<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,5% Gegara Perang Rusia-Ukraina</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5% dari yang sebelumnya sebesar 4,4%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581626/bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-3-5-gegara-perang-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581626/bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-3-5-gegara-perang-rusia-ukraina"/><item><title>BI Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,5% Gegara Perang Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581626/bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-3-5-gegara-perang-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581626/bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-3-5-gegara-perang-rusia-ukraina</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581626/bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-3-5-gegara-perang-rusia-ukraina-d6urXfMnUv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI pangkas pertumbuhan ekonomi global jadi 3,5%. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581626/bi-pangkas-pertumbuhan-ekonomi-global-jadi-3-5-gegara-perang-rusia-ukraina-d6urXfMnUv.JPG</image><title>BI pangkas pertumbuhan ekonomi global jadi 3,5%. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5% dari yang sebelumnya sebesar 4,4%.
Pemulihan ekonomi global diperkirakan terus berlanjut meski lebih rendah dari proyeksi sebelumnya dan disertai ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
&quot;Berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina berdampak pada pelemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas, dan ketidakpastian pasar keuangan global di tengah penyebaran Covid-19 yang menurun,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa(19/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ekonomi China Tumbuh 4,8% di Kuartal I-2022
Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi berbagai negara, seperti Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan India juga diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
&quot;Volume perdagangan dunia juga diperkirakan lebih rendah sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan gangguan rantai pasokan yang masih berlangsung. Harga komoditas global mengalami peningkatan, termasuk komoditas energi, pangan, dan logam, sehingga memberikan tekanan pada inflasi global,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menparekraf Prediksi Perputaran Ekonomi Capai Rp72 Triliun Selama Libur Lebaran 2022
Ketidakpastian pasar keuangan global juga masih tinggi seiring dengan masih berlanjutnya ketegangan geopolitik di tengah percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju, termasuk AS. Serta sejalan dengan semakin tingginya tekanan inflasi.
&quot;Hal tersebut mendorong terbatasnya prospek aliran modal asing, khususnya portofolio, dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5% dari yang sebelumnya sebesar 4,4%.
Pemulihan ekonomi global diperkirakan terus berlanjut meski lebih rendah dari proyeksi sebelumnya dan disertai ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
&quot;Berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina berdampak pada pelemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas, dan ketidakpastian pasar keuangan global di tengah penyebaran Covid-19 yang menurun,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa(19/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Ekonomi China Tumbuh 4,8% di Kuartal I-2022
Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi berbagai negara, seperti Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, dan India juga diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.
&quot;Volume perdagangan dunia juga diperkirakan lebih rendah sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan gangguan rantai pasokan yang masih berlangsung. Harga komoditas global mengalami peningkatan, termasuk komoditas energi, pangan, dan logam, sehingga memberikan tekanan pada inflasi global,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menparekraf Prediksi Perputaran Ekonomi Capai Rp72 Triliun Selama Libur Lebaran 2022
Ketidakpastian pasar keuangan global juga masih tinggi seiring dengan masih berlanjutnya ketegangan geopolitik di tengah percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju, termasuk AS. Serta sejalan dengan semakin tingginya tekanan inflasi.
&quot;Hal tersebut mendorong terbatasnya prospek aliran modal asing, khususnya portofolio, dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
