<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Prospek Saham Konsumsi Jelang Lebaran, Banjir Cuan?</title><description>Emiten di sektor konsumsi berpeluang meraih cuan momen Ramadan dan Lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/278/2581683/intip-prospek-saham-konsumsi-jelang-lebaran-banjir-cuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/278/2581683/intip-prospek-saham-konsumsi-jelang-lebaran-banjir-cuan"/><item><title>Intip Prospek Saham Konsumsi Jelang Lebaran, Banjir Cuan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/278/2581683/intip-prospek-saham-konsumsi-jelang-lebaran-banjir-cuan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/278/2581683/intip-prospek-saham-konsumsi-jelang-lebaran-banjir-cuan</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/278/2581683/intip-prospek-saham-konsumsi-jelang-lebaran-banjir-cuan-h77UKCwHNv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham sektor konsumsi berpotensi raup cuan momen Ramadan dan Lebaran (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/278/2581683/intip-prospek-saham-konsumsi-jelang-lebaran-banjir-cuan-h77UKCwHNv.jpg</image><title>Saham sektor konsumsi berpotensi raup cuan momen Ramadan dan Lebaran (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Emiten di sektor konsumsi berpeluang meraih cuan momen Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, pencairan tunjangan hari raya (THR) menjadi faktor yang dapat mendongkrak konsumsi masyarakat.
Sejalan, hal itu memberi sentimen bagi saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi. Financial Expert PT Ajaib Sekuritas Asia, Chisty Maryani mencermati sejumlah emiten consumer goods masih mendapat tekanan akibat kenaikan harga komoditas pangan. Namun, berkaca dari pertumbuhan penjualan ritel, Chisty mengaku optimis ada peluang bagi perusahaan yang bergerak di sektor tersebut.
BACA JUGA:Asing Belanja Rp696,6 Miliar, Ini Daftar Emiten yang Diborong

&quot;Data penjualan ritel yang masih mengalami penumbuhan sebesar 12.9% YoY pada Februari 2022, juga indeks keyakinan konsumen yang masih di zona optimis di level 111 untuk periode Maret 2022, tidak menutup kemungkinan untuk tetap mendulang keuntungan dengan adanya momentum hari raya Lebaran ini,&quot; kata Chisty, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (19/4/2022).
Kendati demikian, Chisty menggarisbawahi bahwa potensi keuntungan emiten dapat diraih asalkan merupakan market leader di industrinya, ataupun memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing bisnis lain.
BACA JUGA:Aksi Emiten Hari Ini, BCA hingga CIMB Niaga Bagi-Bagi THR Dividen

Dirinya membaca hal itu dapat membuka ruang profitabilitas emiten di tengah tingginya beban produksi.
&quot;Agar emiten tersebut tetap memiliki ruang untuk menjaga profitabilitasnya di saat tekanan beban produksi yang naik akibat kenaikan harga komoditas yang merupakan bahan bakunya,&quot; lanjutnya.
Chisty merekomendasikan investor dan trader pasar modal Indonesia untuk mencermati saham konsumsi dari bidang poultry yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).Hingga 2nd session closing, JPFA berakhir koreksi -4,26 di Rp1.460,  dengan kinerja sepekan terakhir turun -10,98%. Secara fundemental, JPFA  membukukan net profit sebesar Rp2,02 triliun, dengan total aset sebesar  Rp28,59 triliun hingga 31 Desember 2021.
Sementara CPIN ditutup menguat 3,00% di Rp5.150, namun masih koreksi  -4,63% dalam sepekan. CPIN meraup net profit sebesar Rp3,62 triliun per  31 Desember 2021, dengan jumlah aset sebesar Rp35,45 triliun.
&quot;Untuk emiten ritel, kami menjagokan saham MAPI, AMRT, dan MPPA,&quot; terang Chisty.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ditutup naik 1,69% di Rp905. Performa  sore ini membuat MAPI tumbuh 3,43% dalam sepekan. MAPI meraup net profit  sebesar Rp438,91 miliar per 31 Desember 2021, dengan total aset sebesar  Rp16,78 triliun.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berakhir koreksi -0,88% di  Rp1.690. AMRT masih tumbuh 0,90% dalam sepekan. Sepanjang 2021, AMRT  meraih net profit akhir 2021 sebesar Rp1,95 triliun, dengan total aset  mencapai Rp27,49 triliun,
Adapun PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) ditutup tertekan -6,35% di  Rp354. Kinerja sore ini membuat MPPA turun -6,84% dalam sepekan. MPPA  masih mencatatkan kerugian Rp337,5 miliar, dengan total aset sebesar  Rp4,65 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Emiten di sektor konsumsi berpeluang meraih cuan momen Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, pencairan tunjangan hari raya (THR) menjadi faktor yang dapat mendongkrak konsumsi masyarakat.
Sejalan, hal itu memberi sentimen bagi saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi. Financial Expert PT Ajaib Sekuritas Asia, Chisty Maryani mencermati sejumlah emiten consumer goods masih mendapat tekanan akibat kenaikan harga komoditas pangan. Namun, berkaca dari pertumbuhan penjualan ritel, Chisty mengaku optimis ada peluang bagi perusahaan yang bergerak di sektor tersebut.
BACA JUGA:Asing Belanja Rp696,6 Miliar, Ini Daftar Emiten yang Diborong

