<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Perang Picu Kenaikan Harga Komoditas, Inflasi Sangat Tinggi</title><description>Perang Rusia-Ukraina berdampak luas pada perekonomian global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2580070/sri-mulyani-perang-picu-kenaikan-harga-komoditas-inflasi-sangat-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2580070/sri-mulyani-perang-picu-kenaikan-harga-komoditas-inflasi-sangat-tinggi"/><item><title>Sri Mulyani: Perang Picu Kenaikan Harga Komoditas, Inflasi Sangat Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2580070/sri-mulyani-perang-picu-kenaikan-harga-komoditas-inflasi-sangat-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/16/320/2580070/sri-mulyani-perang-picu-kenaikan-harga-komoditas-inflasi-sangat-tinggi</guid><pubDate>Sabtu 16 April 2022 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/16/320/2580070/sri-mulyani-perang-picu-kenaikan-harga-komoditas-inflasi-sangat-tinggi-wRALsHXE0O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut perang picu inflasi tinggi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/16/320/2580070/sri-mulyani-perang-picu-kenaikan-harga-komoditas-inflasi-sangat-tinggi-wRALsHXE0O.jpg</image><title>Sri Mulyani sebut perang picu inflasi tinggi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina berdampak luas pada perekonomian global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemulihan ekonomi dunia yang masih sangat dini dan rapuh akibat pukulan pandemi yang belum berakhir saat ini dihadapkan pada risiko dan tantangan yang makin besar dan kompleks.
Perang di Rusia dan Ukraina berpotensi mengoreksi kembali prediksi pertumbuhan ekonomi global.
BACA JUGA:Bos BI Sebut Inflasi Terkendali meski Harga BBM dan Pangan Naik

&quot;Perang dan ketegangan geopolitik di Ukraina masih menyebabkan kerusakan rantai global di bidang energi, pangan, dan komoditas strategis. Hal ini menimbulkan lonjakan harga komoditas secara global dan tekanan inflasi yang sangat tinggi di berbagai negara maju dan berkembang,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers THR dan Gaji Ke-13 di Jakarta, Sabtu(16/4/2022).
Respons kebijakan moneter di negara maju juga berpotensi menimbulkan dampak-dampak yang sangat besar pada perekonomian global. Dunia dihadapkan pada risiko baru yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Harga Emas Kian Mahal Imbas Inflasi AS Meroket Tertinggi 40 Tahun

Hal ini tercermin dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang direvisi ke bawah secara cukup tajam. OECD merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022 dari 4,5% menjadi hanya 3,5%. World Bank juga merevisi turun pertumbuhan ekonomi dunia dari 4,4% ke 3,5%.&quot;IMF bulan Januari 2022 lalu juga telah merevisi turun proyeksi  pertumbuhan dunia dari 4,9% menjadi 4,4%, dan diprediksikan akan  merevisi kebawah lagi setelah terjadinya perang di Ukraina,&quot; ungkap Sri.
Dia mengatakan, Indonesia terus menjaga kondisi masyarakat dan  perekonomian melalui berbagai kebijakan. &quot;Terutama menggunakan instrumen  APBN yang terus bekerja sangat keras mengelola berbagai shock atau  pukulan yang mengancam kesehatan dan kesejahteraan kepada perekonomian,&quot;  pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Perang Rusia-Ukraina berdampak luas pada perekonomian global. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemulihan ekonomi dunia yang masih sangat dini dan rapuh akibat pukulan pandemi yang belum berakhir saat ini dihadapkan pada risiko dan tantangan yang makin besar dan kompleks.
Perang di Rusia dan Ukraina berpotensi mengoreksi kembali prediksi pertumbuhan ekonomi global.
BACA JUGA:Bos BI Sebut Inflasi Terkendali meski Harga BBM dan Pangan Naik

&quot;Perang dan ketegangan geopolitik di Ukraina masih menyebabkan kerusakan rantai global di bidang energi, pangan, dan komoditas strategis. Hal ini menimbulkan lonjakan harga komoditas secara global dan tekanan inflasi yang sangat tinggi di berbagai negara maju dan berkembang,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers THR dan Gaji Ke-13 di Jakarta, Sabtu(16/4/2022).
Respons kebijakan moneter di negara maju juga berpotensi menimbulkan dampak-dampak yang sangat besar pada perekonomian global. Dunia dihadapkan pada risiko baru yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Harga Emas Kian Mahal Imbas Inflasi AS Meroket Tertinggi 40 Tahun

Hal ini tercermin dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang direvisi ke bawah secara cukup tajam. OECD merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022 dari 4,5% menjadi hanya 3,5%. World Bank juga merevisi turun pertumbuhan ekonomi dunia dari 4,4% ke 3,5%.&quot;IMF bulan Januari 2022 lalu juga telah merevisi turun proyeksi  pertumbuhan dunia dari 4,9% menjadi 4,4%, dan diprediksikan akan  merevisi kebawah lagi setelah terjadinya perang di Ukraina,&quot; ungkap Sri.
Dia mengatakan, Indonesia terus menjaga kondisi masyarakat dan  perekonomian melalui berbagai kebijakan. &quot;Terutama menggunakan instrumen  APBN yang terus bekerja sangat keras mengelola berbagai shock atau  pukulan yang mengancam kesehatan dan kesejahteraan kepada perekonomian,&quot;  pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
