<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Hari Ini, WTI Dibanderol USD102,7/Barel dan Brent USD106,8/Barel</title><description>Harga minyak dunia hari ini beragam pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582585/harga-minyak-dunia-hari-ini-wti-dibanderol-usd102-7-barel-dan-brent-usd106-8-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582585/harga-minyak-dunia-hari-ini-wti-dibanderol-usd102-7-barel-dan-brent-usd106-8-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Hari Ini, WTI Dibanderol USD102,7/Barel dan Brent USD106,8/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582585/harga-minyak-dunia-hari-ini-wti-dibanderol-usd102-7-barel-dan-brent-usd106-8-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582585/harga-minyak-dunia-hari-ini-wti-dibanderol-usd102-7-barel-dan-brent-usd106-8-barel</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 07:38 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582585/harga-minyak-dunia-hari-ini-wti-dibanderol-usd102-7-barel-dan-brent-usd106-8-barel-ixRYMK4XEp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia hari ini (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582585/harga-minyak-dunia-hari-ini-wti-dibanderol-usd102-7-barel-dan-brent-usd106-8-barel-ixRYMK4XEp.jpg</image><title>Harga minyak dunia hari ini (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia hari ini beragam pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia beragam karena kekhawatiran yang lebih luas tentang pertumbuhan ekonomi dan stagnasi permintaan minyak membebani pengetatan pasokan serta data menunjukkan penurunan tajam dalam stok minyak mentah AS.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah 19 sen atau 0,2%, menjadi menetap di USD102,75 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun 5%, WTI Dibanderol USD102,5/USD

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 45 sen atau 0,4%, menjadi ditutup pada USD106,80 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak telah didukung oleh prospek pasokan yang lebih ketat setelah sanksi terhadap Rusia - pengekspor minyak terbesar kedua di dunia dan pemasok utama Eropa - atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai &quot;operasi militer khusus.&quot;
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak 4%

&amp;ldquo;Dengan perang Ukraina yang meningkat, kemungkinan durasi konflik yang diperpanjang meningkat dan potensi hilangnya pasokan Rusia ke pasar meningkat,&amp;rdquo; kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.
Pasar juga didukung oleh laporan pemerintah yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun 8 juta barel pekan lalu karena lonjakan ekspor ke level tertinggi lebih dari dua tahun, sebut data Badan Informasi Energi AS (EIA).Namun, kedua harga acuan turun sekitar 5,0% pada Selasa (19/4/2022)  setelah Dana Moneter Internasional memangkas perkiraan pertumbuhan  globalnya hampir satu poin%tase penuh, mengutip dampak ekonomi dari  perang Rusia di Ukraina dan memperingatkan bahwa inflasi telah menjadi  &quot;jelas dan menghadirkan bahaya&quot; bagi banyak negara.
&quot;Melemahnya pertumbuhan dan meningkatnya tekanan inflasi hanya bisa  berarti satu hal: momok stagflasi menggantung di atas ekonomi global,&quot;  kata analis P.M, Stephen Greenock.
Melanjutkan penguncian virus corona di China juga telah merusak  permintaan di importir minyak mentah utama dunia dan membebani harga.
Komisi Eropa sedang bekerja untuk mempercepat ketersediaan pasokan  energi alternatif untuk mencoba memotong biaya pelarangan minyak Rusia  dan membujuk Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya yang enggan  untuk menerima tindakan tersebut, sebuah sumber Uni Eropa mengatakan  kepada Reuters.
Sementara itu, berbagai pemadaman menambah kekhawatiran tentang  pasokan. Anggota OPEC Libya telah dipaksa untuk menutup produksi 550.000  barel per hari karena gelombang blokade di ladang minyak utama dan  terminal ekspor, kata National Oil Corporation (NOC) negara itu.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang  dikenal secara kolektif sebagai OPEC+, memproduksi 1,45 juta barel per  hari di bawah target produksinya pada Maret karena produksi Rusia mulai  menurun setelah sanksi yang diberlakukan oleh Barat, sebut sebuah  laporan dari aliansi produsen.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia hari ini beragam pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak dunia beragam karena kekhawatiran yang lebih luas tentang pertumbuhan ekonomi dan stagnasi permintaan minyak membebani pengetatan pasokan serta data menunjukkan penurunan tajam dalam stok minyak mentah AS.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah 19 sen atau 0,2%, menjadi menetap di USD102,75 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun 5%, WTI Dibanderol USD102,5/USD

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 45 sen atau 0,4%, menjadi ditutup pada USD106,80 per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak telah didukung oleh prospek pasokan yang lebih ketat setelah sanksi terhadap Rusia - pengekspor minyak terbesar kedua di dunia dan pemasok utama Eropa - atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai &quot;operasi militer khusus.&quot;
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak 4%

&amp;ldquo;Dengan perang Ukraina yang meningkat, kemungkinan durasi konflik yang diperpanjang meningkat dan potensi hilangnya pasokan Rusia ke pasar meningkat,&amp;rdquo; kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois.
Pasar juga didukung oleh laporan pemerintah yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun 8 juta barel pekan lalu karena lonjakan ekspor ke level tertinggi lebih dari dua tahun, sebut data Badan Informasi Energi AS (EIA).Namun, kedua harga acuan turun sekitar 5,0% pada Selasa (19/4/2022)  setelah Dana Moneter Internasional memangkas perkiraan pertumbuhan  globalnya hampir satu poin%tase penuh, mengutip dampak ekonomi dari  perang Rusia di Ukraina dan memperingatkan bahwa inflasi telah menjadi  &quot;jelas dan menghadirkan bahaya&quot; bagi banyak negara.
&quot;Melemahnya pertumbuhan dan meningkatnya tekanan inflasi hanya bisa  berarti satu hal: momok stagflasi menggantung di atas ekonomi global,&quot;  kata analis P.M, Stephen Greenock.
Melanjutkan penguncian virus corona di China juga telah merusak  permintaan di importir minyak mentah utama dunia dan membebani harga.
Komisi Eropa sedang bekerja untuk mempercepat ketersediaan pasokan  energi alternatif untuk mencoba memotong biaya pelarangan minyak Rusia  dan membujuk Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya yang enggan  untuk menerima tindakan tersebut, sebuah sumber Uni Eropa mengatakan  kepada Reuters.
Sementara itu, berbagai pemadaman menambah kekhawatiran tentang  pasokan. Anggota OPEC Libya telah dipaksa untuk menutup produksi 550.000  barel per hari karena gelombang blokade di ladang minyak utama dan  terminal ekspor, kata National Oil Corporation (NOC) negara itu.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang  dikenal secara kolektif sebagai OPEC+, memproduksi 1,45 juta barel per  hari di bawah target produksinya pada Maret karena produksi Rusia mulai  menurun setelah sanksi yang diberlakukan oleh Barat, sebut sebuah  laporan dari aliansi produsen.</content:encoded></item></channel></rss>
