<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Dorong UI Lahirkan Insan Kesehatan yang Melek Digital</title><description>Airlangga Hartarto ingin Univesitas Indonesia (UI) melahirkan insan kesehatan yang akrab dengan teknologi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2579954/menko-airlangga-dorong-ui-lahirkan-insan-kesehatan-yang-melek-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2579954/menko-airlangga-dorong-ui-lahirkan-insan-kesehatan-yang-melek-digital"/><item><title>Menko Airlangga Dorong UI Lahirkan Insan Kesehatan yang Melek Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2579954/menko-airlangga-dorong-ui-lahirkan-insan-kesehatan-yang-melek-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2579954/menko-airlangga-dorong-ui-lahirkan-insan-kesehatan-yang-melek-digital</guid><pubDate>Sabtu 16 April 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/16/320/2579954/menko-airlangga-dorong-ui-lahirkan-insan-kesehatan-yang-melek-digital-UOQDRQUYUD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga ingin UI lahirkan insan kesehatan melek digital (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/16/320/2579954/menko-airlangga-dorong-ui-lahirkan-insan-kesehatan-yang-melek-digital-UOQDRQUYUD.jpg</image><title>Menko Airlangga ingin UI lahirkan insan kesehatan melek digital (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ingin Univesitas Indonesia (UI) melahirkan insan kesehatan yang akrab dengan teknologi digital. Sebab, teknologi digital saat ini menjadi instrumen penting mengambil keputusan di dunia kesehatan.
Menko Airlangga merujuk pada penggunaan teknologi digital yang digunakan untuk menentukan kebijakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Revisi UU PPP Disepakati, Pembentukan Undang-Undang Semakin Efisien

Menurutnya, salah satu kunci sukses keberhasilan penanganan pandemi di Indonesia yakni implementasi dan integrasi data dari berbagai aplikasi digital.
Antara lain, PCare, PeduliLindungi, SMILE, dan SMDV. Aplikasi digital itu mencatat hasil tes, rekam medis, status vaksinasi, hingga rantai suplai logistik untuk penanganan pandemi.
&quot;Penggunaan teknologi digital tersebut sangat membantu pemerintah pusat dan daerah dalam memantau dan mengambil keputusan berdasarkan data riil yang diperbaharui setiap saat,&amp;rdquo; tutur Airlangga saat memberikan Kuliah Umum Kesehatan Global Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesritas Indonesia, dalam keterangan, Sabtu (16/4/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga Sambut Baik Kerja Sama Ekonomi Digital dengan China 

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, selain pemanfaatan teknologi digital, muncul keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 lainnya, yakni respons cepat dan peran aktif seluruh pihak dari berbagai sektor.
Respons cepat yang telah dilakukan Pemerintah dalam penanganan pandemi yakni dengan menetapkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).Perpres ini memungkinkan pemerintah untuk mengendalikan aspek  kesehatan dan ekonomi serta memudahkan adaptasi kebijakan di tengah  pandemi. Respons cepat lainnya di aspek kesehatan yakni pembatasan  mobilitas, kampanye memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta  penyediaan pengobatan dan vaksinasi.
Airlangga menambahkan pemerintah juga telah melakukan sinergi dan  kolaborasi dengan seluruh pihak dari berbagai sektor, mulai dari  pemerintah daerah hingga lembaga internasional.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah secara rutin  dilaksanakan setiap pekan untuk menjadi katalis dalam percepatan  pembuatan kebijakan terkait penanganan pandemi.
Kolaborasi global juga dilakukan pemerintah dengan berbagai lembaga  internasional seperti WHO, IFRC, UNDP, dan UNICEF membantu Indonesia  dalam penyusunan pedoman teknis dan pendampingan pelaksana teknis  pendistribusian vaksin secara cepat dan tepat sasaran.
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan selain kolaborasi global  dengan lembaga internasional, pemerintah juga melakukan sinergi dengan  beberapa negara lain, seperti halnya Australia, Jepang, Amerika Serikat,  Eropa, dan Uni Emirat Arab.
Hal ini dilakukan guna memperoleh kebutuhan logistik seperti vaksin,  oksigenator, dan obat-obatan secara cepat, sehingga mampu mencukupi  kebutuhan dalam negeri.
Airlangga menegaskan, pemerintah juga mendorong pertimbangan  diperlukannya tindakan pencegahan melalui Presidensi G20 Indonesia.  Dengan dibantu oleh World Bank dan WHO, Forum G20 menyusun Global Health  Fund yang merupakan kerja sama penghimpunan dana untuk membangun  ketahanan sistem kesehatan global.
&quot;Saya berharap agar Forum G20 juga dapat menjadi fasilitator untuk  koordinasi pencegahan dan penanggulangan berbagai persoalan pandemi,&amp;rdquo;  ujar Menko Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ingin Univesitas Indonesia (UI) melahirkan insan kesehatan yang akrab dengan teknologi digital. Sebab, teknologi digital saat ini menjadi instrumen penting mengambil keputusan di dunia kesehatan.
Menko Airlangga merujuk pada penggunaan teknologi digital yang digunakan untuk menentukan kebijakan pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.
BACA JUGA:Menko Airlangga: Revisi UU PPP Disepakati, Pembentukan Undang-Undang Semakin Efisien

