<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: G20 Tegaskan Dukungan untuk Negara yang Kesulitan Utang</title><description>Negara anggota G20 menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582594/bi-g20-tegaskan-dukungan-untuk-negara-yang-kesulitan-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582594/bi-g20-tegaskan-dukungan-untuk-negara-yang-kesulitan-utang"/><item><title>BI: G20 Tegaskan Dukungan untuk Negara yang Kesulitan Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582594/bi-g20-tegaskan-dukungan-untuk-negara-yang-kesulitan-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/21/320/2582594/bi-g20-tegaskan-dukungan-untuk-negara-yang-kesulitan-utang</guid><pubDate>Kamis 21 April 2022 07:52 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582594/bi-g20-tegaskan-dukungan-untuk-negara-yang-kesulitan-utang-rgdAotG6Im.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Negara G20 dukung negara rentan dan berisiko kesulitan utang (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/21/320/2582594/bi-g20-tegaskan-dukungan-untuk-negara-yang-kesulitan-utang-rgdAotG6Im.jpeg</image><title>Negara G20 dukung negara rentan dan berisiko kesulitan utang (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Negara anggota G20 menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan. Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 kedua di Washington DC.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

&quot;Negara-negara anggota G20 menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan, terutama yang berisiko mengalami kesulitan utang,&quot; kata Perry, Kamis (21/4/2022).
Negara-negara anggota G20 menyampaikan keprihatinan atas lambatnya kemajuan dalam implementasi kerangka kerja bersama, dan menyerukan agar langkah selanjutnya lebih tepat waktu, tertib, dan dapat diprediksi.
BACA JUGA:Menkeu AS Tolak Pertemuan G20 jika Rusia Hadir

Para anggota juga menantikan kesepakatan yang tepat waktu terkait utang negara Chad dan pembentukan komite kreditur untuk Zambia.
&quot;Negara-negara anggota G20 menyambut baik pembentukan The IMF Resilience and Sustainable Trustee dan mendorong penempatan sumbangan global sukarela senilai ratusan miliar dolar yang ambisius untuk negara-negara yang membutuhkan,&quot; imbuhnya.Mengingat ekonomi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih dan  perang di Ukraina, negara anggota G20 juga mengakui peran penting  Multilateral Development Bank (MDB) untuk mendukung pembiayaan  pembangunan dan mempercepat mobilisasi sektor swasta. Para anggota juga  menantikan penyelesaian tinjauan kerangka kecukupan modal MDB oleh ahli  independen.
Negara-negara anggota G20 juga memandang bahwa negara-negara di dunia  menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ketahanan keuangan dan arus  modal berkelanjutan.
&quot;Banyak anggota mencatat bahwa kalibrasi tanggapan kebijakan  diperlukan karena peningkatan ketidakpastian. Negara anggota G20 juga  menegaskan kembali komitmen mereka untuk membentuk jaring pengaman  keuangan global yang kuat dan efektif, melalui pembuatan kesimpulan dari  review umum kuota IMF ke-16 yang tepat waktu,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Negara anggota G20 menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan. Hal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 kedua di Washington DC.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Negara Anggota G20 Kutuk Perang Rusia-Ukraina

&quot;Negara-negara anggota G20 menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan rentan, terutama yang berisiko mengalami kesulitan utang,&quot; kata Perry, Kamis (21/4/2022).
Negara-negara anggota G20 menyampaikan keprihatinan atas lambatnya kemajuan dalam implementasi kerangka kerja bersama, dan menyerukan agar langkah selanjutnya lebih tepat waktu, tertib, dan dapat diprediksi.
BACA JUGA:Menkeu AS Tolak Pertemuan G20 jika Rusia Hadir

Para anggota juga menantikan kesepakatan yang tepat waktu terkait utang negara Chad dan pembentukan komite kreditur untuk Zambia.
&quot;Negara-negara anggota G20 menyambut baik pembentukan The IMF Resilience and Sustainable Trustee dan mendorong penempatan sumbangan global sukarela senilai ratusan miliar dolar yang ambisius untuk negara-negara yang membutuhkan,&quot; imbuhnya.Mengingat ekonomi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih dan  perang di Ukraina, negara anggota G20 juga mengakui peran penting  Multilateral Development Bank (MDB) untuk mendukung pembiayaan  pembangunan dan mempercepat mobilisasi sektor swasta. Para anggota juga  menantikan penyelesaian tinjauan kerangka kecukupan modal MDB oleh ahli  independen.
Negara-negara anggota G20 juga memandang bahwa negara-negara di dunia  menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga ketahanan keuangan dan arus  modal berkelanjutan.
&quot;Banyak anggota mencatat bahwa kalibrasi tanggapan kebijakan  diperlukan karena peningkatan ketidakpastian. Negara anggota G20 juga  menegaskan kembali komitmen mereka untuk membentuk jaring pengaman  keuangan global yang kuat dan efektif, melalui pembuatan kesimpulan dari  review umum kuota IMF ke-16 yang tepat waktu,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
