<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap 'Obat Kuat' Ekonomi Indonesia di Tengah Perang</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih tetap kuat di tengah gejolak global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578183/sri-mulyani-ungkap-obat-kuat-ekonomi-indonesia-di-tengah-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578183/sri-mulyani-ungkap-obat-kuat-ekonomi-indonesia-di-tengah-perang"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap 'Obat Kuat' Ekonomi Indonesia di Tengah Perang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578183/sri-mulyani-ungkap-obat-kuat-ekonomi-indonesia-di-tengah-perang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578183/sri-mulyani-ungkap-obat-kuat-ekonomi-indonesia-di-tengah-perang</guid><pubDate>Rabu 13 April 2022 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578183/sri-mulyani-ungkap-obat-kuat-ekonomi-indonesia-di-tengah-perang-rKW4qx4qMc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut ekonomi Indonesia tetap kuat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578183/sri-mulyani-ungkap-obat-kuat-ekonomi-indonesia-di-tengah-perang-rKW4qx4qMc.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut ekonomi Indonesia tetap kuat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih tetap kuat di tengah gejolak global. Ekonomi RI tetap kokoh meskipun terjadi perang antara Rusia dan Ukraina.
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Meski Melemah, Sri Mulyani Klaim Rupiah Lebih Kuat dari Ringgit hingga Rupee

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan tetap kuat ini didukung oleh kegiatan konsumsi masyarakat atau rumah tangga, kegiatan investasi serta dukungan belanja pemerintah.
Belanja negara sendiri hingga Februari 2022 mencapai Rp282,7 triliun atau 10,4% dari pagu APBN tahun ini serta membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi hingga 13%.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan RI Aman dari Gejolak Perang Rusia-Ukraina

Membaiknya realisasi belanja negara didukung belanja pemerintah pusat yang terealisasi Rp172,2 triliun mencakup belanja operasional kementerian/lembaga (K/L) serta belanja program K/L terutama belanja infrastruktur dan bansos.
Penyaluran bansos dalam hal ini mengalami kenaikan berupa pelaksanaan bantuan Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan tahap pertama dan pencairan bantuan Kartu Sembako.
Untuk belanja non K/L terealisasi mencapai Rp93,6 triliun terutama untuk pembiayaan subsidi energi yang meningkat.Meski demikian, ia tak memungkiri terdapat sejumlah risiko rambatan  dari kondisi global yang akan berpotensi mempengaruhi kinerja  perekonomian dalam negeri.
Hal itu seiring eskalasi perang Ukraina dan Rusia yang telah menahan  ekspektasi positif terhadap pemulihan ekonomi global seiring meredanya  COVID-19.
Perbaikan ekonomi global pun akan mengalami tekanan lebih rendah dari  proyeksi sebelumnya disertai volatilitas pasar keuangan yang meningkat.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani menegaskan APBN akan terus melakukan  respon secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber dalam  mengantisipasi dan menghadapi gejolak serta tekanan global yang  berlangsung.
&amp;ldquo;APBN menjadi shock absorber dengan memberikan dukungan stabilitas  harga dan mendukung daya beli termasuk kelompok paling rentan melalui  bansos,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi masih tetap kuat di tengah gejolak global. Ekonomi RI tetap kokoh meskipun terjadi perang antara Rusia dan Ukraina.
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Meski Melemah, Sri Mulyani Klaim Rupiah Lebih Kuat dari Ringgit hingga Rupee

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih akan tetap kuat ini didukung oleh kegiatan konsumsi masyarakat atau rumah tangga, kegiatan investasi serta dukungan belanja pemerintah.
Belanja negara sendiri hingga Februari 2022 mencapai Rp282,7 triliun atau 10,4% dari pagu APBN tahun ini serta membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi hingga 13%.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Stabilitas Sistem Keuangan RI Aman dari Gejolak Perang Rusia-Ukraina

Membaiknya realisasi belanja negara didukung belanja pemerintah pusat yang terealisasi Rp172,2 triliun mencakup belanja operasional kementerian/lembaga (K/L) serta belanja program K/L terutama belanja infrastruktur dan bansos.
Penyaluran bansos dalam hal ini mengalami kenaikan berupa pelaksanaan bantuan Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan tahap pertama dan pencairan bantuan Kartu Sembako.
Untuk belanja non K/L terealisasi mencapai Rp93,6 triliun terutama untuk pembiayaan subsidi energi yang meningkat.Meski demikian, ia tak memungkiri terdapat sejumlah risiko rambatan  dari kondisi global yang akan berpotensi mempengaruhi kinerja  perekonomian dalam negeri.
Hal itu seiring eskalasi perang Ukraina dan Rusia yang telah menahan  ekspektasi positif terhadap pemulihan ekonomi global seiring meredanya  COVID-19.
Perbaikan ekonomi global pun akan mengalami tekanan lebih rendah dari  proyeksi sebelumnya disertai volatilitas pasar keuangan yang meningkat.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani menegaskan APBN akan terus melakukan  respon secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber dalam  mengantisipasi dan menghadapi gejolak serta tekanan global yang  berlangsung.
&amp;ldquo;APBN menjadi shock absorber dengan memberikan dukungan stabilitas  harga dan mendukung daya beli termasuk kelompok paling rentan melalui  bansos,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