Menurutnya, salah satu kunci sukses keberhasilan penanganan pandemi di Indonesia yakni implementasi dan integrasi data dari berbagai aplikasi digital.
Antara lain, PCare, PeduliLindungi, SMILE, dan SMDV. Aplikasi digital itu mencatat hasil tes, rekam medis, status vaksinasi, hingga rantai suplai logistik untuk penanganan pandemi.
&quot;Penggunaan teknologi digital tersebut sangat membantu pemerintah pusat dan daerah dalam memantau dan mengambil keputusan berdasarkan data riil yang diperbaharui setiap saat,&amp;rdquo; tutur Airlangga saat memberikan Kuliah Umum Kesehatan Global Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesritas Indonesia, dalam keterangan, Sabtu (16/4/2022).
BACA JUGA:Menko Airlangga Sambut Baik Kerja Sama Ekonomi Digital dengan China 

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, selain pemanfaatan teknologi digital, muncul keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 lainnya, yakni respons cepat dan peran aktif seluruh pihak dari berbagai sektor.
Respons cepat yang telah dilakukan Pemerintah dalam penanganan pandemi yakni dengan menetapkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).Perpres ini memungkinkan pemerintah untuk mengendalikan aspek  kesehatan dan ekonomi serta memudahkan adaptasi kebijakan di tengah  pandemi. Respons cepat lainnya di aspek kesehatan yakni pembatasan  mobilitas, kampanye memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta  penyediaan pengobatan dan vaksinasi.
Airlangga menambahkan pemerintah juga telah melakukan sinergi dan  kolaborasi dengan seluruh pihak dari berbagai sektor, mulai dari  pemerintah daerah hingga lembaga internasional.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah secara rutin  dilaksanakan setiap pekan untuk menjadi katalis dalam percepatan  pembuatan kebijakan terkait penanganan pandemi.
Kolaborasi global juga dilakukan pemerintah dengan berbagai lembaga  internasional seperti WHO, IFRC, UNDP, dan UNICEF membantu Indonesia  dalam penyusunan pedoman teknis dan pendampingan pelaksana teknis  pendistribusian vaksin secara cepat dan tepat sasaran.
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan selain kolaborasi global  dengan lembaga internasional, pemerintah juga melakukan sinergi dengan  beberapa negara lain, seperti halnya Australia, Jepang, Amerika Serikat,  Eropa, dan Uni Emirat Arab.
Hal ini dilakukan guna memperoleh kebutuhan logistik seperti vaksin,  oksigenator, dan obat-obatan secara cepat, sehingga mampu mencukupi  kebutuhan dalam negeri.
Airlangga menegaskan, pemerintah juga mendorong pertimbangan  diperlukannya tindakan pencegahan melalui Presidensi G20 Indonesia.  Dengan dibantu oleh World Bank dan WHO, Forum G20 menyusun Global Health  Fund yang merupakan kerja sama penghimpunan dana untuk membangun  ketahanan sistem kesehatan global.
&quot;Saya berharap agar Forum G20 juga dapat menjadi fasilitator untuk  koordinasi pencegahan dan penanggulangan berbagai persoalan pandemi,&amp;rdquo;  ujar Menko Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
