<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1 Juta Produk UMKM 'Banjiri' Kebutuhan Barang dan Jasa Pemerintah</title><description>Para pelaku UKM serta industri kecil dan menengah semakin siap menyuplai kebutuhan barang dan jasa pemerintah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/18/455/2581136/1-juta-produk-umkm-banjiri-kebutuhan-barang-dan-jasa-pemerintah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/18/455/2581136/1-juta-produk-umkm-banjiri-kebutuhan-barang-dan-jasa-pemerintah"/><item><title>1 Juta Produk UMKM 'Banjiri' Kebutuhan Barang dan Jasa Pemerintah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/18/455/2581136/1-juta-produk-umkm-banjiri-kebutuhan-barang-dan-jasa-pemerintah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/18/455/2581136/1-juta-produk-umkm-banjiri-kebutuhan-barang-dan-jasa-pemerintah</guid><pubDate>Senin 18 April 2022 20:52 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/18/455/2581136/1-juta-produk-umkm-banjiri-kebutuhan-barang-dan-jasa-pemerintah-PwiyKb5tbS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop UMKM soal Produk UMKM. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/18/455/2581136/1-juta-produk-umkm-banjiri-kebutuhan-barang-dan-jasa-pemerintah-PwiyKb5tbS.jpg</image><title>Menkop UMKM soal Produk UMKM. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa para pelaku UKM serta industri kecil dan menengah semakin siap menyuplai kebutuhan barang dan jasa pemerintah. Hal ini didukung teknologi, informasi dan komunikasi, serta digital.
KemenKopUKM pun bekerja sama dengan Telkom, PT Inti, ITB, Aspaki, Gakeslab, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mengisi Pameran dan Temu Bisnis Tahap Kedua Belanja Barang/Jasa Pemerintah untuk Produk Dalam Negeri dengan topik &quot;Teknologi Informasi, Komunikasi dan Digital&quot; di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta.
Baca Juga: Jokowi Siapkan Rp500 Triliun Belanja Produk UMKM, Realisasinya Baru Segini
&quot;Kebutuhan teknologi dan informasi tentu paling banyak di Kemkominfo dan pemerintah daerah. Karena itu kami harapkan ada interaksi dengan UMKM, ada pendampingan, dan standar kualitas produk sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang dan jasa pemerintah,&quot; kata Menteri Teten, Senin (18/4/2022).
Menteri Teten menambahkan, dalam temu bisnis kali ini juga menghadirkan pelatihan agar para pelaku UKM dapat masuk ke dalam e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Saat ini, ditargetkan 1.000.000 produk UKM dapat masuk ke dalam e-katalog LKPP.
Baca Juga: Apa Itu Gigantic Transformation? Cara Luhut Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja
&quot;Tujuan didorong masuk e-katalog ini agar pengadaan lebih mudah untuk UMKM dan prosedurnya juga sudah disederhanakan untuk UMKM. Pembayarannya juga enggak boleh utang lagi, karena sudah ada kartu kredit pemerintah dengan bunga 0%. Standarisasi juga sekarang tidak disamaratakan. Kalau produk yang keamanannya tidak tinggi itu enggak perlu pakai SNI,&quot; katanya.Teten optimistis, nilai perencanaan produk dalam negeri dalam acara  temu bisnis kali ini dapat mencapai lebih dari Rp500 triliun. Dia pun  berharap, akan ada percepatan dan dapat terealisasi dari nilai  perencanaan ini pada akhir April 2022.
&quot;Realisasi pembelian produk dalam negeri juga akan diposting pada  akhir acara temu bisnis ini. Jadi Kejaksaan, BPK, dan BPKP akan memantau  realisasinya. KemenKopUKM akan fokus mendorong produktivitas dan  inovasi UMKM ini,&quot; kata Menteri Teten.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate  menegaskan bahwa dari Kemenkominfo, terdapat anggaran sebesar Rp16  triliun yang dapat dibelanjakan untuk pembelian produk dalam negeri.
&quot;Keberpihakan untuk produk dalam negeri harus ada. Ini harus diawasi  dan perlu pendampingan agar realisasinya benar. Kominfo memberikan  dukungan penuh pada LKPP agar belanja pemerintah ini dapat dilakukan  dalam bentuk digital secara mudah dan terlindungi,&quot; ujar Jhonny.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa para pelaku UKM serta industri kecil dan menengah semakin siap menyuplai kebutuhan barang dan jasa pemerintah. Hal ini didukung teknologi, informasi dan komunikasi, serta digital.
KemenKopUKM pun bekerja sama dengan Telkom, PT Inti, ITB, Aspaki, Gakeslab, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mengisi Pameran dan Temu Bisnis Tahap Kedua Belanja Barang/Jasa Pemerintah untuk Produk Dalam Negeri dengan topik &quot;Teknologi Informasi, Komunikasi dan Digital&quot; di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta.
Baca Juga: Jokowi Siapkan Rp500 Triliun Belanja Produk UMKM, Realisasinya Baru Segini
&quot;Kebutuhan teknologi dan informasi tentu paling banyak di Kemkominfo dan pemerintah daerah. Karena itu kami harapkan ada interaksi dengan UMKM, ada pendampingan, dan standar kualitas produk sehingga dapat memenuhi kebutuhan barang dan jasa pemerintah,&quot; kata Menteri Teten, Senin (18/4/2022).
Menteri Teten menambahkan, dalam temu bisnis kali ini juga menghadirkan pelatihan agar para pelaku UKM dapat masuk ke dalam e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Saat ini, ditargetkan 1.000.000 produk UKM dapat masuk ke dalam e-katalog LKPP.
Baca Juga: Apa Itu Gigantic Transformation? Cara Luhut Ciptakan 2 Juta Lapangan Kerja
&quot;Tujuan didorong masuk e-katalog ini agar pengadaan lebih mudah untuk UMKM dan prosedurnya juga sudah disederhanakan untuk UMKM. Pembayarannya juga enggak boleh utang lagi, karena sudah ada kartu kredit pemerintah dengan bunga 0%. Standarisasi juga sekarang tidak disamaratakan. Kalau produk yang keamanannya tidak tinggi itu enggak perlu pakai SNI,&quot; katanya.Teten optimistis, nilai perencanaan produk dalam negeri dalam acara  temu bisnis kali ini dapat mencapai lebih dari Rp500 triliun. Dia pun  berharap, akan ada percepatan dan dapat terealisasi dari nilai  perencanaan ini pada akhir April 2022.
&quot;Realisasi pembelian produk dalam negeri juga akan diposting pada  akhir acara temu bisnis ini. Jadi Kejaksaan, BPK, dan BPKP akan memantau  realisasinya. KemenKopUKM akan fokus mendorong produktivitas dan  inovasi UMKM ini,&quot; kata Menteri Teten.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate  menegaskan bahwa dari Kemenkominfo, terdapat anggaran sebesar Rp16  triliun yang dapat dibelanjakan untuk pembelian produk dalam negeri.
&quot;Keberpihakan untuk produk dalam negeri harus ada. Ini harus diawasi  dan perlu pendampingan agar realisasinya benar. Kominfo memberikan  dukungan penuh pada LKPP agar belanja pemerintah ini dapat dilakukan  dalam bentuk digital secara mudah dan terlindungi,&quot; ujar Jhonny.</content:encoded></item></channel></rss>