&quot;Data penjualan ritel yang masih mengalami penumbuhan sebesar 12.9% YoY pada Februari 2022, juga indeks keyakinan konsumen yang masih di zona optimis di level 111 untuk periode Maret 2022, tidak menutup kemungkinan untuk tetap mendulang keuntungan dengan adanya momentum hari raya Lebaran ini,&quot; kata Chisty, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (19/4/2022).
Kendati demikian, Chisty menggarisbawahi bahwa potensi keuntungan emiten dapat diraih asalkan merupakan market leader di industrinya, ataupun memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing bisnis lain.
BACA JUGA:Aksi Emiten Hari Ini, BCA hingga CIMB Niaga Bagi-Bagi THR Dividen

Dirinya membaca hal itu dapat membuka ruang profitabilitas emiten di tengah tingginya beban produksi.
&quot;Agar emiten tersebut tetap memiliki ruang untuk menjaga profitabilitasnya di saat tekanan beban produksi yang naik akibat kenaikan harga komoditas yang merupakan bahan bakunya,&quot; lanjutnya.
Chisty merekomendasikan investor dan trader pasar modal Indonesia untuk mencermati saham konsumsi dari bidang poultry yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).Hingga 2nd session closing, JPFA berakhir koreksi -4,26 di Rp1.460,  dengan kinerja sepekan terakhir turun -10,98%. Secara fundemental, JPFA  membukukan net profit sebesar Rp2,02 triliun, dengan total aset sebesar  Rp28,59 triliun hingga 31 Desember 2021.
Sementara CPIN ditutup menguat 3,00% di Rp5.150, namun masih koreksi  -4,63% dalam sepekan. CPIN meraup net profit sebesar Rp3,62 triliun per  31 Desember 2021, dengan jumlah aset sebesar Rp35,45 triliun.
&quot;Untuk emiten ritel, kami menjagokan saham MAPI, AMRT, dan MPPA,&quot; terang Chisty.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) ditutup naik 1,69% di Rp905. Performa  sore ini membuat MAPI tumbuh 3,43% dalam sepekan. MAPI meraup net profit  sebesar Rp438,91 miliar per 31 Desember 2021, dengan total aset sebesar  Rp16,78 triliun.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berakhir koreksi -0,88% di  Rp1.690. AMRT masih tumbuh 0,90% dalam sepekan. Sepanjang 2021, AMRT  meraih net profit akhir 2021 sebesar Rp1,95 triliun, dengan total aset  mencapai Rp27,49 triliun,
Adapun PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) ditutup tertekan -6,35% di  Rp354. Kinerja sore ini membuat MPPA turun -6,84% dalam sepekan. MPPA  masih mencatatkan kerugian Rp337,5 miliar, dengan total aset sebesar  Rp4,65 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
