<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5% Jelang Lebaran</title><description>Bank Indonesia kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) sebesar 3,5% basis point (bps).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581550/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-3-5-jelang-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581550/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-3-5-jelang-lebaran"/><item><title>BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5% Jelang Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581550/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-3-5-jelang-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581550/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-3-5-jelang-lebaran</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581550/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-3-5-jelang-lebaran-nh7pqvs5eD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581550/bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-3-5-jelang-lebaran-nh7pqvs5eD.jpg</image><title>Bank Indonesia tahan suku bunga acuan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) sebesar 3,5% basis point (bps). Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 18-19 April 2022. Demikian pula dengan suku bunga Deposit Facility, tetap sebesar 2,75% dan suku bunga Lending Facility tetap di angka di level 4,25%.
BACA JUGA:BI Kaji Penerbitan Sukuk Bank Indonesia Inklusif

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi, juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat akibat tekanan geopolitik Rusia-Ukraina, serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat.
&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 18 sampai 19 April memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%,&quot; kata Perry di Jakarta, Selasa(19/4/2022).
BACA JUGA:Suku Bunga BI Tetap Selama Inflasi Tak Naik 

Menurut Perry, BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut melalui beberapa langkah strategis. Pertama, memperkuat kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.Kedua, melanjutkan implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif  untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan ke dunia usaha. Ketiga,  melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan  pendalaman assessment pada perkembangan sumber pendapatan operasional  perbankan.
&quot;Keempat, memastikan kecukupan kebutuhan uang, distribusi uang, dan  layanan kas serta kesiapan penyelenggaraan BI Fast selama periode bulan  Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1443 H. Kelima, meningkatkan batas  nilai yang dapat disimpan dalam uang elektronik registered dari semula  Rp10 juta menjadi Rp20 juta, dan batas nilai transaksi bulanan dari  semula Rp20 juta menjadi Rp40 juta, berlaku efektif sejak 1 Juli 2022,&quot;  terangnya.
BI juga akan memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas  kerjasama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya,  fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor  prioritas, bekerja sama dengan instansi terkait, dan bersama dengan  Kemenkeu mensukseskan 6 agenda prioritas di Finance Track Presidensi G20  Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate ( BI7DRR ) sebesar 3,5% basis point (bps). Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 18-19 April 2022. Demikian pula dengan suku bunga Deposit Facility, tetap sebesar 2,75% dan suku bunga Lending Facility tetap di angka di level 4,25%.
BACA JUGA:BI Kaji Penerbitan Sukuk Bank Indonesia Inklusif

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi, juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat akibat tekanan geopolitik Rusia-Ukraina, serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat.
&quot;Berdasarkan assessment secara keseluruhan, Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 18 sampai 19 April memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 3,5%,&quot; kata Perry di Jakarta, Selasa(19/4/2022).
BACA JUGA:Suku Bunga BI Tetap Selama Inflasi Tak Naik 

Menurut Perry, BI juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut melalui beberapa langkah strategis. Pertama, memperkuat kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.Kedua, melanjutkan implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif  untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan ke dunia usaha. Ketiga,  melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan  pendalaman assessment pada perkembangan sumber pendapatan operasional  perbankan.
&quot;Keempat, memastikan kecukupan kebutuhan uang, distribusi uang, dan  layanan kas serta kesiapan penyelenggaraan BI Fast selama periode bulan  Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1443 H. Kelima, meningkatkan batas  nilai yang dapat disimpan dalam uang elektronik registered dari semula  Rp10 juta menjadi Rp20 juta, dan batas nilai transaksi bulanan dari  semula Rp20 juta menjadi Rp40 juta, berlaku efektif sejak 1 Juli 2022,&quot;  terangnya.
BI juga akan memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas  kerjasama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya,  fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor  prioritas, bekerja sama dengan instansi terkait, dan bersama dengan  Kemenkeu mensukseskan 6 agenda prioritas di Finance Track Presidensi G20  Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
