<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Kredit Perbankan Tumbuh 8% di 2022</title><description>Bank Indonesia memprediksi kredit perbankan tumbuh 8% pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581675/bi-prediksi-kredit-perbankan-tumbuh-8-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581675/bi-prediksi-kredit-perbankan-tumbuh-8-di-2022"/><item><title>BI Prediksi Kredit Perbankan Tumbuh 8% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581675/bi-prediksi-kredit-perbankan-tumbuh-8-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/19/320/2581675/bi-prediksi-kredit-perbankan-tumbuh-8-di-2022</guid><pubDate>Selasa 19 April 2022 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581675/bi-prediksi-kredit-perbankan-tumbuh-8-di-2022-OGpy47qr7b.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit perbankan diprediksi tumbuh 8% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/19/320/2581675/bi-prediksi-kredit-perbankan-tumbuh-8-di-2022-OGpy47qr7b.jpeg</image><title>Kredit perbankan diprediksi tumbuh 8% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia memprediksi kredit perbankan tumbuh 8% pada 2022. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit dan DPK pada 2022 masih sesuai prakiraan, yaitu masing-masing dalam kisaran 6%-8% dan 7%-9%.
Dia mengatakan, ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap.
BACA JUGA:Banyak Orang yang Ngutang, Buktinya Kredit Perbankan Tumbuh 6,33%

&quot;Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Februari 2022 tetap tinggi sebesar 25,85%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap terjaga, yakni 3,08% (bruto) dan 0,87% (neto),&quot; ujar Perry dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa(19/4/2022).
Intermediasi perbankan pada Maret 2022 melanjutkan perbaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan kredit tumbuh sebesar 6,65% (yoy). Pertumbuhan kredit terjadi di berbagai kelompok bank, segmen kredit, dan sektor ekonomi termasuk subsektor prioritas, seiring berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi dan rumah tangga.
BACA JUGA:Pertumbuhan Kredit Perbankan Awal Tahun Naik 5,79%

&quot;Pemulihan kinerja korporasi terus berlanjut, yang tercermin dari perbaikan penjualan dan belanja modal, serta terjaganya kemampuan membayar. Sementara dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit terus melonggar seiring menurunnya persepsi risiko kredit. Pertumbuhan kredit UMKM juga meningkat sebesar 14,98% (yoy) pada Maret 2022, khususnya bersumber dari kredit mikro dan kecil,&quot; jelas Perry.Sementara itu, suku bunga perbankan masih menurun kendati lebih  terbatas didukung oleh suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah  dan terjaganya likuiditas perbankan. Di pasar uang, suku bunga IndONIA  pada Maret 2022 stabil sebesar 2,79% dibandingkan dengan Maret 2021.
Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 91  bps sejak Maret 2021 menjadi 2,85% pada Maret 2022. Di pasar kredit,  suku bunga kredit baru lebih rendah 17 bps (yoy) pada periode yang sama,  sejalan dengan penurunan SBDK dan perbaikan persepsi risiko perbankan  di tengah berlanjutnya pemulihan aktivitas ekonomi.
&quot;Bank Indonesia memandang peran perbankan dalam penyaluran  kredit/pembiayaan termasuk melalui penurunan suku bunga kredit dapat  ditingkatkan guna semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,&quot; pungkas  Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia memprediksi kredit perbankan tumbuh 8% pada 2022. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit dan DPK pada 2022 masih sesuai prakiraan, yaitu masing-masing dalam kisaran 6%-8% dan 7%-9%.
Dia mengatakan, ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap.
BACA JUGA:Banyak Orang yang Ngutang, Buktinya Kredit Perbankan Tumbuh 6,33%

&quot;Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Februari 2022 tetap tinggi sebesar 25,85%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap terjaga, yakni 3,08% (bruto) dan 0,87% (neto),&quot; ujar Perry dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa(19/4/2022).
Intermediasi perbankan pada Maret 2022 melanjutkan perbaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan kredit tumbuh sebesar 6,65% (yoy). Pertumbuhan kredit terjadi di berbagai kelompok bank, segmen kredit, dan sektor ekonomi termasuk subsektor prioritas, seiring berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi dan rumah tangga.
BACA JUGA:Pertumbuhan Kredit Perbankan Awal Tahun Naik 5,79%

&quot;Pemulihan kinerja korporasi terus berlanjut, yang tercermin dari perbaikan penjualan dan belanja modal, serta terjaganya kemampuan membayar. Sementara dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit terus melonggar seiring menurunnya persepsi risiko kredit. Pertumbuhan kredit UMKM juga meningkat sebesar 14,98% (yoy) pada Maret 2022, khususnya bersumber dari kredit mikro dan kecil,&quot; jelas Perry.Sementara itu, suku bunga perbankan masih menurun kendati lebih  terbatas didukung oleh suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah  dan terjaganya likuiditas perbankan. Di pasar uang, suku bunga IndONIA  pada Maret 2022 stabil sebesar 2,79% dibandingkan dengan Maret 2021.
Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 91  bps sejak Maret 2021 menjadi 2,85% pada Maret 2022. Di pasar kredit,  suku bunga kredit baru lebih rendah 17 bps (yoy) pada periode yang sama,  sejalan dengan penurunan SBDK dan perbaikan persepsi risiko perbankan  di tengah berlanjutnya pemulihan aktivitas ekonomi.
&quot;Bank Indonesia memandang peran perbankan dalam penyaluran  kredit/pembiayaan termasuk melalui penurunan suku bunga kredit dapat  ditingkatkan guna semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional,&quot; pungkas  Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
