<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Turun hingga 1%</title><description>Harga emas berjangka merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2581894/harga-emas-berjangka-turun-hingga-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2581894/harga-emas-berjangka-turun-hingga-1"/><item><title>Harga Emas Berjangka Turun hingga 1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2581894/harga-emas-berjangka-turun-hingga-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2581894/harga-emas-berjangka-turun-hingga-1</guid><pubDate>Rabu 20 April 2022 06:56 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/20/320/2581894/harga-emas-berjangka-turun-hingga-1-5yBfsU9vxU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/20/320/2581894/harga-emas-berjangka-turun-hingga-1-5yBfsU9vxU.jpeg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas berbalik melemah dari sesi sebelumnya karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD27,4 atau 1,4%, menjadi ditutup di USD1.959,00 per ounce. Emas berjangka meningkat USD11,5 atau 0,58% menjadi USD1.986,40 per ounce pada Senin (18/4/2022).
BACA JUGA:Harga Emas Antam Lagi Turun Jadi Rp1.007.000

Indeks dolar mencapai puncaknya selama lebih dari dua tahun, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya, karena peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya.
Presiden Fed St Louis,James Bullard mengulangi pernyataannya untuk meningkatkan suku bunga menjadi 3,5% pada akhir tahun untuk mengendalikan inflasi.
BACA JUGA:Naik, Harga Emas Hampir Dijual USD2.000/Ounce 

&quot;Komentar-komentar hawkish dari para pejabat Fed mendorong suku bunga nominal dan riil di AS naik, sehingga membebani emas,&quot; kata analis UBS, Giovanni Staunovo.
Namun, &quot;inflasi tinggi jangka pendek dan risiko geopolitik kemungkinan masih mendukung arus masuk ke produk emas dan kemungkinan akan mempertahankan perdagangan emas di sekitar level saat ini selama beberapa minggu mendatang,&quot; tambah Staunovo.Rusia meluncurkan serangan habis-habisan di Ukraina timur pada Selasa (19/4/2022).
Tapi sementara emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama  krisis politik dan ekonomi, serta kenaikan inflasi, suku bunga yang  lebih tinggi diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian  memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
&quot;Dalam waktu dekat, kita mungkin melihat beberapa penurunan emas.  Mungkin akan turun hingga USD1.920,&quot; kata Phillip Streible, kepala  strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Dia menambahkan bahwa emas juga tertekan oleh imbal hasil riil yang berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas berbalik melemah dari sesi sebelumnya karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD27,4 atau 1,4%, menjadi ditutup di USD1.959,00 per ounce. Emas berjangka meningkat USD11,5 atau 0,58% menjadi USD1.986,40 per ounce pada Senin (18/4/2022).
BACA JUGA:Harga Emas Antam Lagi Turun Jadi Rp1.007.000

Indeks dolar mencapai puncaknya selama lebih dari dua tahun, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya, karena peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneternya.
Presiden Fed St Louis,James Bullard mengulangi pernyataannya untuk meningkatkan suku bunga menjadi 3,5% pada akhir tahun untuk mengendalikan inflasi.
BACA JUGA:Naik, Harga Emas Hampir Dijual USD2.000/Ounce 

&quot;Komentar-komentar hawkish dari para pejabat Fed mendorong suku bunga nominal dan riil di AS naik, sehingga membebani emas,&quot; kata analis UBS, Giovanni Staunovo.
Namun, &quot;inflasi tinggi jangka pendek dan risiko geopolitik kemungkinan masih mendukung arus masuk ke produk emas dan kemungkinan akan mempertahankan perdagangan emas di sekitar level saat ini selama beberapa minggu mendatang,&quot; tambah Staunovo.Rusia meluncurkan serangan habis-habisan di Ukraina timur pada Selasa (19/4/2022).
Tapi sementara emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama  krisis politik dan ekonomi, serta kenaikan inflasi, suku bunga yang  lebih tinggi diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian  memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
&quot;Dalam waktu dekat, kita mungkin melihat beberapa penurunan emas.  Mungkin akan turun hingga USD1.920,&quot; kata Phillip Streible, kepala  strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.
Dia menambahkan bahwa emas juga tertekan oleh imbal hasil riil yang berbalik positif untuk pertama kalinya dalam dua tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
