal-ngomong-fpBN8ukjk5.png" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578108/china-disebut-ngatur-ngatur-indonesia-menko-luhut-jangan-asal-ngomong-fpBN8ukjk5.png</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)  Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait tudingan miring terkait kerja sama Indonesia dengan negara China.
Menurutnya seringnya pemerintah menjalin kerja sama dengan China itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sejumlah perbaikan sektor lainnya.
&amp;ldquo;Jadi kalau anda fikir sekarang kita datangkan TKA dari China mereka (China) bisa ngatur-ngatur kita? Gak ada ceritanya,&amp;rdquo; kata Menko Luhut, dikutip Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Menko Luhut: Kata Siapa IKN Nusantara Tak Ada Investor? Saya Sampai Pusing Aturnya

Menko Luhut menyatakan bahwa ada sejumlah kriteria untuk melakukan investasi atau jalin kerja sama dengan beberapa negara di Indonesia termasuk China.
Luhut mengatakan, adanya kerja sama dengan China dampaknya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicatata di kuartal IV 2021 kembali ke angka 5,02%.
&amp;ldquo;Jadi saya bilang ke mereka ada 4-5 kriteria yang harus dipenuhi pertama harus tenaga kerja pakai  dengan tenaga kerja yang sebanyak banyaknya. Saya paham Indonesia belum paham 5 tahun pertama,&amp;rdquo; ungkapnya.
BACA JUGA:18 Juta UMKM Go Digital, Luhut Harap Produk Unggulan Bisa Mejeng di G20

Menko Luhut menambahkan dengan adanya kerja sama dapat mendorong kemajuan sektor pendidikan misalnya pendirian sekolah Polytechnic.&amp;ldquo;Kedua harus technology transfer, ketiga tak boleh teknologi yang kelas dua dan ke empat harus busssiness to busssiness,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;
Luhut bahkan menekankan untuk tidak govermenet to goverment yang dikhawatirkan akan ada GAP dari pemerintah.
&amp;ldquo;Itu saya sampaikan kepada mereka dan mereka setuju dan mereka taat dan itu yang terjadi saat ini. Jadi jangan asal ngomong,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)  Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait tudingan miring terkait kerja sama Indonesia dengan negara China.
Menurutnya seringnya pemerintah menjalin kerja sama dengan China itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sejumlah perbaikan sektor lainnya.
&amp;ldquo;Jadi kalau anda fikir sekarang kita datangkan TKA dari China mereka (China) bisa ngatur-ngatur kita? Gak ada ceritanya,&amp;rdquo; kata Menko Luhut, dikutip Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Menko Luhut: Kata Siapa IKN Nusantara Tak Ada Investor? Saya Sampai Pusing Aturnya

Menko Luhut menyatakan bahwa ada sejumlah kriteria untuk melakukan investasi atau jalin kerja sama dengan beberapa negara di Indonesia termasuk China.
Luhut mengatakan, adanya kerja sama dengan China dampaknya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicatata di kuartal IV 2021 kembali ke angka 5,02%.
&amp;ldquo;Jadi saya bilang ke mereka ada 4-5 kriteria yang harus dipenuhi pertama harus tenaga kerja pakai  dengan tenaga kerja yang sebanyak banyaknya. Saya paham Indonesia belum paham 5 tahun pertama,&amp;rdquo; ungkapnya.
BACA JUGA:18 Juta UMKM Go Digital, Luhut Harap Produk Unggulan Bisa Mejeng di G20

Menko Luhut menambahkan dengan adanya kerja sama dapat mendorong kemajuan sektor pendidikan misalnya pendirian sekolah Polytechnic.&amp;ldquo;Kedua harus technology transfer, ketiga tak boleh teknologi yang kelas dua dan ke empat harus busssiness to busssiness,&amp;rdquo; ujarnya.&amp;nbsp;
Luhut bahkan menekankan untuk tidak govermenet to goverment yang dikhawatirkan akan ada GAP dari pemerintah.
&amp;ldquo;Itu saya sampaikan kepada mereka dan mereka setuju dan mereka taat dan itu yang terjadi saat ini. Jadi jangan asal ngomong,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
