<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Terkendali, Permintaan Sewa Kantor Mulai Meningkat</title><description>Pandemi Covid-19 terkendali membuat pemulihan ekonomi semakin cepat. Hal ini pun berdampak pada sektor bisnis, termasuk properti</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/470/2582115/covid-19-terkendali-permintaan-sewa-kantor-mulai-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/470/2582115/covid-19-terkendali-permintaan-sewa-kantor-mulai-meningkat"/><item><title>Covid-19 Terkendali, Permintaan Sewa Kantor Mulai Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/470/2582115/covid-19-terkendali-permintaan-sewa-kantor-mulai-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/20/470/2582115/covid-19-terkendali-permintaan-sewa-kantor-mulai-meningkat</guid><pubDate>Rabu 20 April 2022 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/20/470/2582115/covid-19-terkendali-permintaan-sewa-kantor-mulai-meningkat-DzMccSs02c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren Properti 2022. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/20/470/2582115/covid-19-terkendali-permintaan-sewa-kantor-mulai-meningkat-DzMccSs02c.jpg</image><title>Tren Properti 2022. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 terkendali membuat pemulihan ekonomi semakin cepat. Hal ini pun berdampak pada sektor bisnis, termasuk properti.
Pada kuartal I 2022, kinerja sektor properti cenderung mengalami pertumbuhan meskipun memiliki tantangan dalam pengembangan ke depan.
Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim membagi rincian pertumbuhan bisnis di sektor properti mulai dari subsektor perkantoran hingga pergudangan.
&quot;Di sektor perkantoran, secara umum permintaan masih terbatas hampir sama seperti kuartal IV 2021, tetapi ada peningkatan pencarian ruang perkantoran ketika adanya pelonggaran PPKM,&quot; ungkap Yunus dalam media briefing, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga: Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera
Menurutnya, pelonggaran PPKM membuat sebagian perusahaan kembali menerapkan work from office (WFO) dan hybrid working, meskipun sebagian masih menerapkan sistem work from home (WFH). Oleh karenanya, subsektor perkantoran diramal masih akan tumbuh ke depannya.
Kemudian dari subsektor ritel, pusat perbelanjaan dan mall-mall tercatat mengalami peningkatan pengunjung, terutama untuk mall dengan taraf menengah ke atas.
&quot;Ini dikarenakan mall-mall ini menyediakan destinasi food and beverage (FnB) dan hiburan yang menjadi daya tarik pengunjung,&quot; lanjutnya.
Baca Juga: Harga Sewa Rumah di AS Kian Mahal! 2 Kamar Tidur Dipatok Rp40 Juta, Diaspora Menjerit
Lalu dari subsektor residensial, permintaannya cenderung melambat karena calon pembeli masih berhati-hati serta menunggu kondisi pandemi pulih kembali (wait and see). Di sisi lain, para pengembang lebih leluasa untuk memasarkan produk secara fisik melalui marketing gallery karena pelonggaran PPKM.
Sedangkan dari subsektor pergudangan, tercatat terdapat peningkatan permintaan terutama karena meningkatnya transaksi melalui e-commerce di masa pandemi.
&quot;Kita lihat masih banyak inquiry yang masuk untuk mencari ruang pergudangan, jadi tiap subsektor memang memiliki tantangannya sendiri,&quot; ujar Yunus.
Athika RahmaAKARTA-Pandemi Covid-19 yang semakin terkendali di Indonesia berdampak pada segala sektor bisnis, termasuk properti. Pada kuartal I 2022, kinerja sektor properti cenderung mengalami pertumbuhan meskipun memiliki tantangan dalam pengembangan ke depan.
Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim membagi rincian pertumbuhan bisnis di sektor properti mulai dari subsektor perkantoran hingga pergudangan.&quot;Di sektor perkantoran, secara umum permintaan masih terbatas hampir  sama seperti kuartal IV 2021, tetapi ada peningkatan pencarian ruang  perkantoran ketika adanya pelonggaran PPKM,&quot; ungkap Yunus dalam media  briefing, Rabu (20/4/2022).
Menurutnya, pelonggaran PPKM membuat sebagian perusahaan kembali  menerapkan work from office (WFO) dan hybrid working, meskipun sebagian  masih menerapkan sistem work from home (WFH). Oleh karenanya, subsektor  perkantoran diramal masih akan tumbuh ke depannya.
Kemudian dari subsektor ritel, pusat perbelanjaan dan mall-mall  tercatat mengalami peningkatan pengunjung, terutama untuk mall dengan  taraf menengah ke atas.
&quot;Ini dikarenakan mall-mall ini menyediakan destinasi food and  beverage (FnB) dan hiburan yang menjadi daya tarik pengunjung,&quot;  lanjutnya.
Lalu dari subsektor residensial, permintaannya cenderung melambat  karena calon pembeli masih berhati-hati serta menunggu kondisi pandemi  pulih kembali (wait and see). Di sisi lain, para pengembang lebih  leluasa untuk memasarkan produk secara fisik melalui marketing gallery  karena pelonggaran PPKM.
