<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih Nusantara Infrastructure (META) Anjlok 91,3%, Kenapa?</title><description>PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,988 miliar di 2021</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582817/laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582817/laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa"/><item><title>Laba Bersih Nusantara Infrastructure (META) Anjlok 91,3%, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582817/laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/278/2582817/laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/278/2582817/laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa-CdNDna68Wb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham META anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/278/2582817/laba-bersih-nusantara-infrastructure-meta-anjlok-91-3-kenapa-CdNDna68Wb.jpg</image><title>Saham META anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,988 miliar di 2021. Laba META anjlok 91,3% dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp69,392 miliar.
Akibatnya laba per saham dasar turun ke level Rp0,34, sedangkan di akhir tahun 2020 di level Rp3,92. Selain itu, pendapatan dan penjualan terpapas 46,2% dan tersisa Rp844,78 miliar karena pendapatan kontruksi turun 83,6% dan tersisa Rp169,67 miliar.
BACA JUGA:Anak Usaha Nusantara Infrastructure (META) Dapat Modal Rp375 Miliar Garap EBT

Hal itu karena pendapatan konstruksi hanya tersisa Rp157,84 miliar. Tapi pendapatan jalan tol tumbuh 27,85% menjadi Rp661,56 miliar. Menariknya,  beban langsung dan beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 64,4% menjadi Rp438,5 miliar, sehingga laba kotor tumbuh 20,4% menjadi Rp406,28 miliar.
Sayangnya, beban keuangan membengkak 134,4% menjadi Rp143,84 miliar, akibatnya, laba sebelum pajak turun 54,07% menjadi Rp62,948 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 12,06% menjadi Rp6,587 triliun karena pinjaman jangka panjang membengkak 33,5% menjadi Rp2,455 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan double digit.
General Manager Corporate Affairs META Deden Rochmawaty mengestimasikan kenaikan pendapatan sekitar 10%-20% pada tahun 2022. Lini bisnis jalan tol masih sebagai penyumbang tertinggi dengan perkiraan kontribusi sekitar 60%-70% terhadap total pendapatan Nusantara Infrastructure.  Sisanya berasal dari lini bisnis energi terbarukan dan pengelolaan air bersih.
&quot;Belum ada perubahan yang signifikan terhadap kontribusi dari masing-masing segmen dibandingkan tahun lalu. Proyek baru masih membutuhkan waktu konstruksi antara 12&amp;ndash;48 bulan ke depan,&quot; ujarnya.Untuk tahun ini, META akan menggarap dua proyek jalan tol, yakni  business development di PT Bintaro Serpong Damai, serta proyek Jakarta  Outer Ring Road (JORR) Elevated Project. Kedua proyek ini menjadi  prioritas META pada tahun 2022.
Deden belum membuka lebih rinci mengenai persiapan dan tahapan yang  sedang ditapaki kedua proyek tersebut. Termasuk mengenai berapa  investasi maupun belanja modal (capex) yang dianggarkan oleh META. &quot;Saat  ini, kami masih melakukan final review untuk mendapatkan estimasi  terkini yang telah disesuaikan dengan timeline kedua proyek tersebut,&quot;  sambung Deden.
Dia menambahkan, debt to equity ratio (DER) META dinilai masih di  bawah rata-rata industri. Oleh sebab itu, sumber pendanaan akan  diutamakan berasal dari utilizing debt. Sedangkan untuk porsi pendanaan  internal akan berasal dari arus kas operasional dan/atau setoran modal  pemegang saham.
Pada tahun ini META akan menggarap beberapa proyek yang menjadi  business development PT Bintaro Serpong Damai, anak usaha yang mengelola  Jalan Tol Ruas Pondok Aren-Serpong. Proyek tersebut meliputi konstruksi  penanganan banjir (Peninggian) pada KM 8 Jalan Tol Pondok Aren-Serpong.  Kemudian konstruksi tidak sebidang Ramp Junction Serpong dengan Exit  Ramp Pamulang (Weaving).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,988 miliar di 2021. Laba META anjlok 91,3% dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp69,392 miliar.
Akibatnya laba per saham dasar turun ke level Rp0,34, sedangkan di akhir tahun 2020 di level Rp3,92. Selain itu, pendapatan dan penjualan terpapas 46,2% dan tersisa Rp844,78 miliar karena pendapatan kontruksi turun 83,6% dan tersisa Rp169,67 miliar.
BACA JUGA:Anak Usaha Nusantara Infrastructure (META) Dapat Modal Rp375 Miliar Garap EBT

Hal itu karena pendapatan konstruksi hanya tersisa Rp157,84 miliar. Tapi pendapatan jalan tol tumbuh 27,85% menjadi Rp661,56 miliar. Menariknya,  beban langsung dan beban pokok penjualan dapat ditekan sedalam 64,4% menjadi Rp438,5 miliar, sehingga laba kotor tumbuh 20,4% menjadi Rp406,28 miliar.
Sayangnya, beban keuangan membengkak 134,4% menjadi Rp143,84 miliar, akibatnya, laba sebelum pajak turun 54,07% menjadi Rp62,948 miliar. Sementara itu, aset perseroan tumbuh 12,06% menjadi Rp6,587 triliun karena pinjaman jangka panjang membengkak 33,5% menjadi Rp2,455 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan double digit.
General Manager Corporate Affairs META Deden Rochmawaty mengestimasikan kenaikan pendapatan sekitar 10%-20% pada tahun 2022. Lini bisnis jalan tol masih sebagai penyumbang tertinggi dengan perkiraan kontribusi sekitar 60%-70% terhadap total pendapatan Nusantara Infrastructure.  Sisanya berasal dari lini bisnis energi terbarukan dan pengelolaan air bersih.
&quot;Belum ada perubahan yang signifikan terhadap kontribusi dari masing-masing segmen dibandingkan tahun lalu. Proyek baru masih membutuhkan waktu konstruksi antara 12&amp;ndash;48 bulan ke depan,&quot; ujarnya.Untuk tahun ini, META akan menggarap dua proyek jalan tol, yakni  business development di PT Bintaro Serpong Damai, serta proyek Jakarta  Outer Ring Road (JORR) Elevated Project. Kedua proyek ini menjadi  prioritas META pada tahun 2022.
Deden belum membuka lebih rinci mengenai persiapan dan tahapan yang  sedang ditapaki kedua proyek tersebut. Termasuk mengenai berapa  investasi maupun belanja modal (capex) yang dianggarkan oleh META. &quot;Saat  ini, kami masih melakukan final review untuk mendapatkan estimasi  terkini yang telah disesuaikan dengan timeline kedua proyek tersebut,&quot;  sambung Deden.
Dia menambahkan, debt to equity ratio (DER) META dinilai masih di  bawah rata-rata industri. Oleh sebab itu, sumber pendanaan akan  diutamakan berasal dari utilizing debt. Sedangkan untuk porsi pendanaan  internal akan berasal dari arus kas operasional dan/atau setoran modal  pemegang saham.
Pada tahun ini META akan menggarap beberapa proyek yang menjadi  business development PT Bintaro Serpong Damai, anak usaha yang mengelola  Jalan Tol Ruas Pondok Aren-Serpong. Proyek tersebut meliputi konstruksi  penanganan banjir (Peninggian) pada KM 8 Jalan Tol Pondok Aren-Serpong.  Kemudian konstruksi tidak sebidang Ramp Junction Serpong dengan Exit  Ramp Pamulang (Weaving).</content:encoded></item></channel></rss>
