<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Beli Surat Berharga Negara Rp17,81 Triliun</title><description>BI membeli SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp17,81 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581617/bi-beli-surat-berharga-negara-rp17-81-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581617/bi-beli-surat-berharga-negara-rp17-81-triliun"/><item><title>BI Beli Surat Berharga Negara Rp17,81 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581617/bi-beli-surat-berharga-negara-rp17-81-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581617/bi-beli-surat-berharga-negara-rp17-81-triliun</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 15:46 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581617/bi-beli-surat-berharga-negara-rp17-81-triliun-ukpH9pTcMg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia Beli SBN (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581617/bi-beli-surat-berharga-negara-rp17-81-triliun-ukpH9pTcMg.jpg</image><title>Bank Indonesia Beli SBN (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp17,81 triliun hingga 14 April 2022.
&quot;Ini melalui mekanisme lelang utama, greenshoe option, dan private placement. Pembelian SBN tersebut telah mempertimbangkan kondisi pasar SBN dan dampaknya terhadap likuiditas perekonomian,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Perrydalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (19/4/2022).
BACA JUGA:Mendag Pastikan Harga Pangan Stabil, dari Gula hingga Daging Sapi

Sementara itu, normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah secara bertahap sejalan dengan kemampuan perbankan dalam mengelola kecukupan likuiditas.
&quot;Penyesuaian secara bertahap GWM Rupiah tahap I dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 2022 tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN,&quot; katanya.
BACA JUGA:BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5% Jelang Lebaran

Pada Maret 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi mencapai 32,11%, meski lebih rendah dibandingkan AL/DPK bulan sebelumnya yang sebesar 32,72%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,92% (yoy).&quot;Pada Maret 2022, likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 18,68% (yoy) dan 13,27% (yoy),&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp17,81 triliun hingga 14 April 2022.
&quot;Ini melalui mekanisme lelang utama, greenshoe option, dan private placement. Pembelian SBN tersebut telah mempertimbangkan kondisi pasar SBN dan dampaknya terhadap likuiditas perekonomian,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Perrydalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (19/4/2022).
BACA JUGA:Mendag Pastikan Harga Pangan Stabil, dari Gula hingga Daging Sapi

Sementara itu, normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah secara bertahap sejalan dengan kemampuan perbankan dalam mengelola kecukupan likuiditas.
&quot;Penyesuaian secara bertahap GWM Rupiah tahap I dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 2022 tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN,&quot; katanya.
BACA JUGA:BI Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5% Jelang Lebaran

Pada Maret 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tercatat tinggi mencapai 32,11%, meski lebih rendah dibandingkan AL/DPK bulan sebelumnya yang sebesar 32,72%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,92% (yoy).&quot;Pada Maret 2022, likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 18,68% (yoy) dan 13,27% (yoy),&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