Sedangkan dari subsektor pergudangan, tercatat terdapat peningkatan  permintaan terutama karena meningkatnya transaksi melalui e-commerce di  masa pandemi.
&quot;Kita lihat masih banyak inquiry yang masuk untuk mencari ruang  pergudangan, jadi tiap subsektor memang memiliki tantangannya sendiri,&quot;  ujar Yunus.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 terkendali membuat pemulihan ekonomi semakin cepat. Hal ini pun berdampak pada sektor bisnis, termasuk properti.
Pada kuartal I 2022, kinerja sektor properti cenderung mengalami pertumbuhan meskipun memiliki tantangan dalam pengembangan ke depan.
Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim membagi rincian pertumbuhan bisnis di sektor properti mulai dari subsektor perkantoran hingga pergudangan.
&quot;Di sektor perkantoran, secara umum permintaan masih terbatas hampir sama seperti kuartal IV 2021, tetapi ada peningkatan pencarian ruang perkantoran ketika adanya pelonggaran PPKM,&quot; ungkap Yunus dalam media briefing, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga: Intip Potensi Industri Properti di Pulau Sumatera
Menurutnya, pelonggaran PPKM membuat sebagian perusahaan kembali menerapkan work from office (WFO) dan hybrid working, meskipun sebagian masih menerapkan sistem work from home (WFH). Oleh karenanya, subsektor perkantoran diramal masih akan tumbuh ke depannya.
Kemudian dari subsektor ritel, pusat perbelanjaan dan mall-mall tercatat mengalami peningkatan pengunjung, terutama untuk mall dengan taraf menengah ke atas.
&quot;Ini dikarenakan mall-mall ini menyediakan destinasi food and beverage (FnB) dan hiburan yang menjadi daya tarik pengunjung,&quot; lanjutnya.
Baca Juga: Harga Sewa Rumah di AS Kian Mahal! 2 Kamar Tidur Dipatok Rp40 Juta, Diaspora Menjerit
Lalu dari subsektor residensial, permintaannya cenderung melambat karena calon pembeli masih berhati-hati serta menunggu kondisi pandemi pulih kembali (wait and see). Di sisi lain, para pengembang lebih leluasa untuk memasarkan produk secara fisik melalui marketing gallery karena pelonggaran PPKM.
Sedangkan dari subsektor pergudangan, tercatat terdapat peningkatan permintaan terutama karena meningkatnya transaksi melalui e-commerce di masa pandemi.
&quot;Kita lihat masih banyak inquiry yang masuk untuk mencari ruang pergudangan, jadi tiap subsektor memang memiliki tantangannya sendiri,&quot; ujar Yunus.
Athika RahmaAKARTA-Pandemi Covid-19 yang semakin terkendali di Indonesia berdampak pada segala sektor bisnis, termasuk properti. Pada kuartal I 2022, kinerja sektor properti cenderung mengalami pertumbuhan meskipun memiliki tantangan dalam pengembangan ke depan.
Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim membagi rincian pertumbuhan bisnis di sektor properti mulai dari subsektor perkantoran hingga pergudangan.&quot;Di sektor perkantoran, secara umum permintaan masih terbatas hampir  sama seperti kuartal IV 2021, tetapi ada peningkatan pencarian ruang  perkantoran ketika adanya pelonggaran PPKM,&quot; ungkap Yunus dalam media  briefing, Rabu (20/4/2022).
Menurutnya, pelonggaran PPKM membuat sebagian perusahaan kembali  menerapkan work from office (WFO) dan hybrid working, meskipun sebagian  masih menerapkan sistem work from home (WFH). Oleh karenanya, subsektor  perkantoran diramal masih akan tumbuh ke depannya.
Kemudian dari subsektor ritel, pusat perbelanjaan dan mall-mall  tercatat mengalami peningkatan pengunjung, terutama untuk mall dengan  taraf menengah ke atas.
&quot;Ini dikarenakan mall-mall ini menyediakan destinasi food and  beverage (FnB) dan hiburan yang menjadi daya tarik pengunjung,&quot;  lanjutnya.
Lalu dari subsektor residensial, permintaannya cenderung melambat  karena calon pembeli masih berhati-hati serta menunggu kondisi pandemi  pulih kembali (wait and see). Di sisi lain, para pengembang lebih  leluasa untuk memasarkan produk secara fisik melalui marketing gallery  karena pelonggaran PPKM.
Sedangkan dari subsektor pergudangan, tercatat terdapat peningkatan  permintaan terutama karena meningkatnya transaksi melalui e-commerce di  masa pandemi.
&quot;Kita lihat masih banyak inquiry yang masuk untuk mencari ruang  pergudangan, jadi tiap subsektor memang memiliki tantangannya sendiri,&quot;  ujar Yunus.</content:encoded></item></channel></rss>
