<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut APBN Jadi Peredam Gejolak Ekonomi Global</title><description>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menjadi shock absorber atau peredam guncangan dari gejolak dan tekanan global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578240/sri-mulyani-sebut-apbn-jadi-peredam-gejolak-ekonomi-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578240/sri-mulyani-sebut-apbn-jadi-peredam-gejolak-ekonomi-global"/><item><title>Sri Mulyani Sebut APBN Jadi Peredam Gejolak Ekonomi Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578240/sri-mulyani-sebut-apbn-jadi-peredam-gejolak-ekonomi-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578240/sri-mulyani-sebut-apbn-jadi-peredam-gejolak-ekonomi-global</guid><pubDate>Rabu 13 April 2022 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578240/sri-mulyani-sebut-apbn-jadi-peredam-gejolak-ekonomi-global-x7sFugzcNE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">APBN jadi penahan guncangan ekonomi global (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578240/sri-mulyani-sebut-apbn-jadi-peredam-gejolak-ekonomi-global-x7sFugzcNE.jpeg</image><title>APBN jadi penahan guncangan ekonomi global (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menjadi shock absorber atau peredam guncangan dari gejolak dan tekanan global. APBN menjadi bantalan untuk meminimalisir risiko bagi ekonomi Indonesia.
&amp;ldquo;Dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang berlangsung, APBN akan terus melakukan respons secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Lindungi Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global, Sri Mulyani Andalkan APBN

Peran APBN sebagai peredam shock ini dilakukan melalui pemberian dukungan baik dari sisi kesehatan karena pandemi COVID-19 belum berakhir serta dari sisi daya beli masyarakat.
APBN akan mendukung daya beli masyarakat terutama bagi kelompok paling rentan karena ada harga yang meningkat di global yang sebagian merembes ke perekonomian dalam negeri meski inflasi masih terjaga.
BACA JUGA:APBN Terpakai Rp26,3 Triliun untuk Bansos Jakarta

APBN menjadi peredam shock dengan memberikan dukungan stabilitas harga dan menopang kelompok paling rentan melalui bansos baik PKH, Kartu Sembako hingga BLT Minyak Goreng.
Sri Mulyani menuturkan bantuan sosial yang diberikan secara masif dalam rangka melindungi masyarakat dari tekanan global ini berpotensi meningkatkan belanja APBN.
Salah satu bentuk peredam shock dari APBN adalah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang melingkupi tiga klaster yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi.Realisasi anggaran PEN untuk klaster kesehatan per 1 April 2022  adalah Rp1,55 triliun dari pagu Rp122,54 triliun untuk pembayaran  tagihan terutama perawatan COVID-19 tahun lalu.
Untuk perlinsos dari pagu Rp154,76 triliun terealisasi Rp22,74  triliun terutama untuk mendukung kelompok paling rentan melalui PKH,  Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa serta Bantuan Tunai PKL dan  nelayan.
Untuk klaster pemulihan ekonomi yang memiliki pagu Rp178,32 triliun  terealisasi Rp5,02 triliun untuk mendukung pemulihan pariwisata,  meningkatkan ketahanan pangan, membantu UMKM dan insentif perpajakan.
Sri Mulyani pun menegaskan meski APBN berupaya keras menjadi peredam  shock global namun pemerintah akan tetap menjaga kesehatannya.
&amp;ldquo;APBN mulai dipulihkan kesehatannya namun tetap mendukung pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menjadi shock absorber atau peredam guncangan dari gejolak dan tekanan global. APBN menjadi bantalan untuk meminimalisir risiko bagi ekonomi Indonesia.
&amp;ldquo;Dalam mengantisipasi dan menghadapi gejolak dan tekanan global yang berlangsung, APBN akan terus melakukan respons secara aktif dan memposisikan menjadi shock absorber,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Lindungi Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global, Sri Mulyani Andalkan APBN

Peran APBN sebagai peredam shock ini dilakukan melalui pemberian dukungan baik dari sisi kesehatan karena pandemi COVID-19 belum berakhir serta dari sisi daya beli masyarakat.
APBN akan mendukung daya beli masyarakat terutama bagi kelompok paling rentan karena ada harga yang meningkat di global yang sebagian merembes ke perekonomian dalam negeri meski inflasi masih terjaga.
BACA JUGA:APBN Terpakai Rp26,3 Triliun untuk Bansos Jakarta

APBN menjadi peredam shock dengan memberikan dukungan stabilitas harga dan menopang kelompok paling rentan melalui bansos baik PKH, Kartu Sembako hingga BLT Minyak Goreng.
Sri Mulyani menuturkan bantuan sosial yang diberikan secara masif dalam rangka melindungi masyarakat dari tekanan global ini berpotensi meningkatkan belanja APBN.
Salah satu bentuk peredam shock dari APBN adalah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang melingkupi tiga klaster yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi.Realisasi anggaran PEN untuk klaster kesehatan per 1 April 2022  adalah Rp1,55 triliun dari pagu Rp122,54 triliun untuk pembayaran  tagihan terutama perawatan COVID-19 tahun lalu.
Untuk perlinsos dari pagu Rp154,76 triliun terealisasi Rp22,74  triliun terutama untuk mendukung kelompok paling rentan melalui PKH,  Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Desa serta Bantuan Tunai PKL dan  nelayan.
Untuk klaster pemulihan ekonomi yang memiliki pagu Rp178,32 triliun  terealisasi Rp5,02 triliun untuk mendukung pemulihan pariwisata,  meningkatkan ketahanan pangan, membantu UMKM dan insentif perpajakan.
Sri Mulyani pun menegaskan meski APBN berupaya keras menjadi peredam  shock global namun pemerintah akan tetap menjaga kesehatannya.
&amp;ldquo;APBN mulai dipulihkan kesehatannya namun tetap mendukung pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
