<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa negara anggota G20 mengutuk perang Rusia-Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582591/sri-mulyani-negara-anggota-g20-kutuk-perang-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582591/sri-mulyani-negara-anggota-g20-kutuk-perang-rusia-ukraina"/><item><title>Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582591/sri-mulyani-negara-anggota-g20-kutuk-perang-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582591/sri-mulyani-negara-anggota-g20-kutuk-perang-rusia-ukraina</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582591/sri-mulyani-negara-anggota-g20-kutuk-perang-rusia-ukraina-1lJ3UhvkzM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Negara G20 kecam perang Rusia-Ukraina (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582591/sri-mulyani-negara-anggota-g20-kutuk-perang-rusia-ukraina-1lJ3UhvkzM.jpg</image><title>Negara G20 kecam perang Rusia-Ukraina (Foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa negara anggota G20 mengutuk perang Rusia-Ukraina. Hal ini disampaikan pada pertemuan FMCBG G20 kedua yang berlangsung di kantor pusat IMF Washington DC, Amerika Serikat.
Dia mengatakan, pertemuan ini diselenggarakan di tengah situasi yang sangat memprihatinkan, mengingat adanya perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Hari Kedua di AS, Sri Mulyani: Luar Biasa Padat dan Melelahkan
&quot;Para anggota mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai krisis kemanusiaan, juga dampak perang terhadap ekonomi, dan meminta agar perang bisa segera berakhir,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers virtual 2nd FMCBG G20 Meeting pada Kamis(21/4/2022).
Dia menyebutkan bahwa banyak negara mengutuk perang ini sebagai tindak provokasi dan pelanggaran terhadap hukum internasional. Beberapa negara juga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap konsekuensi ekonomi dari sanksi yang dijatuhkan.
BACA JUGA:Sri Mulyani Bertemu Presiden Bank Dunia hingga Menkeu AS, Bahas Apa Saja?
&quot;Maka dari itu, para anggota menyampaikan pandangan bahwa perang dan tindakan-tindakan terkait telah dan akan terus menghambat proses pemulihan ekonomi global, terutama di bidang ketahanan pangan dan harga energi,&quot; terang Sri.
Sri melanjutkan, negara-negara berpendapatan rendah dan rentan, terutamanya akan terdampak, karena mereka menghadapi tantangan termasuk ruang fiskal yang terbatas dan kerentanan utang yang tinggi. Para anggota G20 menyampaikan bahwa G20 adalah forum utama untuk menangani permasalahan ekonomi untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang kompleks dan multi dimensional.&quot;Para anggota juga mendukung adaptasi agenda yang ada agar G20 dapat  mengatasi dampak ekonomi dari perang dan juga mempertahankan kemampuan  untuk mengatasi tantangan global yang ada dan membawa dunia ke  pertumbuhan yang inklusif, berimbang, dan berkelanjutan,&quot; terang Sri.
Selain itu, para anggota G20 juga menyampaikan pandangan bahwa perang  Rusia-Ukraina telah membuat pertumbuhan dan pemulihan global menjadi  semakin kompleks dan mengecilkan upaya-upaya untuk mengatasi pemulihan  global, tingginya tingkat utang negara-negara berkembang, dan juga upaya  mitigasi perubahan iklim.
&quot;Negara-negara anggota juga menyampaikan protes lainnya termasuk  perpajakan internasional dan mencatat keprihatinan mengenai tekanan  inflasi yang mengakibatkan beberapa bank sentral meningkatkan tingkat  bunga kebijakannya yang mengakibatkan likuiditas global semakin mengetat  lebih dari yang diekspektasikan,&quot; jelas Sri.
Hal ini, menurut dia, menunjukkan pentingnya mempertahankan dan  melakukan komitmen Februari untuk mendukung pemulihan dan mitigasi  terhadap dampak spillover lanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa negara anggota G20 mengutuk perang Rusia-Ukraina. Hal ini disampaikan pada pertemuan FMCBG G20 kedua yang berlangsung di kantor pusat IMF Washington DC, Amerika Serikat.
Dia mengatakan, pertemuan ini diselenggarakan di tengah situasi yang sangat memprihatinkan, mengingat adanya perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Hari Kedua di AS, Sri Mulyani: Luar Biasa Padat dan Melelahkan
&quot;Para anggota mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai krisis kemanusiaan, juga dampak perang terhadap ekonomi, dan meminta agar perang bisa segera berakhir,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers virtual 2nd FMCBG G20 Meeting pada Kamis(21/4/2022).
Dia menyebutkan bahwa banyak negara mengutuk perang ini sebagai tindak provokasi dan pelanggaran terhadap hukum internasional. Beberapa negara juga mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap konsekuensi ekonomi dari sanksi yang dijatuhkan.
BACA JUGA:Sri Mulyani Bertemu Presiden Bank Dunia hingga Menkeu AS, Bahas Apa Saja?
&quot;Maka dari itu, para anggota menyampaikan pandangan bahwa perang dan tindakan-tindakan terkait telah dan akan terus menghambat proses pemulihan ekonomi global, terutama di bidang ketahanan pangan dan harga energi,&quot; terang Sri.
Sri melanjutkan, negara-negara berpendapatan rendah dan rentan, terutamanya akan terdampak, karena mereka menghadapi tantangan termasuk ruang fiskal yang terbatas dan kerentanan utang yang tinggi. Para anggota G20 menyampaikan bahwa G20 adalah forum utama untuk menangani permasalahan ekonomi untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang kompleks dan multi dimensional.&quot;Para anggota juga mendukung adaptasi agenda yang ada agar G20 dapat  mengatasi dampak ekonomi dari perang dan juga mempertahankan kemampuan  untuk mengatasi tantangan global yang ada dan membawa dunia ke  pertumbuhan yang inklusif, berimbang, dan berkelanjutan,&quot; terang Sri.
Selain itu, para anggota G20 juga menyampaikan pandangan bahwa perang  Rusia-Ukraina telah membuat pertumbuhan dan pemulihan global menjadi  semakin kompleks dan mengecilkan upaya-upaya untuk mengatasi pemulihan  global, tingginya tingkat utang negara-negara berkembang, dan juga upaya  mitigasi perubahan iklim.
&quot;Negara-negara anggota juga menyampaikan protes lainnya termasuk  perpajakan internasional dan mencatat keprihatinan mengenai tekanan  inflasi yang mengakibatkan beberapa bank sentral meningkatkan tingkat  bunga kebijakannya yang mengakibatkan likuiditas global semakin mengetat  lebih dari yang diekspektasikan,&quot; jelas Sri.
Hal ini, menurut dia, menunjukkan pentingnya mempertahankan dan  melakukan komitmen Februari untuk mendukung pemulihan dan mitigasi  terhadap dampak spillover lanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
