<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Properti Bangkit, Harga Rumah di Dunia Naik 11%</title><description>Sektor properti di dunia mulai bangkit ditandai dengan kenaikan harga rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/470/2578194/sektor-properti-bangkit-harga-rumah-di-dunia-naik-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/470/2578194/sektor-properti-bangkit-harga-rumah-di-dunia-naik-11"/><item><title>Sektor Properti Bangkit, Harga Rumah di Dunia Naik 11%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/470/2578194/sektor-properti-bangkit-harga-rumah-di-dunia-naik-11</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/13/470/2578194/sektor-properti-bangkit-harga-rumah-di-dunia-naik-11</guid><pubDate>Rabu 13 April 2022 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/13/470/2578194/sektor-properti-bangkit-harga-rumah-di-dunia-naik-11-XWCltWIgjW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga rumah di dunia naik 11% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/13/470/2578194/sektor-properti-bangkit-harga-rumah-di-dunia-naik-11-XWCltWIgjW.jpeg</image><title>Harga rumah di dunia naik 11% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor properti di dunia mulai bangkit ditandai dengan kenaikan harga rumah. Knight Frank Global mencatat pertumbuhan harga residensial di berbagai perkotaan dunia.
Laporan Global Residential Cities Index periode kuartal IV 2021 menyebutkan bahwa rerata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kuartal IV 2021 tercatat tumbuh sebesar 11%. Angka tersebut bahkan tercatat sebagai yang tertinggi semenjak kuartal IV 2004, atau tertinggi selama 18 tahun.
BACA JUGA:Harga Rumah hingga Apartemen Tetap Naik meski Pandemi Covid-19
Amerika memiliki rerata pertumbuhan harga tertinggi di 15%, diikuti oleh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) yang tercatat memiliki rerata pertumbuhan hingga 11%. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik tercatat memiliki angka pertumbuhan di kisaran 9%.
BACA JUGA:Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera
Head of International Residential Research Knight Frank Kate Everett-Allen menyebutkan situasi lockdown yang berlarut menyebabkan warga Amerika Serikat berhasil menabung secara signifikan, diikuti juga dengan adanya peningkatan nilai ekuitas dari aset rumah yang mereka miliki.
&amp;ldquo;Kekayaan lebih tersebut akhirnya digunakan untuk merenovasi rumah yang ditinggali ataupun untuk membeli properti kembali,&amp;rdquo; kata dia Rabu (13/4/2022).Global Residential Cities Index periode kuartal IV 2021 juga mencatat  bahwa Istanbul memiliki angka pertumbuhan harga residential tertinggi  di dunia sebesar 63,2% selama satu tahun terakhir. Sementara itu, Kuala  Lumpur direkam mengalami penurunan tertinggi sebesar -5,7% dimana  setidaknya terdapat 10 kota yang tercatat mengalami penurunan harga  residensial selama 2021.
Sedang Jakarta tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki  pertumbuhan harga residensial positif di 1,4% pada kuartal IV 2021. Hal  ini juga seiring dengan indeks dari Bank Indonesia dimana pada data  akhir tahun 2021 yang menyatakan indeks pertumbuhan perumahan Jakarta  berada di angka 1,42%.
Bank Indonesia juga menyatakan bahwa, indeks harga residential  Jakarta di kuartal I 2022 mengalami kontraksi, atau berada di angka  1,04%. Kondisi ini juga tercermin dari performa pertumbuhan harga  residential di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor properti di dunia mulai bangkit ditandai dengan kenaikan harga rumah. Knight Frank Global mencatat pertumbuhan harga residensial di berbagai perkotaan dunia.
Laporan Global Residential Cities Index periode kuartal IV 2021 menyebutkan bahwa rerata pertumbuhan harga tahunan di sejumlah 150 kota di dunia pada kuartal IV 2021 tercatat tumbuh sebesar 11%. Angka tersebut bahkan tercatat sebagai yang tertinggi semenjak kuartal IV 2004, atau tertinggi selama 18 tahun.
BACA JUGA:Harga Rumah hingga Apartemen Tetap Naik meski Pandemi Covid-19
Amerika memiliki rerata pertumbuhan harga tertinggi di 15%, diikuti oleh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) yang tercatat memiliki rerata pertumbuhan hingga 11%. Sementara itu, kawasan Asia Pasifik tercatat memiliki angka pertumbuhan di kisaran 9%.
BACA JUGA:Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera
Head of International Residential Research Knight Frank Kate Everett-Allen menyebutkan situasi lockdown yang berlarut menyebabkan warga Amerika Serikat berhasil menabung secara signifikan, diikuti juga dengan adanya peningkatan nilai ekuitas dari aset rumah yang mereka miliki.
&amp;ldquo;Kekayaan lebih tersebut akhirnya digunakan untuk merenovasi rumah yang ditinggali ataupun untuk membeli properti kembali,&amp;rdquo; kata dia Rabu (13/4/2022).Global Residential Cities Index periode kuartal IV 2021 juga mencatat  bahwa Istanbul memiliki angka pertumbuhan harga residential tertinggi  di dunia sebesar 63,2% selama satu tahun terakhir. Sementara itu, Kuala  Lumpur direkam mengalami penurunan tertinggi sebesar -5,7% dimana  setidaknya terdapat 10 kota yang tercatat mengalami penurunan harga  residensial selama 2021.
Sedang Jakarta tercatat sebagai salah satu negara yang memiliki  pertumbuhan harga residensial positif di 1,4% pada kuartal IV 2021. Hal  ini juga seiring dengan indeks dari Bank Indonesia dimana pada data  akhir tahun 2021 yang menyatakan indeks pertumbuhan perumahan Jakarta  berada di angka 1,42%.
Bank Indonesia juga menyatakan bahwa, indeks harga residential  Jakarta di kuartal I 2022 mengalami kontraksi, atau berada di angka  1,04%. Kondisi ini juga tercermin dari performa pertumbuhan harga  residential di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
