<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA Gedung Bagi-Bagi Dividen Rp42,7 Miliar</title><description>PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) akan membagikan dividen sebesar Rp42,786 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582807/wika-gedung-bagi-bagi-dividen-rp42-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582807/wika-gedung-bagi-bagi-dividen-rp42-7-miliar"/><item><title>WIKA Gedung Bagi-Bagi Dividen Rp42,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582807/wika-gedung-bagi-bagi-dividen-rp42-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582807/wika-gedung-bagi-bagi-dividen-rp42-7-miliar</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/278/2582807/wika-gedung-bagi-bagi-dividen-rp42-7-miliar-xvLoPCRoiX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wika gedung bakal bagikan dividen (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/278/2582807/wika-gedung-bagi-bagi-dividen-rp42-7-miliar-xvLoPCRoiX.jpg</image><title>Wika gedung bakal bagikan dividen (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) akan membagikan dividen sebesar Rp42,786 miliar atau 70% dari laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp213,88 miliar. Pembagian dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2021.
Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, dividen tahun ini mengalami peningkatan 39,41% dibanding tahun lalu sebesar Rp30,73 miliar, hal ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun 2021. Dengan demikian dividen per share sebesar 4,47 per saham.
BACA JUGA:WIKA Gedung (WEGE) Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas

Selain itu, hasil RUPS juga memberhentikan dengan hormat Ahmad Fadli Kartajaya selaku Komisaris. Kemudian mengangkat Sumadi sebagai Komisaris dan sedangkan untuk jajaran direksi diputuskan memberhentikan dengan hormat Nariman Prasetyo sebagai Direktur Utama dan Mochamad Yusuf sebagai Direktur Operasi.
Kemudian mengangkat Hadian Pramudita sebagai Direktur Utama dan mengangkat Akhmadi Tricahyono sebagai Direktur Operasi. Tahun ini, perseroan menargetkan peroleh Kontrak Dihadapi (Order Book) sebesar Rp16,16 triliun. Target kontrak Dihadapi tersebut terdiri dari target Kontrak Baru (New Contract) Rp7,10 Triliun dan Carry Over Tahun 2022 sebesar Rp9,06 triliun.
BACA JUGA:WIKA Gedung (WEGE) Anggarkan Capex Rp315,5 Miliar

Disebutkan, komposisi perolehan Target Kontrak Baru 2022 rencananya berasal dari Pemerintah 53,62%, BUMN sebesar 32,58%, dan Swasta 13,79%. &amp;ldquo;Komposisi proyek-proyek tersebut merupakan target minimal WEGE sebesar Rp7,1 Triliun yang merupakan target utama yang akan dicapai tahun ini, selain itu WEGE juga memitigasi dengan menyasar kontrak baru cadangan,&amp;rdquo; jelas Direktur Keuangan, Human Capital and Managemen Risiko WEGE, Syailendra Ogan.Sementara target pendapatan total (termasuk Pendapatan Joint  Operation /JO) 2022 sebesar Rp5,87 triliun naik 52,88% dari RKAP 2021  sebesar Rp3,84 Triliun, dan target Laba Bersih mencapai Rp319,65 miliar  atau 37,98% naik dari RKAP 2021 sebesar Rp231,67 miliar. Untuk  pengembangan bisnis di tahun 2022, perusahaan menggelontorkan belanja  modal (Capital Expenditure) sebesar Rp315,50 miliar yang diperuntukkan  untuk Capital Employed sebesar Rp300 miliar, dan investasi sebesar  Rp15,50 miliar.
&amp;ldquo;WEGE berharap dan bekerja keras agar target perusahaan 2022 dapat  tercapai karena perusahaan memiliki pasar yang jelas dan independen  dengan dukungan fundamental perusahaan yang sehat,&amp;rdquo; tegas Ogan.
Selain itu, kelangsungan bisnis perusahaan di tahun 2022 tetap dapat  berjalan dengan baik karena WEGE memiliki proyek-proyek Carry Over  sebesar Rp10,18 triliun yang dapat dikerjakan di tahun ini. Di tengah  pemulihan perekonomian dunia dan pandemi Covid19, WEGE optimis kondisi  perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan lebih kuat, Bank Indonesia  (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan  mencapai 4,7-5,5%, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global  yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya  permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini  didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.  Artinya, kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan bisnis  infrastruktur dan properti yang nantinya berdampak pada peningkatan  kinerja perseroan.
Menurut Direktur Operasi 1 WEGE Bagus Tri Setyana, untuk menghadapi  kondisi ekonomi dan bisnis di tahun 2022, WEGE menerapkan berbagai  strategi, baik pada tingkatan operasional, pemasaran, pengembangan dan  strategi keuangan. Beberapa strategi tersebut antara lain; world class  standard di bidang implementasi QSHE, Fokus pada Quality &amp;amp; Safety,  Transformasi digital pada semua fungsi, selektif dalam pemilihan  pelanggan/partner, Pengembangan usaha backward (Modular dan precast  building) serta pengembangan bisnis konsesi yang memiliki captive  market.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) akan membagikan dividen sebesar Rp42,786 miliar atau 70% dari laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp213,88 miliar. Pembagian dividen diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2021.
Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, dividen tahun ini mengalami peningkatan 39,41% dibanding tahun lalu sebesar Rp30,73 miliar, hal ini seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun 2021. Dengan demikian dividen per share sebesar 4,47 per saham.
BACA JUGA:WIKA Gedung (WEGE) Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas

