<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Lonjakan Inflasi, Bansos hingga BLT Langsung Diguyur ke Masyarakat</title><description>Inflasi Indonesia saat ini sebesar 2,64% (yoy) pada Maret 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581579/hadapi-lonjakan-inflasi-bansos-hingga-blt-langsung-diguyur-ke-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581579/hadapi-lonjakan-inflasi-bansos-hingga-blt-langsung-diguyur-ke-masyarakat"/><item><title>Hadapi Lonjakan Inflasi, Bansos hingga BLT Langsung Diguyur ke Masyarakat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581579/hadapi-lonjakan-inflasi-bansos-hingga-blt-langsung-diguyur-ke-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581579/hadapi-lonjakan-inflasi-bansos-hingga-blt-langsung-diguyur-ke-masyarakat</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581579/hadapi-lonjakan-inflasi-bansos-hingga-blt-langsung-diguyur-ke-masyarakat-yMhJIMH82a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hadapi Lonjakan Inflasi (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581579/hadapi-lonjakan-inflasi-bansos-hingga-blt-langsung-diguyur-ke-masyarakat-yMhJIMH82a.jpg</image><title>Hadapi Lonjakan Inflasi (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Indonesia saat ini sebesar 2,64% (yoy) pada Maret 2022. Inflasi ini masih terjaga di tengah menghadapi lonjakan komoditas global dan disrupsi rantai pasok dunia akibat krisis geopolitik antara Ukraina dan Rusia.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan, tingkat inflasi didorong oleh gejolak harga komoditas global, peningkatan kebutuhan pangan strategis pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, serta penyesuaian harga BBM dan LPG non subsidi.
BACA JUGA:Nenek 75 Tahun Dapat BLT Minyak Goreng-Bansos Rp500.000: Senang Hatinya Mau Lebaran

Menghadapai potensi lonjakan inflasi ke depan, kata Edy, pemerintah menyiapkan skenario penguatan bantalan sosial bagi masyarakat untuk meminimalisir dampak negatif dari kenaikan harga.
&amp;ldquo;Selain melanjutkan berbagai skema bantuan sosial, pemerintah juga terus mempertahankan subsidi listrik, BBM, LPG, dan subsidi beberapa komoditi lain, seperti pupuk, kedelai, dan minyak goreng,&amp;rdquo; ujar Edy dalam keterangannya, Selasa (19/4/2022).
BACA JUGA:5 Fakta Bansos Dirapel Dapat Rp900.000, Nomor 4 Masyarakat Jangan Dipalak!

&quot;Artinya subsidi pemerintah naik dan beban anggaran juga bertambah, tapi ini dilakukan untuk menjaga agar masyarakat tetap dapat membeli kebutuha pokok,&amp;rdquo; sambungnya.Edy mengungkapkan, sebelumnya pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng, BLT dana desa, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Menurutnya, berbagai skema bansos ini, dapat meminimalkan dampak negatif kenaikan harga dan mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia.
Seperti diketahui, sejumlah pakar ekonomi memprediksi akan terjadi lonjakan inflasi dalam beberapa waktu ke depan, menyusul kenaikan harga pangan, BBM Pertamax, dan tarif PPN menjadi 11 persen. Lonjakan inflasi disinyalir akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena berpengaruh pada daya beli masyarakat. Terlebih selama ini perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Indonesia saat ini sebesar 2,64% (yoy) pada Maret 2022. Inflasi ini masih terjaga di tengah menghadapi lonjakan komoditas global dan disrupsi rantai pasok dunia akibat krisis geopolitik antara Ukraina dan Rusia.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan, tingkat inflasi didorong oleh gejolak harga komoditas global, peningkatan kebutuhan pangan strategis pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, serta penyesuaian harga BBM dan LPG non subsidi.
BACA JUGA:Nenek 75 Tahun Dapat BLT Minyak Goreng-Bansos Rp500.000: Senang Hatinya Mau Lebaran

Menghadapai potensi lonjakan inflasi ke depan, kata Edy, pemerintah menyiapkan skenario penguatan bantalan sosial bagi masyarakat untuk meminimalisir dampak negatif dari kenaikan harga.
&amp;ldquo;Selain melanjutkan berbagai skema bantuan sosial, pemerintah juga terus mempertahankan subsidi listrik, BBM, LPG, dan subsidi beberapa komoditi lain, seperti pupuk, kedelai, dan minyak goreng,&amp;rdquo; ujar Edy dalam keterangannya, Selasa (19/4/2022).
BACA JUGA:5 Fakta Bansos Dirapel Dapat Rp900.000, Nomor 4 Masyarakat Jangan Dipalak!

&quot;Artinya subsidi pemerintah naik dan beban anggaran juga bertambah, tapi ini dilakukan untuk menjaga agar masyarakat tetap dapat membeli kebutuha pokok,&amp;rdquo; sambungnya.Edy mengungkapkan, sebelumnya pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng, BLT dana desa, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Menurutnya, berbagai skema bansos ini, dapat meminimalkan dampak negatif kenaikan harga dan mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia.
Seperti diketahui, sejumlah pakar ekonomi memprediksi akan terjadi lonjakan inflasi dalam beberapa waktu ke depan, menyusul kenaikan harga pangan, BBM Pertamax, dan tarif PPN menjadi 11 persen. Lonjakan inflasi disinyalir akan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia karena berpengaruh pada daya beli masyarakat. Terlebih selama ini perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga.</content:encoded></item></channel></rss>
