<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Surplus Rp10,3 Triliun, Pembiayaan Utang RI Turun</title><description>Surplus APBN sebesar Rp10,3 triliun terjadi pada triwulan I-2022 Angka tersebut setara 0,06% produk domestik bruto</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582045/apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582045/apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun"/><item><title>APBN Surplus Rp10,3 Triliun, Pembiayaan Utang RI Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582045/apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582045/apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun</guid><pubDate>Rabu 20 April 2022 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/20/320/2582045/apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun-3rAB5BBGFu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/20/320/2582045/apbn-surplus-rp10-3-triliun-pembiayaan-utang-ri-turun-3rAB5BBGFu.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani.(Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Surplus APBN sebesar Rp10,3 triliun terjadi pada triwulan I-2022 Angka tersebut setara 0,06% produk domestik bruto (PDB).
&quot;Surplus ini karena pendapatan negara mencapai Rp501 triliun, sementara belanja negara tercatat Rp490,6 triliun,&quot; ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Rabu(10/4/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerimaan Pajak Melesat Capai Rp322 Triliun di Kuartal I-2022, Sri Mulyani Happy
Angka surplus itu, kata dia, juga berbanding terbalik dengan kondisi periode yang sama 2021, ketika terjadi defisit Rp143,7 triliun.
&quot;Tahun lalu sudah defisit 0,85% GDP pada posisi bulan Maret. Tahun ini kita masih surplus 0,06% dari GDP,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pangkas Anggaran Covid-19 di Tahun Depan, Siap Jadi Endemi?
Menurutnya, surplus APBN berdampak pada penurunan pembiayaan utang.  Pada triwulan I-2022, pembiayaan utang baru mencapai Rp139,4 triliun, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2021, pembiayaan utangnya mencapai Rp332,8 triliun.
&quot;Pembiayaan utang merosot atau turun tajam yaitu 58,1%. Ini surplus dan pembiayaan utangnya merosot tajam, sehingga menggambarkan APBN mulai pulih kesehatannya,&quot; ujar Sri.
Sri menyebutkan bahwa pemerintah akan terus berusaha mengakselerasi berbagai sektor belanja supaya bisa berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional dari pandemi COVID-19.&quot;Ini juga sejalan dengan langkah pemerintah melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional yang berfokus pada isu kesehatan, perlindungan masyarakat, serta penguatan UMKM dan dunia usaha,&quot; pungkas Sri.
Sementara itu, pendapatan negara Rp501 triliun ini ditopang oleh penerimaan perpajakan. Penerimaan perpajakan pada triwulan I 2022 tercatat senilai Rp401,8 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp79,3 triliun. Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) adalah sebesar Rp99,1 triliun.
&quot;Dari sisi belanja, realisasi Rp490,6 triliun terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp150 triliun, belanja non-K/L Rp164,2 triliun, serta belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp176,5 triliun,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Surplus APBN sebesar Rp10,3 triliun terjadi pada triwulan I-2022 Angka tersebut setara 0,06% produk domestik bruto (PDB).
&quot;Surplus ini karena pendapatan negara mencapai Rp501 triliun, sementara belanja negara tercatat Rp490,6 triliun,&quot; ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta, Rabu(10/4/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;Penerimaan Pajak Melesat Capai Rp322 Triliun di Kuartal I-2022, Sri Mulyani Happy
Angka surplus itu, kata dia, juga berbanding terbalik dengan kondisi periode yang sama 2021, ketika terjadi defisit Rp143,7 triliun.
&quot;Tahun lalu sudah defisit 0,85% GDP pada posisi bulan Maret. Tahun ini kita masih surplus 0,06% dari GDP,&quot; tambahnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pangkas Anggaran Covid-19 di Tahun Depan, Siap Jadi Endemi?
Menurutnya, surplus APBN berdampak pada penurunan pembiayaan utang.  Pada triwulan I-2022, pembiayaan utang baru mencapai Rp139,4 triliun, sedangkan pada periode yang sama di tahun 2021, pembiayaan utangnya mencapai Rp332,8 triliun.
&quot;Pembiayaan utang merosot atau turun tajam yaitu 58,1%. Ini surplus dan pembiayaan utangnya merosot tajam, sehingga menggambarkan APBN mulai pulih kesehatannya,&quot; ujar Sri.
Sri menyebutkan bahwa pemerintah akan terus berusaha mengakselerasi berbagai sektor belanja supaya bisa berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional dari pandemi COVID-19.&quot;Ini juga sejalan dengan langkah pemerintah melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional yang berfokus pada isu kesehatan, perlindungan masyarakat, serta penguatan UMKM dan dunia usaha,&quot; pungkas Sri.
Sementara itu, pendapatan negara Rp501 triliun ini ditopang oleh penerimaan perpajakan. Penerimaan perpajakan pada triwulan I 2022 tercatat senilai Rp401,8 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp79,3 triliun. Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) adalah sebesar Rp99,1 triliun.
&quot;Dari sisi belanja, realisasi Rp490,6 triliun terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp150 triliun, belanja non-K/L Rp164,2 triliun, serta belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp176,5 triliun,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