Selain itu, hasil RUPS juga memberhentikan dengan hormat Ahmad Fadli Kartajaya selaku Komisaris. Kemudian mengangkat Sumadi sebagai Komisaris dan sedangkan untuk jajaran direksi diputuskan memberhentikan dengan hormat Nariman Prasetyo sebagai Direktur Utama dan Mochamad Yusuf sebagai Direktur Operasi.
Kemudian mengangkat Hadian Pramudita sebagai Direktur Utama dan mengangkat Akhmadi Tricahyono sebagai Direktur Operasi. Tahun ini, perseroan menargetkan peroleh Kontrak Dihadapi (Order Book) sebesar Rp16,16 triliun. Target kontrak Dihadapi tersebut terdiri dari target Kontrak Baru (New Contract) Rp7,10 Triliun dan Carry Over Tahun 2022 sebesar Rp9,06 triliun.
BACA JUGA:WIKA Gedung (WEGE) Anggarkan Capex Rp315,5 Miliar

Disebutkan, komposisi perolehan Target Kontrak Baru 2022 rencananya berasal dari Pemerintah 53,62%, BUMN sebesar 32,58%, dan Swasta 13,79%. &amp;ldquo;Komposisi proyek-proyek tersebut merupakan target minimal WEGE sebesar Rp7,1 Triliun yang merupakan target utama yang akan dicapai tahun ini, selain itu WEGE juga memitigasi dengan menyasar kontrak baru cadangan,&amp;rdquo; jelas Direktur Keuangan, Human Capital and Managemen Risiko WEGE, Syailendra Ogan.Sementara target pendapatan total (termasuk Pendapatan Joint  Operation /JO) 2022 sebesar Rp5,87 triliun naik 52,88% dari RKAP 2021  sebesar Rp3,84 Triliun, dan target Laba Bersih mencapai Rp319,65 miliar  atau 37,98% naik dari RKAP 2021 sebesar Rp231,67 miliar. Untuk  pengembangan bisnis di tahun 2022, perusahaan menggelontorkan belanja  modal (Capital Expenditure) sebesar Rp315,50 miliar yang diperuntukkan  untuk Capital Employed sebesar Rp300 miliar, dan investasi sebesar  Rp15,50 miliar.
&amp;ldquo;WEGE berharap dan bekerja keras agar target perusahaan 2022 dapat  tercapai karena perusahaan memiliki pasar yang jelas dan independen  dengan dukungan fundamental perusahaan yang sehat,&amp;rdquo; tegas Ogan.
Selain itu, kelangsungan bisnis perusahaan di tahun 2022 tetap dapat  berjalan dengan baik karena WEGE memiliki proyek-proyek Carry Over  sebesar Rp10,18 triliun yang dapat dikerjakan di tahun ini. Di tengah  pemulihan perekonomian dunia dan pandemi Covid19, WEGE optimis kondisi  perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan lebih kuat, Bank Indonesia  (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan  mencapai 4,7-5,5%, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global  yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya  permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini  didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.  Artinya, kondisi tersebut akan mendorong pertumbuhan bisnis  infrastruktur dan properti yang nantinya berdampak pada peningkatan  kinerja perseroan.
Menurut Direktur Operasi 1 WEGE Bagus Tri Setyana, untuk menghadapi  kondisi ekonomi dan bisnis di tahun 2022, WEGE menerapkan berbagai  strategi, baik pada tingkatan operasional, pemasaran, pengembangan dan  strategi keuangan. Beberapa strategi tersebut antara lain; world class  standard di bidang implementasi QSHE, Fokus pada Quality &amp;amp; Safety,  Transformasi digital pada semua fungsi, selektif dalam pemilihan  pelanggan/partner, Pengembangan usaha backward (Modular dan precast  building) serta pengembangan bisnis konsesi yang memiliki captive  market.</content:encoded></item></channel></rss>
