<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap! Harga Pertalite dan Solar Bakal Naik, Jadi Berapa?</title><description>Pemerintah akan menaikkan harga Pertalite dan Solar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578434/siap-siap-harga-pertalite-dan-solar-bakal-naik-jadi-berapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578434/siap-siap-harga-pertalite-dan-solar-bakal-naik-jadi-berapa"/><item><title>Siap-Siap! Harga Pertalite dan Solar Bakal Naik, Jadi Berapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578434/siap-siap-harga-pertalite-dan-solar-bakal-naik-jadi-berapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/320/2578434/siap-siap-harga-pertalite-dan-solar-bakal-naik-jadi-berapa</guid><pubDate>Rabu 13 April 2022 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578434/siap-siap-harga-pertalite-dan-solar-bakal-naik-jadi-berapa-fqLo4WMIVC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga pertalite dan solar bakal naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/13/320/2578434/siap-siap-harga-pertalite-dan-solar-bakal-naik-jadi-berapa-fqLo4WMIVC.jpeg</image><title>Harga pertalite dan solar bakal naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan menaikkan harga Pertalite dan Solar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menilai kenaikan harga Pertalite dan Solar merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.
&quot;Dalam (strategi) jangka menengah dan panjang penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar, dan mempercepat bahan bakar pengganti (kendaraan listrik, bahan bakar gas, bioetanol, maupun BioCNG),&quot; ujarnya, Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Izin ke DPR, Menteri ESDM Minta Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Ditambah

Arifin menjelaskan ketegangan geopolitik global yang terbaik saat ini telah menyebabkan harga minyak mentah dunia melambung tinggi yang menyebabkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Maret 2022 mencapai USD98,4 per barel.
Menurut dia, angka ICP ini jauh di atas asumsi APBN yang hanya mengasumsikan sebesar USD63 per barel.
BACA JUGA:Pertalite Tetap dan Pertamax Naik, Pertamina Paling Terakhir Sesuaikan Harga BBM 

&quot;Adapun rata-rata crude price Aramco untuk elpiji telah mencapai USD839,6 per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar USD569 per metrik ton,&quot; jelas Arifin.
Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar,  pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek untuk menambah kuota dua jenis BBM bersubsidi tersebut agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.Pemerintah berencana menambah kuota Pertalite sebanyak 5,45 juta  kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter karena kelebihan kuota realisasi  penyaluran sebesar 14% pada periode Januari sampai Maret 2022.
Sedangkan, kuota solar diusulkan bertambah sebanyak 2,28 juta  kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter. Pemerintah menambah kuota solar  subsidi karena BBM jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi  penyaluran sebanyak 9,49% periode Januari sampai Maret 2022 akibat  peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan karena harga komoditas  global yang naik.
Pada APBN 2022, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter  dengan angka realisasi 6,48 juta kiloliter sampai dengan 2 April 2022,  sehingga menyisakan kuota Pertalite sebanyak 16,57 juta kiloliter.  Adapun volume kuota Solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan  realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter dan menyisakan kuota  sebanyak 11,02 juta kiloliter.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah akan menaikkan harga Pertalite dan Solar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menilai kenaikan harga Pertalite dan Solar merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dampak kenaikan harga minyak mentah dunia.
&quot;Dalam (strategi) jangka menengah dan panjang penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar, dan mempercepat bahan bakar pengganti (kendaraan listrik, bahan bakar gas, bioetanol, maupun BioCNG),&quot; ujarnya, Rabu (13/4/2022).
BACA JUGA:Izin ke DPR, Menteri ESDM Minta Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Ditambah

Arifin menjelaskan ketegangan geopolitik global yang terbaik saat ini telah menyebabkan harga minyak mentah dunia melambung tinggi yang menyebabkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Maret 2022 mencapai USD98,4 per barel.
Menurut dia, angka ICP ini jauh di atas asumsi APBN yang hanya mengasumsikan sebesar USD63 per barel.
BACA JUGA:Pertalite Tetap dan Pertamax Naik, Pertamina Paling Terakhir Sesuaikan Harga BBM 

&quot;Adapun rata-rata crude price Aramco untuk elpiji telah mencapai USD839,6 per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar USD569 per metrik ton,&quot; jelas Arifin.
Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar,  pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek untuk menambah kuota dua jenis BBM bersubsidi tersebut agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.Pemerintah berencana menambah kuota Pertalite sebanyak 5,45 juta  kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter karena kelebihan kuota realisasi  penyaluran sebesar 14% pada periode Januari sampai Maret 2022.
Sedangkan, kuota solar diusulkan bertambah sebanyak 2,28 juta  kiloliter menjadi 17,39 juta kiloliter. Pemerintah menambah kuota solar  subsidi karena BBM jenis ini juga mengalami kelebihan kuota realisasi  penyaluran sebanyak 9,49% periode Januari sampai Maret 2022 akibat  peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan karena harga komoditas  global yang naik.
Pada APBN 2022, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter  dengan angka realisasi 6,48 juta kiloliter sampai dengan 2 April 2022,  sehingga menyisakan kuota Pertalite sebanyak 16,57 juta kiloliter.  Adapun volume kuota Solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan  realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter dan menyisakan kuota  sebanyak 11,02 juta kiloliter.</content:encoded></item></channel></rss>
