<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nelayan Sulit Dapat Sertifikat Tanah, Jokowi Langsung Telepon Menteri ATR</title><description>Jokowi) mendapatkan sejumlah aspirasi saat berdialog bersama perwakilan nelayan di Dermaga Kapal Nelayan Bale Purbo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582400/nelayan-sulit-dapat-sertifikat-tanah-jokowi-langsung-telepon-menteri-atr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582400/nelayan-sulit-dapat-sertifikat-tanah-jokowi-langsung-telepon-menteri-atr"/><item><title>Nelayan Sulit Dapat Sertifikat Tanah, Jokowi Langsung Telepon Menteri ATR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582400/nelayan-sulit-dapat-sertifikat-tanah-jokowi-langsung-telepon-menteri-atr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/320/2582400/nelayan-sulit-dapat-sertifikat-tanah-jokowi-langsung-telepon-menteri-atr</guid><pubDate>Rabu 20 April 2022 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/20/320/2582400/nelayan-sulit-dapat-sertifikat-tanah-jokowi-langsung-telepon-menteri-atr-Lnushn9AEL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/20/320/2582400/nelayan-sulit-dapat-sertifikat-tanah-jokowi-langsung-telepon-menteri-atr-Lnushn9AEL.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan sejumlah aspirasi saat berdialog bersama perwakilan nelayan di Dermaga Kapal Nelayan Bale Purbo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu, 20 April 2022. Salah satu hal yang disampaikan para nelayan adalah terkait sertifikat tanah.
Dalam dialog, para nelayan mengeluhkan bahwa mereka sulit mendapatkan sertifikat tanah atas tanah yang mereka telah tempati bertahun-tahun karena tanah tersebut merupakan tanah oloran. Tanah oloran adalah tanah yang muncul atau timbul di dekat pantai karena proses pengendapan lumpur atau sedimentasi yang dibawa oleh arus sungai.
BACA JUGA:Jokowi Resmikan Bandara Trunojoyo, Erick Thohir: Buka Peluang Usaha hingga Lapangan Kerja Baru

Mendengar hal tersebut, Presiden Joko Widodo langsung menelepon Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil.
&quot;Pak Menteri ini saya dengan nelayan-nelayan di Desa Lumpur, Kabupaten Gresik, ini banyak sekali tanah yang dimiliki nelayan tidak bisa disertifikatkan karena mereka memakai tanah oloran,&quot; ujar Presiden.
&quot;Siap Bapak, tanah timbul barangkali ya?&quot; jawab Menteri ATR di ujung telepon
&quot;Iya, betul kayak tanah timbul nggih. Dikirim tim Pak Menteri, nggih,&quot; kata Presiden.
BACA JUGA:Penyaluran BLT Minyak Goreng Rp300.000, Jokowi: Saya Enggak Mendengar Ada Hal yang Menghambat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selesai menelepon Menteri ATR, Presiden Jokowi meyakinkan para nelayan bahwa tanah yang mereka miliki akan segera ditangani oleh tim dari Kementerian ATR.Selain meninjau langsung aktivitas para nelayan, Presiden Jokowi juga berdialog bersama anggota forum nelayan setempat. Dalam dialog tersebut, para perwakilan nelayan antara lain menyampaikan permintaan mereka terkait dengan pemecah gelombang.
&quot;Mereka minta untuk dibuatkan pemecah ombak dan nanti akan saya kirim segera tim dari PU ke sini,&quot; kata Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para nelayan.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan sejumlah aspirasi saat berdialog bersama perwakilan nelayan di Dermaga Kapal Nelayan Bale Purbo, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu, 20 April 2022. Salah satu hal yang disampaikan para nelayan adalah terkait sertifikat tanah.
Dalam dialog, para nelayan mengeluhkan bahwa mereka sulit mendapatkan sertifikat tanah atas tanah yang mereka telah tempati bertahun-tahun karena tanah tersebut merupakan tanah oloran. Tanah oloran adalah tanah yang muncul atau timbul di dekat pantai karena proses pengendapan lumpur atau sedimentasi yang dibawa oleh arus sungai.
BACA JUGA:Jokowi Resmikan Bandara Trunojoyo, Erick Thohir: Buka Peluang Usaha hingga Lapangan Kerja Baru

Mendengar hal tersebut, Presiden Joko Widodo langsung menelepon Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil.
&quot;Pak Menteri ini saya dengan nelayan-nelayan di Desa Lumpur, Kabupaten Gresik, ini banyak sekali tanah yang dimiliki nelayan tidak bisa disertifikatkan karena mereka memakai tanah oloran,&quot; ujar Presiden.
&quot;Siap Bapak, tanah timbul barangkali ya?&quot; jawab Menteri ATR di ujung telepon
&quot;Iya, betul kayak tanah timbul nggih. Dikirim tim Pak Menteri, nggih,&quot; kata Presiden.
BACA JUGA:Penyaluran BLT Minyak Goreng Rp300.000, Jokowi: Saya Enggak Mendengar Ada Hal yang Menghambat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Selesai menelepon Menteri ATR, Presiden Jokowi meyakinkan para nelayan bahwa tanah yang mereka miliki akan segera ditangani oleh tim dari Kementerian ATR.Selain meninjau langsung aktivitas para nelayan, Presiden Jokowi juga berdialog bersama anggota forum nelayan setempat. Dalam dialog tersebut, para perwakilan nelayan antara lain menyampaikan permintaan mereka terkait dengan pemecah gelombang.
&quot;Mereka minta untuk dibuatkan pemecah ombak dan nanti akan saya kirim segera tim dari PU ke sini,&quot; kata Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada para nelayan.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.</content:encoded></item></channel></rss>
