<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Besar, RI Geber Ekspor Produk Organik Perkebunan</title><description>Produk organik olahan dari komoditas pertanian dan perkebunan Indonesia dinilai berpotensi menguasai sebagian besar pasar global,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/15/320/2579823/peluang-besar-ri-geber-ekspor-produk-organik-perkebunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/15/320/2579823/peluang-besar-ri-geber-ekspor-produk-organik-perkebunan"/><item><title>Peluang Besar, RI Geber Ekspor Produk Organik Perkebunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/15/320/2579823/peluang-besar-ri-geber-ekspor-produk-organik-perkebunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/15/320/2579823/peluang-besar-ri-geber-ekspor-produk-organik-perkebunan</guid><pubDate>Jum'at 15 April 2022 22:22 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/15/320/2579823/peluang-besar-ri-geber-ekspor-produk-organik-perkebunan-inYBV2Xdy9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/15/320/2579823/peluang-besar-ri-geber-ekspor-produk-organik-perkebunan-inYBV2Xdy9.jpg</image><title>Ekspor RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Produk organik olahan dari komoditas pertanian dan perkebunan Indonesia dinilai berpotensi menguasai sebagian besar pasar global, seiring  gaya hidup manusia yang mengarah kepada pangan sehat dengan mengonsumsi produk-produk organik.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya meningkatkan nilai daya saing komoditas perkebunan agar dapat terus merambah ekspor pasar dunia, karena komoditas perkebunan semakin banyak diminati terlebih di tengah pandemi.
BACA JUGA:Ekspor Produk UMKM RI Cuma 15%, Kalah Jauh dari Singapura dan China

&amp;ldquo;Komoditas perkebunan pun terus berkreasi dan berinovasi melahirkan produk-produk organik olahan komoditas perkebunan yang memiliki banyak turunan baik dari energi, kesehatan hingga pangan,&amp;rdquo; kata Plt Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian Ali Jamil seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (15/4/2022).
Ali menjelaskan,  pemerintah mendorong pengembangan komoditas perkebunan organik dengan standar ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan pasar global terhadap produk perkebunan yang berkualitas, aman dan sehat untuk dikonsumsi. Selain itu, guna menopang pembangunan pertanian dan perkebunan bisa berjalan secara berkelanjutan.
Menurut dia, besarnya potensi produk organik di Indonesia tercermin dari meningkatnya jumlah perkebunan berkreasi mengolah hasil komoditas perkebunan organik dari tahun ke tahun.
BACA JUGA:Ekspor Kopi Tembus Rp1,48 Triliun Selama 4 Bulan, Terbanyak ke China hingga Belanda

Selain itu, juga terlihat dari bertambahnya toko produk organik di supermarket dan rumah makan, tren gaya hidup sehat serta meningkatnya organisasi pecinta organik, bahkan telah berdirinya berbagai Lembaga Sertifikasi Organik.&quot;Terdapat lebih dari 150 desa organik binaan yang tersebar di berbagai provinsi dengan produk organik perkebunan seperti produk kopi organik, coklat atau biji kakao organik, lada hitam organik, minyak kelapa organik, teh, vanila, jambu mete, gula aren dan gula semut organik serta produk organik lainnya,&quot; ujar Ali.
Menurut catatan, Indonesia memiliki 17.948 produsen komoditas organik dengan total lahan seluas 208.000 hektare. Pangsa pasar organik yang dimiliki Indonesia adalah 0,4 persen dari pangsa dunia.
Ia menambahkan, berdasarkan data Organic Trade Association (OTA) Indonesia merupakan salah satu produsen utama ekspor produk organik selain India, Ethiopia, Tanzania, Uganda, Peru. Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar produk organik perkebunan yaitu Amerika Serikat, Jerman dan Prancis.</description><content:encoded>JAKARTA - Produk organik olahan dari komoditas pertanian dan perkebunan Indonesia dinilai berpotensi menguasai sebagian besar pasar global, seiring  gaya hidup manusia yang mengarah kepada pangan sehat dengan mengonsumsi produk-produk organik.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya meningkatkan nilai daya saing komoditas perkebunan agar dapat terus merambah ekspor pasar dunia, karena komoditas perkebunan semakin banyak diminati terlebih di tengah pandemi.
BACA JUGA:Ekspor Produk UMKM RI Cuma 15%, Kalah Jauh dari Singapura dan China

&amp;ldquo;Komoditas perkebunan pun terus berkreasi dan berinovasi melahirkan produk-produk organik olahan komoditas perkebunan yang memiliki banyak turunan baik dari energi, kesehatan hingga pangan,&amp;rdquo; kata Plt Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian Ali Jamil seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (15/4/2022).
Ali menjelaskan,  pemerintah mendorong pengembangan komoditas perkebunan organik dengan standar ramah lingkungan untuk memenuhi permintaan pasar global terhadap produk perkebunan yang berkualitas, aman dan sehat untuk dikonsumsi. Selain itu, guna menopang pembangunan pertanian dan perkebunan bisa berjalan secara berkelanjutan.
Menurut dia, besarnya potensi produk organik di Indonesia tercermin dari meningkatnya jumlah perkebunan berkreasi mengolah hasil komoditas perkebunan organik dari tahun ke tahun.
BACA JUGA:Ekspor Kopi Tembus Rp1,48 Triliun Selama 4 Bulan, Terbanyak ke China hingga Belanda

Selain itu, juga terlihat dari bertambahnya toko produk organik di supermarket dan rumah makan, tren gaya hidup sehat serta meningkatnya organisasi pecinta organik, bahkan telah berdirinya berbagai Lembaga Sertifikasi Organik.&quot;Terdapat lebih dari 150 desa organik binaan yang tersebar di berbagai provinsi dengan produk organik perkebunan seperti produk kopi organik, coklat atau biji kakao organik, lada hitam organik, minyak kelapa organik, teh, vanila, jambu mete, gula aren dan gula semut organik serta produk organik lainnya,&quot; ujar Ali.
Menurut catatan, Indonesia memiliki 17.948 produsen komoditas organik dengan total lahan seluas 208.000 hektare. Pangsa pasar organik yang dimiliki Indonesia adalah 0,4 persen dari pangsa dunia.
Ia menambahkan, berdasarkan data Organic Trade Association (OTA) Indonesia merupakan salah satu produsen utama ekspor produk organik selain India, Ethiopia, Tanzania, Uganda, Peru. Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar produk organik perkebunan yaitu Amerika Serikat, Jerman dan Prancis.</content:encoded></item></channel></rss>
